Ilustrasi ibu pekerja yang memiliki bayi. (Sumber gambar : Freepik/Primagefactory)

Intip Kiat Pemberian ASI Eksklusif untuk Ibu Pekerja

18 January 2023   |   17:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Pemberian air susu ibu (ASI) selama 6 bulan pertama adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Namun demikian, kerap kali ibu pekerja tidak memenuhi pemberian ASI eksklusif tersebut pada bayinya. 

Sulitnya mengatur waktu atau kendala kesibukan yang padat menjadi mayoritas alasannya. Padahal, 1.000 hari pertama kehidupan, yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pertama kehidupan buah hati, merupakan masa periode emas yang akan mempengaruhi tumbuh kembang anak hingga dewasa.  

Baca juga: Intip Kiat Pemberian ASI Eksklusif untuk Ibu Pekerja

Spesialis Anak dr. S. Tumpal Andreas, menyampaikan menjadi working moms saat sedang menyusui adalah tantangan tersendiri, tetapi bukan berarti mereka tidak dapat memberikan ASI eksklusif. Untuk mengatasinya, para ibu yang bekerja dianjurkan memiliki jadwal yang teratur untuk melakukan pumping, sehingga tidak mengganggu pekerjaan lain. 

Selain itu, penting mengetahui dan memanfaatkan tempat penyimpanan sementara ASIP yang terdapat di kantor, memiliki cooler bag untuk penyimpanan ASIP selama perjalanan, mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang. “Siapkan alat-alat menyusui dari rumah, seperti wadah plastik, label untuk menulis tanggal ASIP, cooler bag, kulkas sementara,” ujarnya dikutip Hypeabis.id, Rabu (18/1/2023). 
 
Untuk mengoptimalkan pemberian ASI kepada sang buah hati, menurut Andreas, ibu memerlukan support systemm yang berfungsi dengan baik, seperti keluarga dan juga dukungan eksternal yaitu lingkungan kantor. 

Ibu bekerja yang menyusui dapat menginfokan kepada personel HRD atau atasan langsung untuk memberikan kebijakan waktu memerah ASI. Dia menilai kebijakan kantor merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam keputusan ibu bekerja untuk menyusui bayinya secara eksklusif. 

Andreas menambahkan, ada pula hal-hal yang sepatutnya dihindari oleh para ibu menyusui selama bekerja. Sebagai contoh, hindari mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dan rendah gizi yang dapat mempengaruhi kualitas ASI, serta membawa dampak buruk bagi kesehatan ibu dan bayi. Hal lain yang perlu dihindari yakni inkonsistensi dalam memompa ASI yang dapat menyebabkan kebocoran yang membuat ibu tidak nyaman. 

“Yang terpenting ialah tetap menjaga kebersihan dan higinitas sebelum dan sesudah memompa ASI saat berada di luar rumah,” tambahnya. 
 
Ibu pekerja juga penting untuk mengelola stres, beristirahat yang cukup. Ibu harus terus berlatih membagi prioritas dengan baik, menyeimbangkan waktu untuk keluarga, pekerjaan, beristirahat, dan juga meluangkan waktu untuk diri sendiri. 
 
Sementara itu, Country Leader Philips Indonesia Pim Preesman menyarankan untuk menggunakan produk breast pump yang dirancang secara khusus membantu para ibu yang bermobilitas tinggi, tetapi ingin tetap memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Breast pump elektrik bisa menjadi pilihan. Namun pastikan sudah sesusai standard medis, ringkas, dan tidak berisik. 

ASI memang merupakan nutrisi terbaik yang paling penting dan menjadi sumber pertahanan tubuh serta stimulasi bagi si kecil sejak dini. Bayi yang tidak mendapat ASI memiliki risiko lebih mudah sakit. 

ASI selain mencegah stanting, dapat memberikan antibodi pada si kecil yang membantunya terhindar dari infeksi saluran napas (ISPA), diare, infeksi telinga, serta berbagai penyakit lainnya. Bayi yang tidak mendapat ASI juga lebih berisiko untuk mengalami obesitas.

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Punya Fundamental Kuat, Yuk Kenali Faktor Penentu Blue Chip dalam Aset Kripto

BERIKUTNYA

Film Panduan Mempersiapkan Perpisahan Siap Bikin Baper Februari 2023 Mendatang

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: