ilustrasi sakit saat musim pancaroba (sumber gambar: Freepik)

Hati-hati Penyakit Ini Mengintai Saat Musim Pancaroba, Tetap Jaga Kesehatan!

08 September 2022   |   20:57 WIB
Image
Chelsea Venda Hypeabis.id

Peralihan suhu pada musim pancaroba kerap membuat kondisi fisik jadi rentan terhadap penyakit. Saat musim pancaroba, cuaca memang jadi tidak jelas. Terkadang siang bisa sangat panas, tetapi sore hari berubah menjadi hujan deras. Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi hal yang penting.

Musim pancaroba membuat kinerja sistem imun berkurang. Tubuh jadi kesulitan beradaptasi dengan perubahan cuaca yang ekstrem. Di sisi lain, virus juga jadi lebih mudah bertahan dan berkembang pada musim-musim seperti ini.

Pada musim pancaroba, Genhype mesti mewaspadai beberapa penyakit ini. Ya, ada beberapa penyakit musiman yang kerap jadi langganan saat musim pancaroba datang. Lantas penyakit apa saja kah itu?
 

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan akut atau ISPA memang jadi langganan saat musim pancaroba datang. Banyak orang mulai terserang batuk, pilek, bronkitis, dan influenza gara-gara cuaca yang cepat berubah.

ISPA sendiri kerap disebabkan oleh adanya virus yang ditularkan lewat percikan air liur orang yang bersin atau batuk. Penyakit ini bisa menjangkut semua orang, baik laki-laki maupun perempuan dan dewasa maupun anak-anak. Namun, anak-anak dan balita ternyata lebih rentan terinfeksi.

Gejala penyakit ini bisa dilihat dari hidung yang terasa tersumbat, tenggorokan terasa sakit, badan mudah lelah, pusing, demam, dan beberapa mengalami sesak napas. Infeksi yang menyebabkan ISPA sebenarnya tak terlalu bahaya karena bisa sembuh sendiri. Namun, beberapa kondisi bisa menimbulkan komplikasi, seperti pneumonia.

Asma

Musim pancaroba agaknya mesti diwaspadai pengidap asma. Penyakit ini banyak membuat pengidapnya lebih sering kambuh saat pancaroba. Sebab, cuaca yang berubah secara ekstrem bisa membuat saluran udara mengalami peradangan.

Suhu tubuh rendah dan udara dingin mampu menimbulkan serangan asma bagi penderitanya. Efeknya bisa makin parah ketika kamu banyak menjalankan aktivitas berat di ruang terbuka. Selain itu, risiko inflamasi juga meningkat karena suhu udara yang terlalu dingin.
 

Demam Berdarah

Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypty dan Aedes albopictus. Penyakit ini biasanya akan bermunculan ketika musim pancaroba tiba. Sebab, jumlah nyamuk penyebab demam berdarah akan mengalami peningkatan.

Hal ini terjadi karena nyamuk gampang berkembang biak saat musim hujan. Saat terkena demam berdarah, ada beberapa gejala yang bisa kamu cermati, seperti nyeri otot dan sendi, sakit kepala, demam tinggi, mual, lemas, ruam kulit, hingga mimisan.

Saat musim pancaroba datang, hendaknya kamu mulai harus melakukan 3M, yakni menguras, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas. Hal itu bisa mengurangi nyamuk demam berdarah berkembang di lingkungan tempat tinggalmu.

Berikut ini adalah Tip yang membuat badan kalian dapat tetap dehat pada musim pancaroba:

  • Bawa Jas Hujan atau Payung

Kalimat sedia payung sebelum hujan tampaknya bukan peribahasa saja. Sebab, di musim pancaroba, membawa payung dan jas hujan adalah sebuah keharusan. Meski cuaca pagi begitu cerah, siang atau sore bisa saja berubah jadi hujan.

Jika tidak membawa payung atau jas hujan, kemungkinan kamu akan kehujanan di jalan. Berada di luar ruangan dengan keadaan basah tentu bukan hal yang baik di musim pancaroba. Sebab, kamu bisa rentan terkena penyakit pilek dan sebagainya.
 
  • Konsumsi Makanan Bergizi

Mempertahankan diri dari serangan penyakit saat musim pancaroba tidak cukup dari luar saja. Kamu juga harus membuat pertahanan yang kuat dari dalam tubuh. Dengan mengonsumsi makanan bergizi, tubuh jadi lebih kuat menahan serangan penyakit dari luar.

Kamu bisa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, protein, dan zat besi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Beberapa makana yang direkomendasikan ialah daging merah, jeruk, ikan, telur, dan aneka sayuran.

Selain itu, kamu juga disarankan memenuhi konsumsi cairan harian. Jangan sampai kamu kekurangan cairan atau dehidrasi. Mulai kurangi juga konsumsi minuman yang mengandung soda, gula, dan kafein, karena rentan membuat perut kembung.
 
  • Tidur dengan Waktu yang Cukup

Tidur bisa jadi pelengkap pertahanan tubuh ketika makanan bergizi sudah terpenuhi. Sebab, tubuh juga butuh waktu istirahat yang cukup. Kebanyakan begadang akan membuat organ tubuh kelelahan. Efeknya, sistem kekebalan tubuh bisa melemah.


Editor: Roni Yunianto
 

SEBELUMNYA

Ini Sinopsis Film 'Mendarat Darurat' yang Tayang di Bioskop Hari Ini

BERIKUTNYA

Kata Cantika Abigail Soal Musik R&B : Infrastruktur Minim

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: