Silvio Berlusconi (Sumber foto: AC Milan)

Rekam Jejak Silvio Berlusconi, Mantan Presiden AC Milan & Perdana Menteri Terlama Italia

12 June 2023   |   18:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Mantan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi meninggal pada usia 86 tahun. Semasa hidupnya, Berlusconi dikenal sebagai politikus dan presiden klub AC Milan. Selain itu, namanya juga lekat dengan pemberitaan skandal seks, korupsi hingga penggelapan pajak yang turut memoncerkan namanya.

Namun, maestro media yang menjadi perdana menteri ini juga turut membentuk wajah politik di Italia saat ini. Di atas segalanya, Berlusconi adalah sosok besar yang telah mempolarisasi masyarakat dan politik di negeri Sepatu Boots itu.

Baca juga: Intip 7 Pemimpin Tajir di Dunia, Berapa Kekayaannya?

Dalam sejarahnya Silvio Berlusconi setidaknya menjabat sebagai perdana menteri Italia selama kurang lebih 17 tahun, yakni dari 1994-2017. Kepribadiannya yang flamboyan, bahkan sering menyentuh hati para pemilih Italia, yang terus mendukungnya meskipun ada tuduhan korupsi dan berbagai skandal lain.


Kiprah Silvio Berlusconi

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by AC Milan (@acmilan)


Dikenal sebagai politikus ulung, Silvio Berlusconi merupakan sosok yang telah merevolusi politik Italia dan terus mendominasinya selama lebih dari dua dekade. Berlusconi merupakan  perdana menteri konservatif yang telah mempelopori populisme di Italia, yang kelak juga dilakukan Donald Trump di AS.

Lahir dari keluarga kelas menengah di Milan pada 29 September 1936, Berlusconi dibesarkan di sebuah desa di luar kota selama Perang Dunia Kedua. Sejak masih kanak-kanak, dia telah  menunjukkan kemampuannya menghasilkan uang dan memiliki bakat sebagai pebisnis, serta penyanyi dengan suara yang cukup merdu.

Saat belajar hukum di Universitas Milan, misalnya, dia bermain double-bass di band mahasiswa dan mengembangkan reputasi sebagai penyanyi, bekerja di klub malam dan di kapal pesiar. Sementara itu, percobaan pertamanya dalam berbisnis adalah sebagai penjual penyedot debu dan menjual esai yang ditulis  teman-teman mahasiswanya.

Setelah lulus, dia pun mulai membangun dengan perusahaannya sendiri, yaitu Edilnord, meskipun sumber pendanaan untuk proyek tersebut masih menjadi misteri. Tak berlangsung lama, pada 1973, Berlusconi juga meluncurkan perusahaan televisi kabel lokal bernama Telemilano untuk menyediakan televisi ke propertinya.

Bisnisnya semakin moncer saat akhir dekade 1990-an, Berlusconi mendirikan sebuah perusahaan induk, Fininvest, untuk mengelola ekspansi yang cepat dari kepemilikan bisnisnya. Dari sinilah dia kemudian dikenal sebagai salah satu raja di industri media Italia yang kelak dikenal dengan nama perusahaan seperti Mediaset dan Mondadori.


Menjadi Presiden AC Milan

Pada akhir abad ke-20 industri televisi sangat berpengaruh besar bagi perkembangan dunia sepak bola di Italia. Dari sinilah kemudian Berlusconi masuk ke klub AC Milan saat dirundung masalah akibat skandal pengaturan skor Totonero, sehingga membuat klub tersebut terpuruk.

Klub berjuluk Rossoneri itu bahkan sampai turun ke Seri B untuk kali pertamanya sepanjang sejarah sepak bola Italia. Tidak hanya sekali, bahkan klub ini juga sempat anjlok ke Serie-B, yaitu pada musim 1980/81 dan 1982/83. Dari sinilah kemudian datang sebagai juru selamat Milan pada 1986.

Apa yang dilakukan oleh Berlusconi tak hanya menyelamatkan Milan dari keterpurukan, bahkan tokoh ini juga menyulap klub tersebut. Tak seperti klub lain yang pada saat itu dikelola secara tradisional, Berlusconi justru menjalankannya dengan lebih modern dan menjadikannya sebagai sebuah jenama sepak bola yang moncer.

Investasi jor joran yang dilakukan Berlusconi kemudian terbayar tiga dekade kemudian pada 2017. Saat itu dia menjual klub tersebut kepada investor Tiongkok seharga €740 juta Euro atau sekitar Rp27 triliun dengan kurs Rp16.000. Kendati telah menjual Milan, dia juga tidak menyerah pada sepak bola, yakni dengan kembali membeli klub Monza pada tahun yang sama.


Berlusconi Berpulang

 

(Sumber gambar: AC Milan)

(Sumber gambar: AC Milan)

Setelah lama malang melintang sebagai politikus, Berlusconi meninggal pada Senin, (12/6/23) pada usia 86 tahun. Sosok ikonik dunia modern Italia itu tentu akan terus diperbincangkan, baik sebagai penyanyi kapal pesiar, pengusaha media, orang terkaya Italia, dan tentu saja pemimpin terlama Italia pasca perang dunia (PD) kedua.

Tokoh AC Milan ini memang telah mengalami serangkaian masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Adapun salah satu yang paling signifikan adalah setelah dia terjangkit Covid-19 pada 2020. Sebelumnya, dia memang mengungkap penyakit tersebut merupakan salah satu yang paling berbahaya dari penyakit yang pernah dia hadapi.

The Guardian melaporkan bahwa Berlusconi tutup usia setelah enam minggu dirawat di rumah sakit San Raffaele Milan. Dia menjalani perawatan untuk infeksi paru-paru yang terkait dengan leukemia myelomonocytic kronis. Selain itu sang taipan ini juga mengalami penyakit komplikasi lain sejak 2016.

Laman Resmi Real Madrid CF, Presiden klub dan Dewan Direksi turut mengucapkan bela sungkawa atas kepergian Silvio Berlusconi. Klub tersebut pun mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya kepada keluarga da penggemar sepak bola Italia, khususnya AC Milan dan AC Monza.

"Di bawah kepresidenannya, AC Milan telah menikmati salah satu periode paling sukses dalam sejarah klub, memenangkan 5 Piala Eropa, 3 Piala Dunia Antarklub, 5 Piala Super Eropa, 8 gelar Serie A, 1 Piala Italia, dan 7 Piala Super Italia," tulis laman Real Madrid.

Baca juga: Pensiun, Zlatan Ibrahimovic Ucap Selamat Tinggal Sepak Bola

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Simak Komentar Reviewer tentang Game Troublemaker yang Lagi Hype

BERIKUTNYA

Mimpi Besar Dewi Gontha untuk Java Jazz Festival

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: