ilustrasi apartemen (dok. PT Adhi Commuter Properti)

Berminat Beli Apartemen? Cek Dulu Kelebihan dan Kekurangannya

15 July 2021   |   11:54 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Bagi Genhype yang saat ini sedang merencanakan untuk membeli hunian apartemen, coba pertimbangkan dulu nih sejumlah kelebihan dan kekurangan tinggal di apartemen seperti yang diceritakan oleh Youtuber Melisa, salah seorang karyawan yang pernah membeli apartemen sebagai hunian pertamanya.

Saat itu sekitar tahun 2017, wanita yang sering berbagi informasi di channel youtubenya Melisa Emeraldina ini menceritakan bahwa dirinya memutuskan untuk membeli apartemen tipe studio di kawasan Tangerang Selatan.

Alasannya karena saat itu, Melisa masih tinggal di kos-kosan yang biaya sewanya per bulan sekitar Rp1,8 juta. Kemudian dia berpikir untuk pindah ke kosan yang lebih murah. Sebagian penghasilannya lantas ditabung untuk kemudian dijadikan sebagai uang muka pembelian apartemen setelah dirinya bekerja selama 3 tahun.

“Waktu itu aku memang berpikir membeli apartemen, dan targetnya paling lama tinggal di apartemen itu 5 tahun, lalu harus bisa beli rumah tapak. Selanjutnya apartemen ini bisa dijadikan sebagai investasi untuk disewa atau dijual kembali,” ujarnya.

Lalu apa saja yaa kelebihan membeli apartemen?


1. Harga yang lebih murah dari rumah tapak

Menurutnya, kelebihan apartemen adalah harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan rumah tapak meski berada di lokasi yang sama. Umumnya, apartemen memiliki lokasi yang stategis dan dekat dengan pusat perkantoran sehingga lebih memudahkan dalam mobilitas dan bisa memangkas biaya transportasi.

“Kalau lokasi rumah tapak yang harganya terjangkau di kantong millenial itu biasanya jauh dari kawasan perkantoran dan bisa menghabiskan waktu 2 sampai 3 jam di perjalanan [pulang pergi]. Saat sampai di rumah dalam kondisi capek, nggak ada waktu untuk keluarga maka dalam kondisi begini apartemen bisa menjadi pilihan,” ujarya.


2. Memiliki fasilitas lengkap

Selain itu, apartemen juga memiliki fasilitas yang sudah lengkap mulai dari kolam renang, taman, jogging track, dan fasilitas lainnya, termasuk keamanan 24 jam dan ATM center atau minimarket di bagian bawah yang mendukung gaya hidup kaum millenial.


3. Bisa disewakan

“Jika suatu saat bosan tinggal di apartemen dan mau pindah ke rumah tapak, kita bisa sewa apartemennya. Apalagi sekarang banyak aplikasi yang menyewakan kamar atau unit, dan gampang nyewainnya karena banyak orang yang mencari tempat tinggal yang strategis,” tuturnya.

Meski demikian, tentu saja ada beberapa beberapa kekurangan beli apartemen dibandingkan dengan rumah tapak.


1.  Ruangnya yang terbatas

Melisa sendiri mengambil tipe studio, untuk itu dia harus pintar-pintar menata furniture agar sesuai dengan luas ruangan dan bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Aku memang nyediain bujet yang lebih besar untuk furniture supaya pas dengan ruangan yang minimalis,” ujarnya.


2. Suara dari Luar

Selain itu, hal yang juga membuatnya kurang nyaman tinggal di apartemen adalah suara berisik ketika ada tetangga yang teriak-teriak atau memiliki anak bayi yang sering menangis, belum lagi saat ada yang merenovasi unit.

Kondisi itu menurutnya cukup mengganggu sebab jarak atau batasan antara satu unit dengan unit lainnya sangat rapat. “Kalau begini memang lebih enak tinggal di rumah tapak karena lebih private,” tambahnya.


3. Sulit Cari Parkir dan Lift yang Penuh Saat Jam Kerja

Lahan parkir yang terbatas sehingga kesulitan mencari tempat parkir, serta lift yang selalu penuh saat jam kerja atau jam pulang kerja juga dinilai menjadi nilai minus tinggal di apartemen.


4. Berbagai Biaya Lainnya

Belum lagi adanya berbagai biaya yang cukup besar untuk biaya perawatan (IPL), biaya parkir, dan biaya-biaya lainnya yang tidak ada ketika tinggal di rumah tapak.

Melisa sendiri mengaku kurang nyaman tinggal di apartemen saat dirinya sudah berkeluarga. Untuk itulah pada 2019 ketika telah menikah, dia membeli hunian berupa rumah tapak dengan ukuran 42 meter persegi di kawasan Tangerang Selatan.

“Rumahku juga memang cukup mungil, maka untuk penataan ruangannya juga ekstra hati-hati agar ruangan nggak keliatan penuh dan nggak berantakan,” ujarnya.

Untuk itu, Melisa memilih membeli furnitur yang bisa dicustom sehingga bisa pas dengan ukuran dan bahan material yang diinginkan. Selain itu, untuk warnanya pun bisa disesuaikan dengan nuansa rumah sehingga lebih senada dan juga rapi.

Editor: M R Purboyo

SEBELUMNYA

Ini Daftar Smartphone Android Paling Kuat Hingga Pertengahan Tahun Ini

BERIKUTNYA

Hanya 8 Bulan Bertahan, Twitter akan Menutup Fitur Fleet

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: