Ilustrasi halloween (Sumber gambar: Unsplash/Charles Parker)

Trick or Treat! Ini 5 Fakta Hari Halloween dan Sejarah di Baliknya

30 October 2022   |   15:22 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Halloween merupakan perayaan tahunan yang kerap dijumpai di negara-negara Barat. Perayaan tersebut biasanya dimulai pada 28 Oktober hingga 31 Oktober di mana pekarangan rumah dipenuhi dekorasi menyeramkan dan anak-anak mengenakan kostum untuk melakukan tradisi trick or treat.

Sejarah Halloween sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu. Perayaan ini terus diwariskan dari generasi ke generasi dengan selebrasi yang unik seperti bepergian di malam hari sambil mengenakan kostum berbagai karakter legendaris. Di balik perayaan yang seru, terdapat beberapa fakta yang menarik dari hari Halloween yang sedang marak dirayakan. Yuk simak!

Baca juga: 5 Ide Kostum Halloween Sambut Spooky Season, Mulai dari Valak hingga Scarlet Witch
 

Ilustrasi perayaan hari Halloween (Sumber gambar: Nick Fewings/unsplash)

Ilustrasi perayaan hari Halloween (Sumber gambar: Nick Fewings/unsplash)

 

1. Makna Nuansa Oranye dan Hitam

Dilansir dari laman History, Halloween sudah ada sejak suku kuno Kelt meninggali wilayah Prancis Utara dan  Britania Raya. Suku Kelt memiliki perayaan beranam Samhain yakni sebuah peringatan datangnya kegelapan setelah musim panas berlalu. Musim panas dianggap suku Kelt sebagai musim penting bagi keberlimpahan panen mereka. Untuk itulah, Halloween ditandai dengan warna oranye sebagai tanda musim panen yang diagungkan suku Kelt, sementara warna hitam identik dengan lambang kegelapan atau kematian.
 

2. Awal Mula Trick or Treat

Trick or treat sudah ada sejak awal tahun 1800-an. Para pemuda berkunjung ke rumah-rumah teman dan tentangga sembari meminta makanan atau uang yang menjadi awal mula tradisi trick or treat. Meski praktik itu sempat padam, pada 1920 trick or treat kembali dihidupan di negara-negara Kekristenan barat. Secara teori, seseorang bisa memberikan hadiah berupa makanan atau uang kepada anak-anak untuk mencegah trik yang ditujukan kepada mereka.
 

3. Perayaan Pesta Halloween

Di beberapa wilayah, Halloween dijadikan hari libur untuk perayaan pesta dan parade yang dimulai pada 1920. Halloween menjadi ajang bagi kaum muda untuk berpesta bertemu dengan teman-temannya. Tradisi ini pun terus berkembang di Amerika. Bahkan Halloween menjadi hari libur komersial terbesar setelah Natal.


4. Masyarakat Celtic kuno memberi sugguhan kepada leluhur

Masyarakat Celtic kuno akan merasa lebih dekat dengan kerabat atau temannya yang sudah meninggal di hari ini. Mereka memberikan sugguhan di atas meja makan di jalan yang penuh dengan lilin sebagai simbol membantu orang terdekat yang sudah meninggal untuk kembali menemukan jalan ke dunia roh.
 

5. Amerika Merubah Perspektif Halloween

Dibanding hal-hal menyeramkan, pada 1800-an Amerika membentuk Halloween sebagai ajang berkumpul dengan orang terdekat dan tetangga dibanding mengangkat nuansa hantu dan sihir. Mereka merayakannya dengan pesta yang fokus pada pemaianan, makanan, dan kostum-kostum unik. Karena perayaan semacam ini, Halloween yang pekat dengan kesan menyeramkan, takhayul, dan religius pun semakin memudar.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Acara dibatalkan, Cek Mekanisme Refund Berdendang Bergoyang Festival 2022

BERIKUTNYA

Over Kapasitas hingga dibubarkan Polisi, Ini Cerita Penonton Berdendang Bergoyang Festival 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: