Sukarno saat berpidato. (Sumber gambar :ANRI)

Sukarno Atau Soekarno? Ini Kata Sang Proklamator

17 August 2022   |   15:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan para pahlawan bangsa, tidak terkecuali sosok Soekarno. Tentu tidak habis kisah hidup yang patut diceritakan di balik sosok Presiden pertama RI yang berkarisma ini. Salah satu yang diperhatikan yakni mengenai ejaan nama dari Sang Proklamator ini.

Mungkin kamu lebih mengenal Sang Proklamator dengan ejaan Soekarno. Namun mana yang lebih tepat Soekarno atau Sukarno?

Tidak ada yang salah antara keduanya. Menurut Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Sukarno mengubah kembali ejaan namanya setelah Indonesia merdeka. 

Baca juga: Kedekatan Sukarno dan Arsitek Silaban, Sosok di Balik Master Plan Kawasan Medan Merdeka

Dalam Otobiografi yang ditulis Cindy Adams, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Soekarno menginginkan namanya ditulis Sukarno, dengan ejaan “u” bukan “oe”.

“Waktu di sekolah tanda tanganku dieja Soekarno -menurut ejaan Belanda. Setelah Indonesia merdeka, aku memerintahkan supaya segala ejaan “OE” kembali menjadi ke “U”. Ejaan dari perkataan Soekarno sekarang menjadi Sukarno,” tulis Sukarno, dikutip dari ANRI, Rabu (17/8/2022). 

Kendati demikian, Sukarno menyebut dia tetap menggunakan ejaan Soekarno dalam tanda tangannya. Termasuk dalam naskah Proklamasi. Hal tersebut tentu ada alasannya.

“Akan tetapi, tidak mudah untuk mengubah tanda tangan setelah berumur 50 tahun, jadi kalau aku sendiri menulis tanda tanganku, aku masih menulis S-O-E,” sebut Sukarno.
 

Bung Karno saat memimpin rapat besar bersama rakyat Indonesia. (Sumber : ANRI)

Bung Karno saat memimpin rapat besar bersama rakyat Indonesia. (Sumber : ANRI)


Namun tahukah kamu nama Sukarno bukanlah nama pria yang lahir di Surabaya, pada 6 Juni 1901 ini? Dia terlahir dengan nama Koesno Sosrodihardjo. 

“Bapak dipindah ke Surabaya dan di sanalah aku dilahirkan. Aku dilahirkan pada 1901. Hari lahirku ditandai oleh angka serba enam. Tanggal 6 Juni,” kata Bung Karno dalam autobiografinya. 

Dalam autobiografi itu juga dijelaskan bahwa dia dilahirkan dengan nama Kusno. Namun karena sering sakit-sakitan, orang tuanya, Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai memutuskan untuk mengubah nama Kusno menjadi Soekarno di usia 11 tahun.

Nama tersebut diambil dari nama panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama "Karna" menjadi Karno karena dalam bahasa Jawa huruf "a" berubah menjadi "o" sedangkan awalan "su" memiliki arti "baik". 

Dalam versi lain, ide mengganti nama Kusno menjadi Sukarno datang dari kakak perempuannya, Karsinah. 

Karsinah bertanya kepada Kusno kala itu untuk mengganti nama mereka berdua. Hal tersebut lantaran panggilan nama mereka tidak enak untuk didengar. 

“Ayah kalau memanggil saya, Nah… Karsinah… Nah… Karsina… Ah, tidak sedap nian di telinga. Dan apalagi memanggil engkau: Kusss… Kus… TIkus atau bagaimana engkau itu?” kata Karsinah dalam riwayat singkat ibu Sukarno di buku Bung Karno Anakku, karya Soebagijo I.N., dikutip dari Historia. 

Kusno kecil pun sepakat dengan usul kakaknya itu. Kemudian mereka menyampaikan rencana untuk mengganti nama kepada ayahnya. Usul tersebut pun disetujui, dengan syarat nama baru tersebut dimulai dengan huruf Jawa  Sa dan diakhiri huruf Na.

Baca juga: Makanan Favorit Presiden Indonesia dari Sukarno hingga Jokowi

Akhirnya Karsinah memilih nama Karmini dan Kusno memilih SUkarno. “Ayah, nama yang saya pilih Su-kar-no! Sukarno, Pak, seperti nama Adipati Awonggo, perwira yang sakti tiada tandingan itu ayah,” tutur Sukarno kecil.

Jadi, gimana Genhype? Jadi enggak bingung lagi mana yang benar atau salah dengan ejaan nama Sang Proklamator?

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Profil Lengkap Farel Prayoga, Musisi yang Bikin Para Menteri Bergoyang & Presiden Semringah di Istana Merdeka

BERIKUTNYA

Drone FPV vs Drone Konvensional, Apa Perbedaannya?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: