Ilustrasi berkendara saat wisata ke alam. (Sumber gambar : Unsplash/Tabea Schimpf)

Libur Akhir Tahun, Cek Kiat Aman Berkendara Saat Berwisata Alam

25 November 2022   |   10:00 WIB

Akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk berlibur bersama keluarga, teman, maupun kerabat dekat. Salah satu wisata yang banyak digemari masyarakat Indonesia adalah wisata alam terbuka. Pergi ke tempat air terjun, pantai, atau bukit bisa jadi pilihan menyegarkan setelah bekerja keras sepanjang tahun. 

Alam dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan dan kondisi psikologis, seperti meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan konsentrasi, dan menjadi sarana rekreasi dari penatnya rutinitas sehari-hari. Selain itu, wisata alam juga relatif murah sehingga jadi pilihan favorit. 

Namun demikian, medan jalan wisata alam cukup ekstrem, berkelok-kelok, dengan tanjakan curam, dan badan jalan yang sempit. Tentu butuh dukungan kendaraan yang mumpuni dan kemampuan mengemudi yang handal untuk melewatinya.

Nah buat kamu yang ingin berlibur ke alam terbuka dengan kendaraan, berikut beberapa kiat untuk menjaga performa mobil tetap baik.

Baca jugaDestinasi Wisata yang Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan
 

1. Buat Estimasi JarakTempuh

Menurut National Sales Manager Passanger Car Radial PT. Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono, dengan mengetahui jarak, kamu dapat mempersiapkan kebutuhan bahan bakar, kondisi ban, tool kit maupun peralatan darurat lainnya. 

Khusus ban, kamu membutuhkan karakteristik ban dengan desain tapak yang kasar dan lebih renggang agar lebih aman serta nyaman melewati berbagai jenis medan jalan. Ban harus memiliki kemampuan pengereman yang baik di kondisi jalanan basah atau kering. 
 

2. Tentukan Muatan Kendaraan

Untuk muatan kendaraan jenis MPV atau SUV, disarankan maksimal 8 orang dan sudah termasuk pengemudi, dengan bobot maksimal 3.500 kilogram. Kalian dapat melihat kombinasi kode angka dan huruf pada ban yang menandakan load index per ban mobil. 

"Kendaraan yang overload kerap berujung pada insiden pecah ban dan rem blong karena tekanan yang diterima oleh ban lebih besar sehingga mengakibatkan gesekan yang melebihi kapasitas ban," jelas Apriyanto.
 

3. Cek Kendaraan Sebelum Berangkat 

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi juga memaparkan bahwa sebesar 9 persen penyebab kecelakaan dipicu karena faktor kendaraan secara teknis. Oleh karena itu, penting untuk cek mesin kendaraan, kondisi air radiator, hingga tekanan angin pada ban. 

Apriyanto menyebut bahwa tekanan angin yang ideal pada ban sekitar 32 hingga 35 psi (per square inch). Waktu pengisian angin pada ban mobil sebaiknya dilakukan pada saat ban dalam keadaan dingin. 

Menurutnya, jika dilakukan pada saat ban keadaan panas, tekanan udara meningkat dan akan terjadi pemuaian yang mengakibatkan ban dapat mengempis. "Periksa juga apakah ada objek atau kerikil yang melekat pada ban agar kendaraan tidak selip pada saat melakukan perjalanan," tambah Apriyanto.
 

4. Jaga Konsentrasi

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi menjelaskan bahwa sebesar 61 persen penyebab kecelakaan dipicu oleh faktor manusia. Oleh sebab itu, hindari penggunaan smartphone, multitasking dengan kegiatan lainnya dan rasa kantuk ketika berkendara.

Pastikan kamu cukup istirahat sebelum berwisata dan hindari mengkonsumsi obat-obatan yang dapat memicu badan lemas pada saat menyetir. Jangan sampai tujuan wisata yang menyenangkan malah jadi rusak, akibat ulah kita sendiri yang tidak fokus saat berkendara. 

Baca jugaJadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022, Intip 6 Destinasi Wisata Qatar yang Menakjubkan

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah
SEBELUMNYA

Ronaldo Jadi Pemain Kunci saat Portugal Kalahkan Ghana 3-2 di Laga Grup H Piala Dunia 2022

BERIKUTNYA

Begini Tips Mengatasi Anak Drama Saat Ditinggal Pergi Orang Tua

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: