Ilustrasi suntikan vaksin (dok: Unsplash/Diana Polekhina)

Vaksinasi di Kala Pandemi, Bukan Vaksin Covid-19 Saja Genhype

17 June 2021   |   14:52 WIB
Image
Rezha Hadyan Hypeabis.id

Kasus Covid-19 yang mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir memberi kecemasan dalam masyarakat sehingga antisipasi berupa imunisasi dan vaksin sangat diperlukan kala jadwal imunisasi dan vaksinasi rutin untuk jenis penyakit lain tidak bisa diabaikan.

Secara umum, masyarakat sudah memahami untuk mencegah virus menyerang tubuh maka manusia harus memiliki sistem imun yang kuat. Adapun cara mendorong sistem imun yang kuat adalah dengan melakukan imunisasi maupun vaksinasi. 

Menurut Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), pada masa kini, imunisasi diberikan pada orang sehat dan bisa juga diberikan pada keadaan khusus, termasuk dalam masa pandemi.

Dia menjelaskan, imunisasi berbeda dengan vaksinasi yang diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap antigen. Sehingga bila terpapar antigen yang sama, tubuh orang tersebut sudah punya zat kekebalan sehingga tidak terserang penyakit.

Dia merinci, imunisasi bersifat pasif karena hanya melakukan transfer antibodi, berbeda dari vaksinasi yang bersifat aktif memproduksi antibodi. Dalam upaya meningkatkan imunitas, masa pandemi ini juga mendorong terapi plasma dari orang yang sudah sembuh dari Covid-19. 

“Ini sebetulnya bentuk pemberian imunitas pasif dengan memberikan antibodi dari orang lain, karena tubuh orang tersebut tidak mendapat atau menerima, imunitas aktif membentuk imunitas sendiri,” terangnya.

Oleh sebab itu, seiring dengan perubahan kondisi fisik maupun kondisi eksternal seperti iklim dan suhu, penting bagi orang dewasa untuk melakukan imunisasi dan vaksinasi. Apalagi, proses imunisasi bagi orang dewasa di Indonesia sudah berlangsung sejak 2003, dan per 2017 sudah diterbitkan pula Buku Pedoman Imunisasi pada Orang Dewasa.

Sementara itu, dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur menyatakan sistem imun terdiri dari seluruh sel, jaringan, dan organ yang membentuk sebuah  imunitas berupa kekebalan tubuh terhadap infeksi atau suatu penyakit. 

Pasalnya, terdapat beberapa fungsi dari sistem imun yaitu di antaranya sebagai penangkal benda asing yang masuk ke dalam tubuh sehingga dapat menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Sistem imun juga dapat mendeteksi adanya sel-sel yang tidak normal, termutasi, atau ganas dan kemudian sistem imun akan segera menghancurkannya. 

Produksi Antibodi
Oleh sebab itu, antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan berfungsi untuk melawan sel-sel asing yang masuk ke dalam tubuh. Senjata ini diproduksi oleh sel-sel B yang diumpamakan sebagai pejuang dalam sistem kekebalan tubuh. 

Antibodi akan mengikatkan diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. Kemudian, Antibodi akan menandai molekul-molekul asing tempat mereka mengikatkan diri sehingga sel pejuang tubuh dapat membedakan molekul asing tersebut sekaligus melumpuhkannya.

Terdapat empat jenis Antibodi yaitu Immunoglobulin A (IgA), Immunoglobulin B (IgB), Immunoglobulin M (IgM), dan Immunoglobulin G (IgG). Pemeriksaan Antibodi IgA biasanya dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis gangguan pada sistem imunitas tubuh manusia. Pemeriksaan Antibodi IgE dilakukan untuk mendeteksi penyakit alergi dan infeksi parasit. 

Maka dari itu dr. Muhammad Irhamsyah mengatakan dalam menghadapi Covid-19, tubuh akan memproduksi Antibodi IgM saat seseorang pertama kali terinfeksi bakteri atau virus sebagai bentuk pertahanan pertama tubuh dalam melawan infeksi. Kadar IgM akan meningkat dalam waktu tiga hingga empat belas hari saat terjadi infeksi dan kemudian kadar IgM akan menurun dan digantikan oleh Antibodi IgG yang akan muncul pada hari ke tujuh hingga lima belas sampai infeksi tersebut hancur atau musnah. Maka dari itu, hasil pemeriksaan IgM dengan nilai yang tinggi dianggap sebagai tanda adanya infeksi yang aktif. 

Oleh sebab itu, dalam hal pemeriksaan screening Covid-19, terdapat dua metode serologi pemeriksaan Antibodi yang digunakan. Metode pertama yaitu melalui metode tetes spesimen darah yang dikenal dengan nama Rapid Test Antibodi. 

“Metode kedua yaitu pemeriksaan kadar Antibodi terhadap covid-19 melalui alat mesin yang canggih dengan prinsip ECLIA (Electrochemiluminenscence Immunoassay) menggunakan pancaran cahaya untuk deteksi Antibodi spesifik terhadap Covid-19,” ungkapnya.

Adapun dr. Suzy Maria, SpPD, Dokter Penyakit Dalam RSCM menambahkan, selama masa pandemi ini para orang dewasa harus tetap mengutamakan jadwal imunisasi dan vaksinasi sesuai anjuran dokter. Apalagi bagi sebagian orang dewasa yang memerlukan imunisasi sebagai syarat pekerjaan dan keluar kota atau keluar negeri. 

Dia merinci ada beberapa jenis vaksinasi dengan indikasi umum yang diperlukan bagi orang dewasa yaitu; influenza, pneumokok untuk usia di atas 50 tahun, tetanus difteri pertussis, vaksin hepatitis B, vaksin HPV bagi wanita di bawah 55 tahun dan pria  yang masih di bawah 26 tahun, vaksin herper zoster untuk usia di atas 50 tahun, vaksin MMR (Mumps, Measlers, dan Rubella), vaksin varicela atau cacar air, vaksi hepatitis A, dan vaksin tifoid. Sebaliknya, jenis vaksin dengan indikasi khusus bagi orang dewasa misalnya rabies dan polio. 

“Nah, selama pandemi ini vaksin yang dianjurkan bagi orang dewasa adalah; influenza, pneumokok, dan pertussis,” ujar Suzy.

Dia menyebutkan, tiga jenis vaksin ini bukanlah vaksin baru. Ketiganya adalah vaksin lama yang sejak dulu sudah tersedia, namun dengan adanya pandemi tim medis pun mendorong pemberian vaksin ini. 

Suzy beralasan pemberian tiga vaksin ini penting karena berkaitan dengan masalah pernafasan dan bisa menyebabkan penyakit di saluran pernapasan yang membuat rentan terhadap virus.

“Ada orang yang berisiko tinggi tanpa vaksin flu. Jadi ini sangat dianjurkan bagi penderita penyakit kronis, usia saat muda, usia lanjut, ibu hamil, dan tenaga kesehatan,” ungkap Suzy.


Editor: Indyah Sutriningrum
 
SEBELUMNYA

Spotify Luncurkan Pesaing Clubhouse, Greenroom

BERIKUTNYA

Havainas Perkenalkan Logomania High Tech untuk Koleksi Musim Panas Terbaru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: