Ilustrasi (dok. Pexels)

Kenali Gejala & Cara Merawat Kesehatan Mental Anak selama Pandemi

10 July 2021   |   19:22 WIB

Kesehatan mental anak dan remaja menjadi ancaman di tengah pandemi Covid-19. Jika tidak segera ditangani, hal ini akan berdampak buruk bagi kualitas hidup mereka saat ini maupun di masa mendatang.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak sadar kesehatan mental anaknya terganggu. Oleh karena itu menurut Spesialis Kedokteran Jiwa dari RS Pondok Indah dr. Anggia Hapsari penting mengenali gejala kesehatan mental pada anak. Hal ini bisa dipantau dari perilaku mereka.

Biasanya anak yang kesehatan mentalnya terganggu mengalami kesulitan tidur dan makan, mimpi buruk, menarik diri atau agresif, ketakutan ditinggal sendiri, keluhan fisik tanpa sebab yang jelas, selalu ingin berada di dekat orang tua, timbul ketakutan baru, kehilangan minat dalam kegiatan, sedih bahkan bisa menangis tanpa alasan. 

Pada titik ini, orang tua harus segera memberi pertolongan. Anggia menyebut ada tiga cara yang bisa dilakukan orang tua. 

Pertama beri anak ketenangan. Ajari anak untuk mengerti dan mengetahui perasaan yang sedang dirasakan, tanpa menghakimi perasaan tersebut. “Ajari anak untuk melakukan latihan pernapasan agar anak bisa menenangkan dirinya saat stres,” ujarnya.

Kedua, atur suasana hati anak. Anggia menerangkan saat sedih, coba ajak anak untuk mengingat memori yang menyenangkan. Minta anak membuat daftar kegiatan apa saja yang bisa membuatnya bahagia. Orang tua bisa membuat jadwal untuk melakukan kegiatan yang seru dan menyenangkan. Ajak anak beraktivitas fisik di luar rumah dan terkena matahari, tetapi tetap jaga protokol kesehatan. 

Ketiga, Anggia menyarankan agar ajak anak untuk berbagi. Dalam hal ini lakukan percakapan dengan anak dengan tujuan untuk mengetahui apa yang anak rasakan tanpa menghakimi ataupun menyalahkan. “Jadilah pendengar yang benar-benar tulus ingin tahu apa yang dirasakan anak,” tutur Anggia. 

Di sisi lain, dia berpendapat orang tua harus pintar-pintar mendidik anak di era new normal seperti sekarang ini. Sebisa mungkin ciptakan kebiasaan seperti sebelum Covid-19. 

Memang saat pandemi, mau tidak mau anak lebih lekat dengan gawai namun penggunaannya tetap wajib dikontrol. 

Caranya kata Anggia dengan menciptakan kebiasaan atau jadwal, orang tua pun perlu terlibat aktif saat anak-anak dan remaja memegang gawai sehingga menghindarkan mereka terbuai pada akun-akun yang menghadirkan konten negatif. 

Mengasah kreativitas anak melalui dunia maya juga penting. Di era industri 4.0, dunia maya memang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas kita, termasuk anak dan remaja. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengasah kreativitas mereka misalnya denga mengajarkan membuat video blog (vlog). 

Editor: Fajar Sidik
SEBELUMNYA

8 Tips Dekorasi Taman Kecil yang Cantik & Estetis di Rumah

BERIKUTNYA

Cegah Ancaman ke Bumi, Ilmuwan China Siapkan 23 Roket buat Tabrak Asteroid

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: