Ilustrasi mitos kesehatan (Sumber gambar: Freepik)

5 Mitos Kesehatan Ini Masih Dipercaya Mayoritas Warga +62

29 September 2022   |   17:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Dunia kesehatan tidak lepas dari mitos-mitos yang berkembang dan dipercayai masyarakat, meskipun kepercayaan itu sulit dibuktikan oleh ilmu medis. Bahkan, beberapa mitos justru disebut memiliki informasi yang keliru dan dapat membahayakan bagi kesehatan.

Mulai saat ini, genhype harus berhati-hati menelan informasi seputar kesehatan. Sebab, mitos-mitos soal kesehatan itu sudah beredar cukup lama di masyarakat, alhasil banyak orang yang menganggap mitos tersebut adalah sebuah fakta. 

Baca juga: 4 Mitos Ini Bikin Salah Kaprah dalam Konsumsi Obat Painkiller

Dokter Spesialis Gizi Klinis Cindiawaty J. Pudjiadi mengatakan orang Indonesia memang tidak bisa dilepaskan dari mitos. Banyak mitos soal kesehatan yang beredar di masyarakat yang sebenarnya perlu ditinjau kembali kebenarannya.

Cindy mengatakan dari sekian banyak mitos yang beredar, setidaknya ada lima yang paling banyak dibicarakan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Lantas apa saja mitos-mitos yang berkembang di masyarakat?


1. Makan Daging Kambing Jadi Perkasa.

Banyak orang percaya makan daging kambing bisa jadi perkasa. Cindy menyebut daging kambing memang merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral. Daging kambing kambing juga cenderung memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi dan domba.

Daging kambing disebut mampu meningkatkan keperkasan karena mengandung zinc, magnesium, B12, protein, dan aginin. Kandungan tersebut memang berpengaruh pada keperkasaan laki-laki. Namun, sebenarnya banyak kandungan makanan lain yang mengandung hal tersebut.

Selain itu, efek konsumsi zat-zat tersebut juga bukan sesuatu yang instan. Jadi, bukan berarti setelah makan kambing bisa langsung jadi perkasa. Itu hanya sebuah mitos belaka.
 

2. Belum 5 Menit.

Ada mitos soal makanan yang jatuh kurang dari lima menit masih boleh dimakan. Namun, faktanya makanan yang sudah jatuh berpotensi sudah terkontaminasi kotoran-kotoran tertentu. Tidak butuh lima menit, cukup beberapa detik saja bakteri escherichia coli mampu berpindah cepat ke makanan yang jatuh ke lantai.

Tentu makanan yang sudah terkontaminasi sudah tidak layak konsumsi. Sebab, bakteri maupun kuman yang ada di lantai tidak terlihat. Bisa jadi makanan yang jatuh masih terlihat bersih, tetapi ternyata sudah tercemar

“Orang yang mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit, misalnya gangguan pencernaan, sakit perut, dan diare,” ujar Cindy dalam acara Press Briefing: Kupas Info Seputar Mitos Kesehatan di Masyarakat, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (29/9).
 

3. Minum Air Kelapa Bikin Bayi Bersih.

Biasanya perempuan yang sedang mengandung akan direkomendasikan meminum air kelapa. Sebab, minum air kelapa bisa membuat kulit bayi jadi lebih bersih. Namun, ternyata informasi itu tidak benar.

Kulit dan kesehatan bayi bergantung pada banyak faktor, seperti genetik, nutrisi, dan kesehatan orang tua. Jadi, air kepala bukan faktor tunggal yang membuat kulit bayii bersih.
 

4. Pasta Gigi untuk Luka Bakar.

Pasta gigi banyak digunakan sebagai obat pertolongan pertama pada luka bakar. Informasinya, pasta gigi mampu meredam panas pada luka bakar sehingga tubuh jadi merasa lebih nyaman. Namun, pasta gigi ternyata malah mengiritasi luka bakar dan menciptakan daerah di sekitarnya jadi infeksi.

Jika terkena luka bakar, sebaiknya aliri daerah luka dengan air bersih. Namun, jika rasa sakit tidak tertahankan lagi, kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, lalu berkonsultasilah ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.


5. Masuk Angin.

Banyak orang yang merasa tidak enak badan lalu menyebutnya sebagai masuk angin. Namun, sebenarnya masuk angin tidak dikenal di dalam dunia medis. Gejala masuk angin lebih mirip dengan flu.

Baca juga: Pamali Bukan Sembarang Mitos, Simak Penjelasannya!

Jadi, penanganan terhadap masuk angin ini sebaiknya disesuaikan dengan gejalanya. Minumlah obat sesuai dengan sakit yang dialami. Jika kondisi makin buruk, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mengetahui secara pasti kondisi penyakit yang sedang dialami.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

5 Film Hollywood yang Tayang Oktober di AS, Salah Satunya Ada Cerita di Bali

BERIKUTNYA

Wisata Kuliner Kekinian Berkonsep Piknik di Tengah Kota, Yuk Intip di Local Taste 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: