Najla Bisyir, Founder Bittersweet by Najla; Kara Nugroho, Co-Founder & Creative Director PVRA; Ibrahim Mochamad Bafagih, Presiden Komunitas Tangan Di Atas (dok. Shopeepay)

Ini Rahasia Agar Bisnis Tidak Hanya Tren Sesaat

26 June 2021   |   10:36 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Genhype tentu sudah tahu dong dengan beberapa bisnis yang sedang ngetren di masyarakat seperti, minuman kopi kekinian, boba, dessert box, hingga produk fesyen lokal seperti tas dan sepatu.

Nah, tren bisnis kekinian yang tengah digandrungi masyarakat tersebut biasanya menginspirasi banyak pelaku usaha untuk mengadopsi ide bisnis serupa.

Namun, jika kita mengikuti tren tersebut harus ada berbagai inovasi yang dilakukan sehingga bisnis yang kita jalankan bisa bertahan lama dan tidak hanya menjadi tren sesaat saja.

Sebab, tantangan terbesar saat menjalankan bisnis itu adalah bagaimana agar bisnis yang telah dikembangkan dapat terus bertahan sehingga tidak redup di tengah banyaknya tren dan bisnis baru yang bermunculan.

Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay mengatakan bahwa perubahan tren yang cepat harus dimanfaatkan pelaku usaha agar dapat selalu memperbarui ide produk atau layanan yang ditawarkan sehingga dapat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.

Untuk itu, terdapat sejumlah strategi yang dapat dilakukan pelaku usaha agar usahanya dapat terus berkembang.
  • Pelaku usaha harus dapat memahami kebutuhan masyarakat dengan memosisikan diri sebagai konsumen dan melakukan riset pasar agar dapat menciptakan inovasi yang sesuai.
  • Pastikan produk atau jasa yang ingin dikembangkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.
  • Rencanakan aspek finansial seperti kebutuhan modal dan harga penjualan secara matang.
  • Lakukan upaya ini secara berkala untuk terus berinovasi dan mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kara Nugroho, Co-Founder & Creative Director PVRA mengungkapkan bahwa tren yang berkembang memang dapat menjadi inspirasi bisnis yang menjanjikan.

Namun, diperlukan kecermatan dan kreativitas untuk menghadirkan bisnis yang bisa bertahan lama di tengah ketatnya persaingan pasar. Nah berikut beberapa bocoran rahasia bisnisnya PVRA.
  • PVRA berusaha untuk selalu up to date dengan tren yang sedang populer sehingga produk selalu dicintai pengguna, dan memberikan sentuhan khas pada setiap produk.
  • Mengadopsi beberapa metode pembayaran digital agar makin memudahkan para pelanggan saat membeli produk melalui pembelian online.
  • Pelaku usaha perlu memperkuat identitas brand dan mengoptimalkan upaya pemasaran secara rutin sehingga dapat menjangkau lebih banyak konsumen.
  • Maksimalkan penggunaan media sosial dan platform e-commerce.
 

"Semua itu membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari membangun identitas brand dan produk yang ingin dipasarkan, sehingga strategi pemasaran dapat konsisten dan berkelanjutan," Kara Nugroho, Co-Founder & Creative Director PVRA.


Strategi bisnis serupa juga diterapkan oleh Najla Bisyir, Owner Bittersweet by Najla. Dia mengaku bahwa bisnis yang dijalankannya, lahir dan besar dari media sosial.

Jadi dia sangat percaya bahwa selain menjaga kualitas produk dengan baik, penting sekali memanfaatkan media sosial untuk menampilkan beragam pilihan produk kepada lebih banyak orang.

“Kami juga mengadopsi pembayaran digital demi kemudahan bertransaksi pelanggan kami, serta menambah kanal penjualan melalui e-commerce. Dengan upaya ini, dessert box kami dapat dinikmati oleh konsumen di lebih banyak kota di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Najla pun membagikan beberapa rahasianya dalam menjalankan bisnis agar berkelanjutan. 
  • Saat menemukan peluang bisnis pada tren yang sedang hangat diperbincangkan, pelaku bisnis harus segera memanfaatkan momentum tersebut sebelum tren yang ada tergantikan dengan hal yang lebih baru.
  • Sebuah bisnis dapat berkolaborasi dengan influencer atau bisnis serupa lainnya agar terjadi persilangan pelanggan dari dua pasar yang berbeda. Sebagai hasilnya, tren yang menjadi sumber inspirasi bisnis atau produk tersebut dapat bertahan lebih lama.
  • Berkolaborasi untuk menciptakan inovasi pada produk yang ditawarkan, menghasilkan beragam promosi menarik, serta menjawab lebih banyak permintaan dan kebutuhan pasar.
Ibrahim Mochamad Bafagih, Presiden Komunitas Tangan Di Atas mengatakan bahwa para pegiat usaha harus terbuka terhadap segala bentuk inovasi, diskusi dan kolaborasi positif, seperti yang rutin dilakukan antarsesama anggota komunitas Tangan Di Atas.

Hal tersebut menurutnya dapat menjadi solusi praktis untuk saling berbagi tips dan strategi dalam meningkatkan layanan dan produk bagi konsumen.

“Untuk itu, bergabung ke dalam komunitas merupakan langkah strategis yang selalu didorong oleh komunitas Tangan Di Atas,” ungkapnya.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Cuma Jadi Dropshipper, Omzet Bisa Puluhan Juta Loh

BERIKUTNYA

Hati-hati, Ini Penyebab Penularan Covid-19 Lewat Udara di Restoran & Kafe

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: