Yetti Oktarina Prana (kiri) & Jenny Yohana Kansil (kanan)-Sumber foto: Indonesian Fashion Chamber

Bawa Batik Durian Lubuklinggau, Desainer Jenny Yohana Kansil Sabet The Genius of Gianni Versace Award

18 October 2022   |   19:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Desainer Jenny Yohana Kansil melalui merek fesyennya, JYK, meraih penghargaan The Genius of Gianni Versace Award dalam perhelatan yang berlangsung di Palazzo Visconti, Milan, Italia, belum lama ini. Pencapaian ini menjadi momentum kali pertama batik tradisional meraih penghargaan internasional.

Penghargaan itu diraih oleh Jenny berkat salah satu koleksi busana rancangannya yang menggunakan Batik Durian Lubuklinggau, yang dipersembahkan untuk mengenang mendiang desainer Gianni Versace.

Seperti diketahui, Versace telah menjadi perancang busana yang karya-karyanya mencuri perhatian publik dunia. Sejumlah selebriti, mulai dari tokoh rock and roll Elton John, Bon Jovi, Tina Turner, Madonna, hingga Naomi Campbell mengekspresikan diri dan gaya mereka lewat rancangan khas Versace. 

b

Koleksi Spring Summer 203 'Egalitarian' by JYK (Sumber foto: Indonesian Fashion Chamber)

Dalam ajang itu, JYK memamerkan koleksi yang diberi nama Spring Summer 203 'Egalitarian'. Koleksi ini merupakan hasil kolaborasi dengan Batik Durian Lubuklinggau yang digagas oleh Yetti Oktarina Prana, Ketua Dekranasda Lubuklinggau di Palazzo Visconti, Milan.

Koleksi ini terdiri atas 10 busana bergaya sporty, dan satu di antaranya turut disertakan dalam pameran tribute untuk Gianni Versace. Pada koleksi kali ini, busana-busana rancangan JYK mengambil siluet dari era 1970-an di mana melambangkan tahun kebebasan dan kesetaraan.

Di samping itu, era tersebut juga dianggap sebagai dekade paling modis sepanjang masa. Koleksi 10 busana ini terdiri dari rentang desain yang luas dari mulai rok mini hingga rok midi, dengan siluet A-line, modern crop top, siluet high waist, flared jeans hingga elegansi floral dengan desain koleksi yang didominasi lengan baju penuh statement. 

Terlebih, dalam koleksi kali ini, JYK mengawinkan olah digital dengan warisan tradisional batik lewat cara mendesain ulang. JYK label berkolaborasi dengan artisan batik dalam menciptakan batik motif baru yang tampil lebih kontemporer dan diyakini dapat diterima oleh pasar internasional. 
 

fg

Koleksi Spring Summer 203 'Egalitarian' by JYK (Sumber foto: Indonesian Fashion Chamber)

Koleksi dari JYK pun mendapatkan pujian dari para juri yang diantaranya terdiri dari Russ Ev, Salvatore V. Zannino, Valeria Orlando, giulia Brunello, Josip Grabovac, Marcello Costa, dan Giuliana Bortolato.

Para juri menentukan pilihannya berdasarkan kreativitas dan ciri khas dari kejeniusan Gianni Versace. Dalam kesempatan ini, terdapat dua penghargaan yang diberikan yakni untuk desain busana dan aksesori. Batik Durian Lubuklinggau pun menjadi batik pertama yang mendapat penghargaan internasional The Genius of Gianni Versace Award. 

Jenny Yohana Kansil menuturkan spirit JYK label yakni meneruskan sejarah Istituto di Moda Burgo di mana founder Fernando Burgo memiliki kedekatan dengan Versace.

Versace, kata dia, memberikan  banyak masukan kepada  kurikulum dan metode pengajaran di sekolah yang dikenal dengan metode Burgo.

"Legacy Versace selalu melekat dan mengikuti perjalanan Istituto di Moda Burgo, dan yang menariknya lagi Burgo Indonesia menghidupkan kembali sejarah tersebut dengan mengusung heritage Indonesia," ujar perempuan yang juga menjadi pendiri sekolah fashion Istituto Di Moda Burgo Indonesia itu.

Selain JYK, desainer yang turut serta dalam perhelatan tribute to Versace kali ini diantaranya Loom Weaving, Marlon Brandau, The Queen Space, Helena Kakhramanyan, Salvatore Caputo Shows, Just Black, Monier Atelier dan Artuyt (pemenang kategori aksesori). 

Para desainer Emerging Talents Milan tersebut mengusulkan masing-masing satu busana dari rancangannya untuk ikut dalam kontes The Genius of Gianni Versace Award. Kesembilan karya tribute untuk Gianni Versace itu pun dipamerkan di Palazzo Visconti dalam pameran bertajuk Omaggio a Gianni.  

Editor: Dika Irawan 

SEBELUMNYA

Bye bye Sinovac, Pemerintah Fokus Gunakan Vaksin Dalam Negeri

BERIKUTNYA

5 Lukisan Paling Menyeramkan di Dunia, Salah Satunya Dibuat oleh Pembunuh Berantai

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: