(Sumber gambar : unsplash)

Begini 3 Strategi Kolaborasi Untuk Menangkan Persaingan

21 September 2022   |   21:00 WIB
Image
Dewi Andriani Hypeabis.id

Genhype sadar enggak sih kalau saat ini dunia bisnis mulai berubah. Jika dulu cara untuk memenangkan pasar adalah melalui kompetisi dengan pelaku usaha lainnya tapi saat ini kolaborasi menjadi kunci penting dalam dunia bisnis. Sebab, tak dimungkiri bahwa dunia bisnis makin ke sini makin mengarah pada penguatan ekosistem di setiap industri.

“Dalam kondisi seperti ini, dan terutama paskapandemi, strategi yang ampuh untuk memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan koopetisi, alias berkolaborasi. Ini adalah jantungnya keunggulan bisnis," Yuswohady, Founding Chairman Indonesia Brand Forum.

Sebab, dengan berkolaborasi, masing-masing pihak, baik brand maupun korporat dapat saling bahu-membahu mengintegrasikan ekosistem fisik maupun digital. Kolaborasi akan menghasilkan win-win solution bagi semua pihak.

Menurutnya, kolaborasi ini kian penting karena dari hari ke hari, masyarakat dan dunia bisnis menghadapi situasi mutakhir yang semakin tinggi tingkat ketidakpastiannya (uncertainty).

Dia kemudian merujuk fakta bahwa setelah dilanda aneka disrupsi (digital, milenial), datangnya pandemi, lalu meletusnya perang Rusia-Ukraina, kini masyarakat dan dunia bisnis menghadapi beragam tantangan baru yang tidak mudah.

Mulai dari beban kenaikan harga BBM, ancaman stagflasi (inflasi tinggi yang diikuti stagnannya pertumbuhan ekonomi), gangguan distribusi global (supply-chain bottleneck), dan hingga ketidakmenentuan kebijakan pemerintah.

Disrupsi semacam itu membuat semua anggota masyarakat dan dunia bisnis menghadapi dampak ekonomi dan psikologis yang tidak ringan. Situasi ketidakpastian yang makin tinggi ini menuntut kita bersikap cerdas dan cermat.

"Khusus para pelaku bisnis, inilah saatnya menyatukan kekuatan satu sama lain, bergandengan tangan bersama, alih-alih bersaing habis-habisan. Istilah saya, ke depannya kita harus berkolaborasi, karena ‘Kalau enggak kolab, bakal kolaps’," ujarnya.

Dia juga mengajak setiap pelaku usaja untuk saling bergandengan tangan dan jangan sendirian menghadapi tantangan, apalagi berkompetisi tak keruan, berperang tanpa arah.

Sebab, dengan berkolaborasi maka akan tercipta situasi win-win yang dapat menjadi sebuah advantage. Sebaliknya, tanpa kolaborasi, maka kita alan menghabiskan banyak energi dan sumber daya, tapi tak menciptakan situasi yang saling menguntungkan bahkan bisa menjadi sebuah disadvantage.

Untuk melakukan kolaborasi, atau saling menyatukan kekuatan, Yuswohady menegaskan perusahaan bisa menempuh dengan tiga strategi.


1. Leverage brand audience.

Dalam leverage brand audience, kolaborasi dilakukan untuk memperluas pasar dan target audience. “Ketika dua merek berkolaborasi maka masing-masing pasarnya disatukan sehingga kolamnya membesar,” ujarnya.


2. Sinergize brand asset.

Melalui kolaborasi, merek juga bisa menyinergikan aset yang dimiliki masing-masing pihak yang berkolaborasi sehingga menghasilkan kekuatan gabungan yang jauh lebih besar. Rumusnya bukan sekedar: 1 + 1 = 2; tapi 1 + 1 > 2.


3. Align brand identity.

Kolaborasi yang impactful harus menyelaraskan identitas dari masing-masing merek sehingga tercipta chemistry yang serasi. Keselarasan adalah prasarat terpenting terciptanya Brand Collab Advantage. Keselarasan adalah prasarat kelestarian kolaborasi.

Tiga strategi ini yang dikupas oleh para pembicara dalam Indonesia Brand Forum yang digelar pada 19 dan 20 September 2022.
Konferensi tersebut menghadirkan 14 pembicara ternama dan representatif yang mewakili brand-brand papan atas nasional untuk menjelaskan apa, mengapa, dan bagaimana praktik kolaborasi yang mereka lakukan.

Selanjutnya IBF akan memberikan  IBF Awarding 2022, sebuah penghargaan kepada Top Brand Collaboration yang telah diseleksi dan melalui pemilihan juri secara ketat sebagai The Best Brand Collab Champion 2022 di Indonesia.

Selanjutnya, mata acara Ketiga adalah IBF Book Launch 2022. Pada hari terakhir acara Conference akan dirilis buku yang berisi strategi serta best practices sejumlah kolaborasi di Indonesia yang telah dikurasi dan memenuhi syarat sukses kolaborasi antar-brand.

“Ini adalah buku pertama di Indonesia yang komprehensif membahas kolaborasi yang dilakukan brand untuk memenangkan pasar,” ungkap Yuswohady.

Selain case study para pemenang IBF Awarding 2022, dalam buku ini juga dipaparkan sejumlah kolaborasi lain seperti Aerostreet yang berkolaborasi dengan banyak merek, Sasa x Dear Me Beauty, dan banyak lagi.
“Total ada 30 kolaborasi yang dikupas dalam buku,” ujarnya.

Sebagai acara keempat yang tak kalah prestisiusnya dan menjadi ciri ajang IBF adalah Penganugerahan IBF Lifetime Achievement 2022 yang kali ini diberikan kepada Irwan Hidayat, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk.

Dasar pertimbangannya adalah dalam 3-4 dekade terakhir, Irwan Hidayat telah menjadi sosok yang lekat dengan brand building yang mengangkat merek-merek lokal – dalam hal ini terutama produk-produk jamu Sido Muncul seperti Tolak Angin, Kuku Bima, STMJ – ke panggung terhormat, menjadi merek pilihan di dunia bisnis, yang bukan hanya diterima konsumen nasional, tapi juga diekspor ke mancanegara.

“Kemampuan beliau untuk memanfaatkan momentum dalam mem-branding-kan produk-produk Sido Muncul sehingga memiliki brand equity yang kuat di pasar, merupakan sesuatu yang patut mendapat apresiasi. Terlebih, hal tersebut dilakukan secara konsisten dan dikomunikasikan secara kreatif,” jelasnya.

Editor: Fajar Sidik 
SEBELUMNYA

Top 5 Smartphone Android Terbaik 2022 Versi AnTuTu, ROG Phone 6 Peringkat Satu

BERIKUTNYA

Menu Diet Defisit Kalori Ini Bisa Turunkan Berat Badan dalam Sepekan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: