Grammy Awards (Sumber gambar: Recording Academy)

Harus Ada Campur Tangan Manusia, Grammy Larang Lagu AI Masuk Nominasi Awards Tahun Depan

30 June 2023   |   14:27 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Like
Ajang penghargaan musik bergengsi, Grammy Awards sepertinya mulai keras terhadap penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI). Pasalnya, baru-baru ini mereka mengeluarkan aturan baru yang melarang musik buatan kecerdasan buatan atau AI secara penuh untuk masuk nominasi acara tahunan itu. 

The Recording Academy, mengumumkan bahwa musik yang sepenuhnya dibuat oleh AI dinilai tidak memenuhi syarat untuk dijadikan nominasi pada Grammy Awards pada 2024. Penyelenggara mengungkap hanya pencipta manusia yang dapat dipertimbangkan untuk dinominasikan memenangkan penghargaan tersebut.

Aturan tersebut dimuat dalam bab baru yang berfokus pada penggunaan teknologi Generative Artificial Intelligence. Secara rinci peraturan itu juga mengatur bahwa kreator musik baik itu artis maupun produser harus berkontribusi minimal 20 persen dari seluruh proses pengerjaan karyanya.

Baca juga: Grammy Awards ke-66 Digelar 4 Februari 2024, Ada Tambahan Voter & Kategori Baru

"Jika terdapat suara AI yang menyanyikan lagu atau instrumen AI, kami akan mempertimbangkannya [untuk ikut nominasi]. Namun pada kategori penulis lagu, maka lagu tersebut sebagian besar harus ditulis oleh seorang manusia," papar CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr, selaku penyelenggara Grammy Awards.

Kebangkitan AI dalam industri musik memang telah terlihat melalui gelombang baru lagu-lagu yang dihasilkan AI oleh artis-artis populer secara online. Namun, hingga saat ini penggunaan kecerdasan buatan itu masih menuai pro dan kontra dari musisi global meski Grammy sudah memberi 'sedikit ruang' terhadap teknologi terbarukan itu.

Hal itu misalnya terlihat dalam lagu Heart on My Sleeve, yang menggunakan AI untuk menambahkan vokal dari Drake dan Weeknd. Kendati diputar jutaan kali secara online tapi akhirnya lagu tersebut dihapus setelah adanya keluhan pelanggaran hak cipta dari Universal Music Group. 

Reaksi kontra juga muncul dari rapper Ice Cube yang baru-baru ini mengancam akan menuntut para kreator AI yang menggunakan karyanya tanpa izin. Dalam sebuah wawancara dengan Full Send Podcast, rapper dengan nama asli O'Shea Jackson itu juga menanggapi tren penggunaan AI yang menurutnya melanggar hak cipta dari pengarang.

"Saya tidak ingin mendengar lagu AI dari Drake. Kalau itu karya saya, saya akan menuntut orang yang membuat serta platform yang memainkannya. Ini seperti sampel di mana seseorang tidak dapat mengambil suara asli Anda dan memanipulasinya tanpa harus membayar," ujar Ice Cube.

Sementara itu, pentolan band legendaris The Beatles, Paul McCartney, baru-baru ini pun memanfaatkan AI untuk memproduksi lagu yang disebut sebagai rekaman terakhir The Beatles. Dengan menggunakan teknologi AI tim produksi akhirnya berhasil memisahkan suara John Lennon dari rekaman demo lama yang dibuat Lennon pada 1978.

Meskipun McCartney tidak mengungkap judul demo tersebut, tapi BBC dan sumber lainnya melaporkan bahwa kemungkinan besar lagu tersebut adalah komposisi berjudul Now and Then. Lagu itu dibuat Lennon pada setelah The Beatles bubar pada dekade 1970-an. Adapun dalam rekaman tersebut terdapat empat lagu yang dibuat oleh Lennon.

Now and Then sebelumnya dianggap sebagai lagu reuni bagi The Beatles pada tahun 1995, ketika band legendaris itu sedang menyusun serial Anthology. McCartney kemudian menyimpan lagu tersebut karena George Harrison menyebutnya sebagai lagu dengan kualitas rekaman buruk, sehingga menolak untuk mengerjakannya.

Faktor tambahan di balik penghapusan lagu tersebut adalah cacat teknis dalam rekaman aslinya, yang menampilkan dengungan terus-menerus dari sirkuit listrik di apartemen Lennon. Akan tetapi pada 2009, versi baru dari demo tanpa kebisingan latar belakang dirilis pada CD bajakan yang memunculkan spekulasi bahwa rekaman tersebut dicuri dari apartemen Lennon setelah kematiannya.

Baca juga: Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2023, Beyonce Cetak Sejarah!

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Tak Cuma Suara Jernih, Begini Kriteria Headphone Multifungsi untuk Segala Kondisi

BERIKUTNYA

Ulasan Dokumenter Netflix Longest Third Date, Ada Cinta di Balik Lockdown Covid-19

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: