Acara peluncuran buku Ngider Makan dari Halte ke Halte di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (22/6/2023). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta

Buku Ngider Makan dari Halte ke Halte Rangkum Panduan Wisata Kuliner Tersembunyi di Jakarta

23 June 2023   |   13:00 WIB

Sebagian dari kalian mungkin sudah mengenal komunitas Dari Halte Ke Halte (DHKH). Komunitas yang berdiri sejak 2019 ini dikenal karena sering memberikan rekomendasi tempat-tempat wisata dan kuliner di Jakarta yang bisa diakses dengan menggunakan transportasi umum. Setelah populer di media sosial, kini mereka menerbitkan buku ilustrasi berjudul Ngider Makan dari Halte ke Halte.

Seperti judulnya, buku ini menampilkan beberapa tempat kuliner unik dan kadang tersembunyi atau biasa disebut hidden gem di belantara kota Jakarta. Tak hanya menyajikan rekomendasi kuliner, buku ini semakin menarik karena disajikan dengan ilustrasi menawan dari kelompok Jakarta Food Sketchers.

Baca juga: Review Buku Resep Kaliurang, Cerita-cerita Tersembunyi di Balik Sebuah Makanan

Dilengkapi pula dengan peta lokasi, buku ini dapat dibawa-bawa sebagai panduan bagi kalian untuk menjelajah kuliner di sekitar Jakarta yang khas. Sejak pertama kali muncul ke permukaan lewat media sosial Twitter pada 2019 lalu, DHKH memang telah berhasil membagikan rekomendasi kuliner menarik yang mudah dijangkau menggunakan transportasi umum tidak hanya di Jakarta, tapi juga berbagai kota lain di Indonesia, seperti Bandung, Solo, dan Yogyakarta.

Kepiawaian para admin—sebutan anggota DHKH—berinteraksi dan berdiskusi dengan para HalTeman, julukan untuk pengikutnya, membuat akun DHKH terus bertumbuh besar hingga ratusan ribu pengikut di Twitter sampai saat ini, begitupun dengan jumlah pengikut mereka di Instagram.
 

Acara diskusi buku Ngider Makan dari Halte ke Halte di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (22/6/2023). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta

Acara diskusi buku Ngider Makan dari Halte ke Halte di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (22/6/2023). (Sumber foto: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Prabowo, salah satu penggagas DHKH, mengatakan gagasan pembuatan buku ini berawal dari permintaan sebagian HalTeman untuk membuat versi cetak rekomendasi-rekomendasi DHKH.

Agar tampilan versi cetak ini berbeda dengan yang biasanya disampaikan di media sosial, akhirnya tebersit ide untuk membuatnya sebagai sebuah buku bergambar dengan ilustrasi makanan, tempat dan peta ke tujuan.

Menurut Bowo, sebagai kota, Jakarta merupakan melting pot atau tempat bertemunya masyarakat dari berbagai daerah dan suku. Hal ini membuat Jakarta menjadi kota yang asyik dan menyenangkan sebagai destinasi wisata baik itu wisata urban ataupun kuliner.

"Kami berusaha menyusun makanan-makanan yang mewakili beragam daerah di Indonesia, setidaknya ada satu makanan dari satu pulau yang terwakili di buku ini," katanya saat acara peluncuran buku Ngider Makan dari Halte ke Halte di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (22/6/2023).

Bowo juga menjelaskan bahwa seluruh rekomendasi tempat kuliner yang ada dalam buku ini merupakan penilaian subjektif dari teman-teman DHKH. Menariknya, dari segi narasi, mereka juga turut menjelaskan tentang fakta-fakta unik dari tempat-tempat kuliner yang mereka rekomendasikan sehingga diharapkan bisa menjadi bacaan yang menarik bagi pembaca.

Selain itu, tempat-tempat kuliner yang direkomendasikan dalam buku tersebut juga telah disusun secara berurutan dan saling terkoneksi satu sama lain secara geografis. Dengan demikian, para pembaca dapat menjadikan buku semacam 'peta jalan' untuk berwisata kuliner ria di Jakarta.

"Dengan buku ini kami ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa sistem transportasi umu di Jakarta itu sudah bagus. Jadi mau dari awal atau tengah, itu bisa diikutin," kata Bowo.
 

Buku ilustrasi Ngider Makan dari Halte ke Halte (Sumber gambar: Gramedia Pustaka Utama)

Buku ilustrasi Ngider Makan dari Halte ke Halte (Sumber gambar: Gramedia Pustaka Utama)

Yanita Indrawati, ilustrator dari Jakarta Food Sketchers, mengatakan sebagian ilustrasi yang ada dalam buku ini dibuat menggunakan teknik urban sketcher atau sketsa urban, dimana dia menggambar dengan melihat langsung tempat kuliner atau makanannya.

Menurutnya, hal itu membantunya untuk bisa menggambar dengan lebih detail. Sementara sebagiannya lagi digambar dengan melihat foto tempat kuliner atau makanannya itu sendiri. Dalam prosesnya, dia telah mendapatkan daftar sejumlah tempat kuliner yang telah disusun oleh DHKH untuk dibuatkan ilustrasinya. 

"Saya ingin menangkap hal apa yang membuat warung ini menarik. Saya tampilkan juga gerobak atau warungnya untuk menggambarkan suasana," katanya.

Sementara itu, iustrator dari Jakarta Food Sketchers yang juga terlibat, Arya Ramaniya, mengatakan meski terlihat simpel, membuat ilustrasi makanan juga memiliki tantangannya sendiri, dimana dia harus menggambarnya dengan detail. Dengan begitu, orang lain yang melihat akan terkesan dengan gambar tersebut.

"Ada detail-detail yang perlu dikembangkan misalnya membuat warna kuah makanan jadi lebih mengkilap sehingga lebih menggoda," katanya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

 
SEBELUMNYA

Comifuro 17 Kembali Diadakan 16-17 Desember 2023, Cek Agendanya

BERIKUTNYA

Puing Kapal Selam Tur Bangkai Titanic Ditemukan, Begini Kata OceanGate

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: