Tim Paskibraka Pancasila Tangguh dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Rabu (17/8/2022). (Sumber gambar: BPMI Setpres)

Simak 4 Hal Spesial dari Acara Perayaan HUT ke-77 Republik Indonesia di Istana Merdeka

17 August 2022   |   11:22 WIB

Salah satu momen HUT Republik Indonesia yang selalu hadir adalah Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta. Acara ini terselenggara dengan rangkaian penampilan dan acara puncak pada upacara setiap tanggal 17 Agustus.

Tahun ini, perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bertema Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat memiliki perbedaan, karena penyelenggaraannya yang berskala besar setelah dua tahun sempat terhambat karena pandemi Covid-19. Acara ini diikuti oleh lebih dari 4.500 tamu undangan secara luring dan lebih dari 70.000 masyarakat yang mengikuti acara ini secara luring.

Mulai dari pagelaran musik sampai purna Paskibraka Duta Pancasila pembawa Sang Saka Merah Putih dan Teks Proklamasi, intip beberapa fakta menarik menjelang Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI.
 

1. Paduan suara dan orkestra dari Gita Bahana Nusantara

Lagu Pancasila Rumah Kita ciptaan Franky Sahilatua, Tanah Air milik Ibu Sud yang dibawakan dengan orkestra dan solois dari pemain saksofon Reza Valentino Meliala, Nusantara V ciptaan Yok Koeswoyo, Simphony Raya Indonesia ciptaan Guruh Soekarno Putra, Merah Putih ciptaan Ibu Sud, Kebyar Kebyar ciptaan Gomboh, dan beberapa lagu lainnya.

Orkestra yang hadir mengombinasikan alat musik klasik seperti biola dan cello, modern seperti gitar dan perkusi, serta tradisional seperti gendang yang dipimpin oleh konduktor Dr. Nathania Karina. Selain solois dari paduan suara, ada juga penyanyi Vidi Aldiano yang membawakan Merah Putih dan Kebyar Kebyar; Lyodra yang membawakan medley lagu daerah; dan Dere membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa.

Singgih Sanjaya berperan dalam aransemen musik lagu Pancasila Rumah Kita, Tanah Air, dan Simphony Raya Indonesia; Purwatjaraka berperan dalam aransemen lagu Nusantara V; Puput Pramuditya dalam aransemen lagu Merah Putih dan Kebyar Kebyar; dan Lucky Kakang dalam aransemen musik medley lagu daerah.
 

2. Dua penampilan tarian tradisional

Reog Ponorogo dari Jawa Timur pada saat pagelaran seni setelah sesi paduan suara dan orkestra. Berdasarkan laman resmi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, penampilan ini bersamaan dengan rencana Reog Ponorogo sebagai nominator tunggal warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage/ICH) Indonesia ke United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Penampilan Lumense Garbarata dari Sulawesi Tenggara kemudian hadir setelah proses Kirab Budaya yang membawa Sang Saka Merah Putih dan Teks Proklamasi. Setidaknya ada 100 penari dan 20 laki-laki penabuh gendang yang membawakan tarian asal Kabupaten Bombana tersebut. Pemilihannya berawal dari hasil kurasi Festival Tangkeno untuk Kharisma Event Nusantara (KEN) dan kemudian masuk ke dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2022.
 

3. Bendera Merah Putih dan Teks Proklamasi dibawa dengan rute Monas-Istana Negara

Penyerahan naskah asli Teks Proklamasi dan duplikat Bendera Merah Putih dilakukan dari Monumen Nasional ke Istana Merdeka dengan arak-arakan dari Ruang Kemerdekaan Cawan Monas. Prosesi ini dilakukan dalam proses Kirab Budaya dengan adanya penyerahan dari Heru Budi Hartono, Kepala Sekretariat Presiden kepada Tim Paskibraka Duta Pancasila.

Purna Paskibraka Duta Pancasila yang membawa duplikat bendera adalah Irene Odelia Astono dan naskah Teks Proklamasi dibawa oleh Qyara Maharani Putri. Keduanya membawa Bendera Merah Putih dan Teks Proklamasi dengan Kereta Kencana Ki Jaga Rasa yang ditarik enam ekor kuda.
 

4. Prosesi Kirab Budaya 

Pendamping dari pasukan Kirab Budaya ini terdiri dari drum band gabungan dari taruna Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, dan Akademi Kepolisian. Setidaknya ada 170 personel yang bergabung dalam tim gabungan tersebut yang bermain tenor drum, bass drum, hingga alat musik brass.

Pertama kali dipertunjukkan setelah dua tahun, Kirab Budaya juga menghadirkan perwakilan raja-raja Nusantara dari 34 provinsi, pasukan Berkebaya Pertiwi Indoneisa, kelompok Kirab Pelajar, dan pasukan Paspampres Pakaian Satria Nusantara.

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Simak Fakta-fakta Menarik Istana Merdeka yang Menjadi Tempat Perayaan HUT RI

BERIKUTNYA

Yuk Berkenalan dengan Suku Buton yang Baju Adatnya Dikenakan Presiden Joko Widodo

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: