Akira Kurosawa adalah sineas asal Jepang yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan sinema dunia dari Hollywood hingga Spaghetti Western (sumber gambar Instagram/akirakurosawaarchive)

Profil Akira Kurosawa, Sineas Asal jepang yang Jadi Inspirasi Pembuat Film Dunia

01 November 2022   |   11:23 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Genhype pernah enggak sih nonton film-film samurai? Nah, membicarakan film epos Jepang atau samurai tak lengkap rasanya bila kita tidak menyinggung sosok Akira Kurosawa. Sineas dari Negeri Matahari Terbit ini merupakan salah satu tonggak lahirnya sinema keemasan dunia sampai saat ini. 

Filmnya yang berjudul The Hidden Fortress (1958) akhirnya menjadi inspirasi film Star Wars (1997) yang melegenda dan terus diproduksi dalam berbagai serial. Tak hanya itu, film lainnya Seven Samurai (1954) juga diproduksi ulang  Antonia Fuqua dengan judul The Magnificent Seven (2016) dan laris di pasaran dunia.

Berdiri di garda terdepan sebagai sutradara keemasan sinema Jepang era 1950-an, Akira Kurosawa lahir pada 23 Maret 1910. Ayahnya adalah seorang mantan tentara yang beralih profesi sebagai guru olahraga dan merupakan anggota Asosiasi Pendidikan Jasmani Jepang.

Baca jugaProfil Wassily Kandinsky, Pionir Aliran Seni Lukis Abstrak Dunia
 
 


Sejak kecil, Akira Kurosawa juga sudah memiliki bakat melukis. Bakat inilah yang kelak menuntunnya menjadi pelukis papan panduan adegan (storyboard) serta memengaruhi proses pembuatan film-film terbaiknya.

Lahir sebagai anak bungsu dari 8 bersaudara, ada sosok-sosok penting yang membentuk Kurosawa sebagai sineas handal. Dalam memoarnya, Something Like an Autobiography (1981) dia menuturkkan kakaknya, Heigo Kurosawa, seorang Benshi (narator film bisu) cukup banyak memberi pengaruh besar pada kariernya. 

Debut pertama Akira Kurosawa sebagai sutradara dimulai saat menggarap film Sanshiro Sugata (1943). Tujuh tahun kemudian setelah aktif tiap tahunnya membuat film, dia menyutradarai film Rashomon (1950) yang memberi perspektif baru terhadap kebenaran dan sinema dunia. 

Dirangkum dari Rotten Tomatoes, film tersebut menjadi karya pertama sineas Jepang pasca Perang Dunia II, yang dilirik oleh penonton Barat. Akan tetapi, di tempat asalnya sendiri, Jepang, dia malah dianggap terlalu kebarat-baratan sehingga banyak kritikus film di sana yang tidak setuju dengan gaya bertutur Kurosawa. 

Baca jugaProfil Seniman Claude Monet, Pelopor Impresionisme yang Karyanya Sempat Diejek Kritikus
 

Karya Film yang Ikonik

Tony Zhou, seorang penulis sekaligus sutradara dari Kanada mengulas karya-karya Kurosawa dalam video esai pendeknya bertajuk Every Frame a Painting. Di sini dia juga menampilkan komentar dari berbagai sineas dunia mengenai hasil karya sinema Kuroswa.

Dalam video tersebut Tony menampilkan cuplikan adegan dari film-film Akira Kurosawa yang telah dia kurasi. Lalu menganalisisnya secara rinci dari setiap adegan dan menangkapnya sebagai sebuah gerakan yang bercerita. Tak hanya gaya bertutur secara visual, Kurosawa juga mampu menghadirkan gambar-gambar indah dan ikonik dengan cerita yang menarik.

Dia menolak pakem linier dalam penceritaan sebuah film. Hal ini bisa dilihat dalam karyanya, salah satunya Rashomon (1950). Bagi Kurosawa, struktur cerita dalam film adalah elemen yang tidak harus dipatuhi. Sutradara legendaris ini bisa membuat narasi dengan susunan akhir, awal dan tengah; atau, tengah, awal dan akhir, tanpa membuat para penontonnya bingung.

Hal itu pun diamini oleh Francis Ford Coppola, sutradara kawakan pembuat film The Godfather. Menurut Coppola, Kurosawa tak hanya menciptakan satu atau dua karya masterpiece, tapi ada delapan karya terbaik yang pernah dibuat. 

Baca jugaProfil dan Film Terbaik Robbie Coltrane, Pemeran Karakter Hagrid di Film Harry Potter

Setali tiga uang, Martin Scorsese, pembuat film Gangs of New York (2022), dikutip dari miror.co.uk  juga menganggap Kurosawa sebagai salah satu gurunya. Tak hanya itu, baginya Kurosawa adalah guru dari banyak pembuat filmmaker selama bertahun-tahun di dunia. 

Sebagai sutradara, Scorsese pun pernah menjadi aktor Kurosawa saat dia memerankan karakter Vincent van Gogh di film Dreams (1990). Mengambil tema realisme magis, film tersebut bercerita tentang 8 kisah berbeda yang terinspirasi dari mimpi-mimpi Akira Kurosawa saat tertidur.

Kurosawa meninggal Pada 6 September 1998 setelah terserang penyakit stroke. Dia menghembuskan napas terakhir di kota kelahirannya, Tokyo, dan dimakamkan di Kamakura, sebuah kota tepi laut sekitar satu jam perjalanan dari Tokyo. 

Semasa hidup Akira Kurosawa telah menciptakan 30 film. Delapan diantaranya dianggap para kritikus film sebagai masterpiece atau karya agung. Kurosawa juga telah menerima banyak penghargaan dari berbagai festival-festival film bergengsi domestik maupun internasional.

Karya-karya terbaik Akira Kurosawa a.l, Seven Samurai (1954), Ran (1985), Kagemusha (1980), Rashomon (1950),  Throne of Blood (1957), dan The Bad Sleep Well (1960). Kemudian ada juga  Yojimbo (1961), Ikiru (1952), High and Low (1963), dan Stray Dog (1949).
 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Jadwal Tayang & Sinopsis The Big 4, Film Komedi-Laga Terbaru Karya Timo Tjahjanto

BERIKUTNYA

Begini Rahasia Memilih Bisnis Franchise Makanan, Biar Cepat Balik Modal & Untung

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: