Permainan latto-latto (Sumber gambar: Wikimedia)

Sejarah Permainan Latto-latto yang Kini Viral di Medsos

26 December 2022   |   20:00 WIB

Mainan latto-latto menjadi mainan yang kini sedang populer di kalangan anak-anak di dalam negeri. Mainan yang merupakan dua bola dengan tali seperti pendulum ini sebenarnya adalah permainan lawas yang pernah dilarang.

Tidak ada sumber pasti kapan persisnya permainan ini ada. Namun, beberapa sumber mengklaim bahwa permainan ini mulai ada dan dimainkan pada akhir era 1960an dan awal 1970an.

Mainan itu menjadi populer di kalangan anak-anak di Amerika Serikat lantaran mainan itu mampu menimbulkan suara yang menarik bagi anak-anak. Latto-latto atau yang dikenal dengan clackers ball adalah permainan mengadu dua bola yang setiap bola diikat dengan tali.

Baca juga: Kaleidoskop 2022: Bisnis yang Viral Sepanjang Tahun, Mie Gacoan hingga Karen's Diner

Cara mengadu bola tersebut adalah dengan membuat dua tali yang terikat pada setiap bola dapat bergerak berirama sehingga bola di ujung berbenturan antara satu dengan yang lain.

Benturan kedua bola menimbulkan suara khas yang membuat anak-anak begitu menyukainya. Tidak hanya itu, proses untuk membenturkan bola juga menjadi cara keasikan sendiri bagi anak-anak yang memainkannya.

Bola yang terikat dengan tali seperti pendalum ini disebut-sebut pada awalnya berbahan kaca. Benturan yang terjadi pun membuat bola pecah lantaran anak-anak kerap membuat agar benturan menjadi kencang guna menghasilkan suara yang keras.

Pecahan bola itu pun beterbangan, dan berbahaya bagi anak-anak yang sedang memainkannya. Kondisi ini pun membuat Food and Drug Administration (FDA) disebut-sebut melarang penjualan mainan tersebut pada 1985.

Nama Marvin Glass juga adalah nama yang disebut-sebut sebagai orang yang berada di balik latto-latto. Glass merupakan seorang desainer mainan dan juga pendiri Marvin Glass & Associates (MGA), yakni perusahaan desain dan rekayasa mainan di Chicago, Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, permainan ini juga disebut-sebut memiliki kesamaan desain dengan boleadoras, senjata yang menjadi pilihan gauchos, yakni koboy Argentina yang mencoba untuk menangkap guanacos, yakni binatang yang terlihat seperti seekor llama.

Di Indonesia, permainan ini juga pernah digandrungi oleh anak-anak pada era 1990an sebelum kembali populer pada penghujung tahun ini.

Saat ini, latto-latto yang dimainkan oleh anak-anak di dalam negeri memiliki beragam warna. Tidak hanya itu, bola yang terpasang di setiap tali juga berbahan plastik. Tidak hanya itu, sejumlah pihak juga menyelenggarakan pertandingan permainan itu.

Beberapa lomba yang terselenggara bahkan disebut-sebut sampai berjam-jam, dan membuat banyak penonton tertidur karena menunggu.

Kepopuleran permainan ini bahkan membuatnya viral di sejumlah media sosial, seperti TikTok. Beberapa akun bahkan memanfaatkan kepopuleran permainan ini guna meraih perhatian pengguna TikTok lainnya.

Sampai saat ini tercatat video sebuah yang membuat cara bermain latto-lato berhasil meraih lebih dari delapan ratus ribu suka di media sosial TikTok.

Baca juga: Bikin Kangen dan Nostalgia, Ini daftar 5 Permainan Tradisional Tahun 90-an

Editor: Dika Irawan 
SEBELUMNYA

Coiling, Tindakan Intensif Cegah Pecahnya Pembuluh Darah Otak

BERIKUTNYA

Daftar 10 Film Terbaik dengan Perolehan Piala Terbanyak pada 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: