Konferensi pers pertunjukan Balloon! di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (21/9/2022)-Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta

Grup Tari Italia Astra Roma Ballet Gelar Pertunjukan Balloon! di Ciputra Artpreneur

21 September 2022   |   17:18 WIB

Untuk kali pertama, grup tari asal Italia, Astra Roma Ballet, akan menggelar pertunjukan bertajuk Balloon! di Indonesia yakni di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Di ibu kota, pertunjukan yang digagas oleh Kedutaan Besar Italia dengan Institut Kebudayaan Italia di Jakarta ini akan dihelat di Teater Artpreneur Ciputra pada 22 September 2022. 

Pertunjukan ini akan terdiri dari dua bagian yang mengangkat dua cerita yang berbeda yakni A New World yang dipandu oleh koreografer Fausto Paparozzi dan Time Score persembahan dari koreografer Giada Primiano. Sebanyak empat penari lain juga akan melengkapi pertunjukan mereka yakni Laura Guarisco, Giorgia Montepaone, Alessandro Scavello dan Alex Provinciali.

Koreografer dan Direktur Astra Roma Ballet, Diana Ferrara, mengatakan Balloon! merupakan karya pertunjukan yang baru dan orisinal yang dibuat olehnya dan tim, yang berbeda dari pertunjukan-pertunjukan sebelumnya. Dalam prosesnya, dia menggandeng dua koreografer dan empat penari muda yang dinilai memiliki kemampuan mumpuni dan pengalaman yang panjang.

Baca juga: Fitri Setyaningsih Sukses Gelar Pertunjukan Tari Sleep Paralysis di Musim Seni Salihara 2022

"Ini adalah pertunjukan yang spesial karena karya orisinal dari koreografer. Pertunjukan ini menarik bukan hanya karena koreografinya, tapi juga cerita di setiap bagiannya," katanya dalam acara konferensi pers di Ciputra Artpreneur, Rabu (21/9/2022).

Pada pertunjukan bagian pertama berjudul A New World, koreografer Fausto Paparozzi akan menghadirkan pertunjukan dengan menggunakan media robot yang diberi nama Peter. Pertunjukan itu bercerita tentang sepasang suami istri yang menjadikan robot sebagai anak mereka.

Layaknya manusia, Peter diajarkan oleh ayahnya tentang apa yang benar dan salah, termasuk ditanamkan ambisi untuk menyelamatkan planet Bumi. Namun, suatu malam, dia melarikan diri dari laboratorium dan bertemu dengan robot lain. Kedua robot itu pun memiliki misi yang besar untuk umat manusia.
 


"Pertunjukan ini dasarnya adalah cerita tentang robot yang berupaya untuk membuat lingkungan yang berkelanjutan. Karena dunia ini sudah dibuat oleh manusia, dan mereka membuat satu hal yang baru," kata Fausto Paparozzi.

Sedangkan Time Score, pertunjukan bagian dua, berkisah tentang sebuah keluarga yang terdiri dari tiga putri dan seorang ayah yang buta. Di tengah-tengah mereka, hadir sebuah robot bernama Ronself. Mereka akan mengalami berbagai dinamika kehidupan sampai pada akhirnya bertemu pada akhir waktu.

Namun, waktu tidak berlaku bagi Ronself yang merupakan robot. Dengan berjalannya waktu, tidak membuatnya sibuk untuk mencetak pencapaian tertinggi dalam waktu sesingkat mungkin. Lalu muncul pertanyaan dari Ronself, apa yang membuat kita menjadi manusia?

"Ini bukan tentang robot. Ini adalah gambaran hidup bahwa semuanya berlalu. Manusia bisa membuat apapun tapi bukan waktu," kata koreografer Giada Primiano.

Selain menggelar pertunjukan, tim Astra Roma Ballet juga akan melakukan workshop yang bekerja sama dengan dua kampus seni yaitu Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, serta Museum Puri Lukisan Ratna Wartha.

Nantinya, Diana sebagai koreografer akan memberikan workshop yang berfokus pada petunjuk dasar tari klasik, khususnya pada anggota tubuh atas dan bawah dalam teknik akademik dan bahasa artistik yang hampir sama sekali tidak dikenal. Tari klasik ini hanya diinterpretasikan sebagai tarian tradisional dan folkloristik.

Sedangkan Giada Primiano akan memberikan pelajaran berdasarkan prinsip-prinsip dasar teknik tari kontemporer, gerakan, dan improvisasi. Workshop ini juga menjadi momentum untuk saling mempelajari budaya satu sama lain. 

"Ini merupakan pertukaran penting antara dua peradaban yang berbeda yang disampaikan melalui bahasa tari secara universal dan Astra Roma Ballet membuktikannya dengan karya-karyanya berdasarkan konsep peradaban, interaksi dan budaya," kata Diana.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
SEBELUMNYA

Yuk Kenalan dengan 15 Waffle Populer di Dunia

BERIKUTNYA

Ini Dia 4 Keunikan dan Profil YOASOBI, Musisi Jepang yang Dinantikan di HITC Jakarta 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: