Ilustrasi bentuk sperma dan sel telur. (Sumber gambar: Freepik)

9 Penyebab Pria Bisa Mandul, Waspada Sepedaan Hingga Pangku Laptop!

17 May 2023   |   07:30 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Like

4. Sumbatan 

Setelah terbentuk di testis, sperma akan masuk ke dalam saluran epididimis dan naik ke saluran sperma. Kemudian bertemu kelenjar seperti visikal seminalis, prostat, membentuk cairan mani, lalu keluar. 

Akan tetapi, sperma bisa saja tidak keluar bersama air mani jika terjadi sumbatan di uretra. “Yang bikin sumbatan misal TBC, kecelakaan, atau tidak terbentuk saluran spermanya. Jadi keluar air mani saja, kosong,” tuturnya. 


5. Hernia 

Dikenal dengan istilah turun bero, hernia terjadi ketika ada bagian dari organ internal yang menekan dan menembus otot atau jaringan ikat organ lain. Akibatnya, muncul tonjolan di bawah kulit yang disertai rasa sakit dan ketidaknyamanan. Kondisi ini umumnya terjadi di area perut dan selangkangan. 

Hernia juga menjadi penyebab infertilitas lantaran membuat sperma mati karena suhu yang panas di sekitar testis. “Jangan anggap sepele,” ucap Silvia. 


6. Kebiasaan Hidup Buruk

Kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, mengonsumsi narkoba, dan makan-makanan tidak sehat sehingga terjadi obesitas dapat menimbulkan risiko infertilitas.  

Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kualitas dan jumlah sperma menurun. Oleh sebab itu, Silvia mengimbau untuk menjalani kehidupan yang sehat. 


7. Bersepeda, Memakai Celana Ketat, hingga Memangku Laptop

Bersepeda kata Silvia menyebabkan trauma pada testis. Pasalnya saat bersepeda, testis akan tertekan dan menyebabkan suhu di sekitarnya panas. Begitu pula dengan penggunaan celana ketat yang menyebabkan testis mengalami gesekan. 

Sementara saat memangku laptop, testis terpapar radiasi panas yang tentu mempengaruhi pembentukan sperma. Selain itu, polusi juga dapat mempengaruhi jumlah sperma.


8. Tekanan Kerja

Silvia menyampaikan tekanan kerja dapat membuat stres sehingga menurunkan jumlah sperma. Stres dapat membuat gangguan hormon pada pria. Kendati demikian, ketika gangguan hormon diatasi, jumlah sperma bisa naik lagi dalam kurun waktu sekitar 3-6 bulan.


9. Infeksi

Tidak dipungkiri, infeksi seperti TBC dan infeksi menular seksual menjadi penyumbang penurunan sperma. Ragam infeksi virus dan bakteri itu membuat saluran sperma terinfeksi hingga kerusakan DNA. Sementara HIV menyebabkan kemandulan karena pasien mengonsumsi obat untuk menekan laju virusnya. “Interaksi silang itu mempengaruhi hormon,” imbuhnya.

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan Silvia dan telah terbit di Asian Journal of Andrology, vaksin Covid-19 dan virusnya juga bisa menyebabkan infertilitas. 

Dia menerangkan vaksin ada yang terbuat dari virus yang dilemahkan dan partikel virus. Namun jika dibandingkan dengan infeksi Covid-19, menurutnya lebih rendah sperma pada pasien yang terinfeksi. 

Kendati demikian, jumlah sperma bisa naik kembali setelah 6 bulan pasien dinyatakan sembuh. “Tetapi ada juga yang setahun baru balik normal,” ungkapnya.

Baca juga: Begini Cara Rokok Memengaruhi Kesuburan Pria

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla
1
2


SEBELUMNYA

Reaktivasi Cagar Budaya, SenyuMuseum Hadirkan Festival Musik hingga Kulineran

BERIKUTNYA

Mengenal Thudong, Ritual Perjalanan Biksu dari Thailand ke Candi Borobudur

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: