Ilustrasi anak-anak Indonesia. (Sumber gambar : Freepik/Jcomp)

Tips Kembangkan Minat & Bakat Anak Sambut Indonesia Emas 2045

30 November 2022   |   21:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada 2045. Sebanyak 70 persen penduduk masuk dalam kategori usia produktif yakni 15-64 tahun. Sisanya, 30 persen merupakan penduduk yang tidak produktif yaitu usia di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun. Pada saat itu, Indonesia juga mencapai usia emas alias genap berusia 100 tahun. 

Atas bonus demografi ini, Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi Negara-Negara Maju (OECD), memprediksi 2045 ekonomi Indonesia mencapai Rp8,89 triliun dan menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia. Namun semua itu bisa tercipta jikalau Indonesia memiliki kualitas SDM yang menguasai teknologi, inovatif, dan produktif, serta mampu mewujudkan transformasi ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini fokus untuk membangun talenta di bidang riset, seni budaya, dan olahraga. Salah satu caranya adalah melalui program Manajemen Talenta Nasional. Ujung tombak program tersebut adalah pendidikan dan pengembangan karakter.

Baca juga: Kebiasaan Membereskan & Merapikan Mainan Berdampak Positif Terhadap Perkembangan Anak

Chief Executive Officer PT Suntory Garuda Beverage, Neeraj Goyal, percaya seluruh komponen negara, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat, harus bersinergi serta berkomitmen untuk membangun talenta anak dan remaja Indonesia.

Menurut Goyal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan minat dan bakat anak sejak dini, berikut diantaranya. 
 

1. Perlihatkan hal positif yang bisa dilakukan kepada anak

Ajak anak-anak untuk eksplorasi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Kenalkan sebanyak mungkin bentuk kegiatan positif, seperti olah raga, hobi, musik, hingga teknologi.

Pendekatan yang ringan sambil bermain, biasanya sangat efektif. Peran orang tua besar sekali pada tahap ini. Orang tua dapat mengajak anak-anaknya berolahraga, menonton pertunjukkan atau bermain musik, menari, dan kegiatan lainnya yang akan membuka mata anak terhadap minat dan bakatnya.
 

2. Deteksi minat dan bakat anak

Perhatikan anak-anak di sekitar kamu. Adakah yang punya minat khusus terhadap melukis, menulis, menyanyi, bermain musik atau kecerdasan matematikanya di atas rata-rata hingga indikasi bakat bermain bola. 

Jika ada, sampaikan kepada orang tuanya. "Mari bantu anak-anak tersebut memaksimalkan potensi minat dan bakatnya," tegas Goyal.
 

3. Yakin semua anak cerdas

Dia menjabarjan setidaknya ada sembilan jenis kecerdasan yang dimiliki anak. Kesembilannya yakni kecerdasan bahasa, kecerdasan logika matematika, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis dan kecerdasan ekstensial. 

Sembilan kecerdasan ini sering disebut sebagai kecerdasan majemuk (multiple intelligence). Dengan demikian, bisa saja seorang anak tidak pintar akademis di sekolah, tapi sangat berbakat di satu cabang olahraga. Memahami hal ini, dapat mengarahkan minat dan bakat anak dan remaja secara tepat.
 

4. Beri dukungan, penghargaan dan motivasi

Saat anak telah mencoba minat dan bakat mereka, beri dukungan dan penghargaan. Ini sangat penting bagi anak dan remaja agar terus termotivasi menggali bakat-bakat mereka. Mereka juga akan semakin bersemangat mengejar prestasi. 

Ajang pencarian bakat seperti Okky BIG Star 2022 adalah salah satu cara kita semua untuk memberikan dukungan, penghargaan dan motivasi bagi anak-anak dan remaja Indonesia, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

Perajin Sebut Batik Mengalami Alih Budaya, Kenapa Ya?

BERIKUTNYA

Jakarta Dog School Latih Anabul Lebih Jinak, Segini Biayanya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: