Contoh vaksin Covid-19 (Sumber gambar : Freepik)

Bye bye Sinovac, Pemerintah Fokus Gunakan Vaksin Dalam Negeri

18 October 2022   |   15:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Program vaksinasi masih digenjot pemerintah seiring wacana melepas status pandemi Covid-19 pada 2023. Dari 204,7 juta orang yang mendapat vaksinasi dosis pertama, baru 64,3 juta yang melakukan vaksinasi dosis ketiga alias booster.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan terkait pemberian vaksin Covid-19, pemerintah fokus menggunakan vaksin produksi dalam negeri. Adapun program vaksinasi yang berlangsung selama dua tahun ini paling banyak menggunakan vaksin impor seperti Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Sinopharm, maupun Jannsen.

Baca juga: Basmi DBD, BPOM Setujui Vaksin Dengue Tetravalen

Budi menyebut saat ini sudah ada dua jenis vaksin yang diproduksi dalam negeri, yaitu vaksin IndoVac dari PT Biofarma berbasis virus yang dilemahkan dan vaksin AWCorna dari PT Etana Biotechnologies Indonesia berbasis mRNA.

"Sekarang konsentrasinya beli vaksin dalam negeri yang salah satunya punyanya Biofarma dan kemungkinan nanti dari Universitas Airlangga. Kita ada backup sedikit vaksin impor di bulan Oktober," ujar Budi dalam keterangannya, dikutip Hypeabis.id, Selasa (18/10/2022).
 

Ilustrasi penyuntikan vaksin. (sumber gambar : Freepik)

Ilustrasi penyuntikan vaksin. (sumber gambar : Freepik)

Vaksin IndoVac telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo bersama menteri terkait pada Kamis (13/10/2022) di gedung PT Biofarma, Bandung. Vaksin ini telah memiliki izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM pada 24 September 2022.

Vaksin Indovac terbuat dari kandungan zat aktif rekombinan Receptor-Binding Domain (RBD) protein S virus SARS-Cov-2. Vaksin Indovac merupakan vaksin Covid-19 dengan platform rekombinan protein subunit yang dikembangkan oleh PT Biofarma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, USA. Vaksin ini sudah siap digunakan untuk vaksin primer bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin Covid-19. 

Sementara itu, vaksin yang diproduksi PT Etana Biotechnologies Indonesia adalah vaksin AWcorna. Vaksin ini berbasis mRNA (messenger RNA), yakni vaksin dengan teknologi terbaru hasil pengembangan bioteknologi.

Vaksin AWcorna telah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) dari Badan POM. Vaksin tersebut menambah alternatif vaksin yang dapat digunakan dalam program vaksinasi Covid- 19 untuk dewasa usia 18 tahun ke atas.

Di sisi lain, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, untuk wilayah yang keterbatasan vaksin, Pemerintah akan merelokasi stok vaksin. Relokasi yakni dilakukan pemindahan dari wilayah dengan stok vaksin banyak ke wilayah yang kekurangan vaksin.

Kata Nadia dalam 1-2 minggu ke depan keterbatasan stok vaksin ini akan berangsur tersedia kembali. "Untuk masyarakat yang harus melakukan perjalanan sementara dapat menggunakan tes PCR sebagai syarat perjalanan sesuai SE Kemenhub," sebutnya. 

Lebih lanjut dia memaparkan bahwa stok vaksin Covid-19 saat ini total sekitar 1,2 juta dosis. Sebanyak 200 ribu dosis vaksin teralokasi di pusat, sementara 1 juta dosis teralokasi di daerah.

Editor: Dika Irawan 

SEBELUMNYA

5 Fakta Seru Film 6/45, Saat Tentara Korsel & Tentara Korut Berebut Hadiah Lotre

BERIKUTNYA

Bawa Batik Durian Lubuklinggau, Desainer Jenny Yohana Kansil Sabet The Genius of Gianni Versace Award

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: