Salah satu adegan film The Banshees of Inisherin. (Sumber gambar: Searchlight Pictures)

Review The Banshees of Inisherin, Komedi Gelap Tentang Persahabatan Manusia

09 January 2023   |   07:42 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Sutradara Martin McDonagh comeback dengan film The Banshees of Inisherin (2022). Sinema itu menandai kembalinya McDonagh setelah mencuri perhatian sinefil lewat Three Billboards Outside of Ebbing, Missouri (2017). Kini, dia pun masih setia menghadirkan film bermutu dengan nuansa komedi gelap sebagai jalan pedangnya.

Para pencinta dark comedy tentu masih ingat saat McDonagh menyuguhkan In Bruges (2008) dengan mendapuk Colin Farell dan Brendan Gleeson sebagai aktor utama. Setelah 14 tahun, mereka berdua pun reuni lagi dalam film yang mengambil latar saat perang saudara di Irlandia pada 1923 ini.

Namun, berbeda dengan film sebelumnya yang mengisahkan persahabatan antara dua pembunuh bayaran yang saling melindungi satu sama lain. Kini, keduanya dipertemukan sebagai sahabat yang salah satunya ingin mengakhiri hubungan mereka yang platonik dan terkesan sia-sia.

Adalah Padraic (Colin Farrell) lelaki lajang yang tinggal bersama saudarinya, Siobhan (Kerry Condon), dan keledai kesayangannya, Jenny. Syahdan, dia mendapati teman karib satu-satunya, Colm (Brendan Gleeson) yang tanpa tedeng aling-aling mengatakan bahwa tak mau lagi berteman dengannya tanpa alasan yang jelas. 

Baca jugaReview The Fabelmans, Kenangan Emosional & Kecintaan Sinema Steven Spielberg
 

 Film The Banshees of Inisherin. (Sumber gambar: Searchlight Pictures)

Film The Banshees of Inisherin. (Sumber gambar: Searchlight Pictures)

Padraic adalah seorang penggembala sapi lugu dan kekanakan yang selalu pergi ke rumah Colm pukul 2 siang untuk mengajaknya ke pub. Sementara, sang sohib adalah seorang violinis gaek yang pada masa-masa tuanya harus membuat karya yang bisa dikenang oleh warga terpencil di pulau kecil Inisherin.

Akan tetapi apalah mau dikata, perang sedang berkecamuk di seberang pulau. Dan di Inisherin, semua aktivitas selalu berjalan datar dan bisa ditebak. Mengantarkan susu segar di pagi hari, menikmati anggur di kedai pada pukul 2 siang hingga mabuk, lalu kembali ke rumah untuk tidur, dan mengulangi kisah yang sama di hari berikutnya.

Keretakan hubungan dua sekawan itu pun berlanjut dengan kisah-kisah mengenai kehidupan lain di pulau fiksi itu. Tentang kelakuan Dominic (Barry Keoghan) yang konyol dan dianggap bodoh tapi suara hatinya kadang lebih murni dari orang-orang waras. Atau, tentang Siobhan, adik perempuan Padraic yang realistis dan menganggap kehidupan di Inisherin hanyalah sebuah kegilaan dan kegetiran belaka.

Puncaknya adalah saat dia benar-benar pergi ke mainland di Irlandia, yang meski masih terjadi perang, tapi tetap berlayar ke sana. Terlebih saat Colm membuktikan ucapannya selama ini bukanlah gertakan sambal belaka jika Padraic masih terus berusaha mengajaknya berbicara. Meski, sikap tersebut juga menjadi bentuk keputusasannya sebagai musisi yang hidup dan tidak bisa berkembang di pulau terpencil.
 

Cerita Sederhana dengan Visual Memukau

Film The Banshees of Inisherin. (Sumber gambar: Searchlight Pictures)

Film The Banshees of Inisherin. (Sumber gambar: Searchlight Pictures)

Narasi cerita film berdurasi 114 menit ini sebenarnya mengambil premis sederhana, yakni tentang sebuah persahabatan yang dibalut dengan moralitas dan tema alienasi mengenai kehidupan manusia. Latar perang saudara di Irlandia, karakter peramal 'hantu' tua, dan komposisi karya Colm juga semakin menebalkan metafora terhadap film evokatif tapi tragis ini.

Tak hanya itu, visual memukau juga berhasil dihadirkan oleh Ben Davis yang menggambarkan lanskap Pulau Inishmore dan Achill Island di Irlandia dengan penuh daya pikat. Hadirnya jalan setapaknya yang natural dan bukit-bukitnya yang hijau beradu dengan kekontrasan narasi yang muram, serta ditingkahi musik folk yang sendu gubahan Carter Burwell.

Akting reuni antara Colin Farrell dan Brendan Gleeson juga patut diacungi jempol dengan tensi di awal film yang berlangsung datar lewat permainan mimik wajah semata. Namun perlahan memanas dengan berbagai dialog-dialog mendalam mengenai makna kebaikan, agama, hingga celetukan tentang moralitas manusia.

Bagi para penggemar film aliran komedi gelap, The Banshees of Inisherin merupakan film yang wajib untuk ditonton. Meski hingga akhir cerita, sang sutradara tidak memberi konklusi yang jelas mengenai film tersebut, sehingga hanya menyisakan segumpal ruang kosong di benak penonton sebagai bentuk katarsis yang tidak pernah selesai. 

Namun, mungkin disitulah justru letak keistimewaan film yang berhasil meraih delapan nominasi di Golden Globes 2023, termasuk Film Terbaik (musikal atau komedi) dan nominasi penulisan serta penyutradaraan untuk Martin McDonagh. Adapun bagi yang penasaran terhadap film ini, Genhype bisa menontonnya di Disney+Hotstar.

Baca jugaThe Banshees of Inisherin Pimpin Nominasi Golden Globe Awards 2023, Cek Daftar Lengkapnya

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Enggak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia juga Punya Jembatan Kaca Seruni Point

BERIKUTNYA

4 Kopi Populer di Indonesia yang Masuk Daftar Minuman Terbaik Versi TasteAtlas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: