Istana Merdeka (Sumber gambar: Sekretariat Negara)

Simak Fakta-fakta Menarik Istana Merdeka yang Menjadi Tempat Perayaan HUT RI

17 August 2022   |   09:33 WIB

Setiap 17 Agustus, seluruh mata masyarakat Indonesia tertuju pada Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Sebab di sanalah digelar momen penting bagi bangsa ini, yaitu Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI. Pada tahun ini, Istana Merdeka kembali menggelar perayaan penting tersebut secara terbuka, setelah sempat digelar secara terbatas akibat pandemi Covid-19. 

Adapun, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Kemerdekaan RI kali ini, Rabu (17/8/2022), panitia menghadirkan berbagai hiburan kesenian tradisional dari berbagai daerah. Tentunya, momen yang ditunggu-tunggu adalah Upacara Detik-detik Proklamasi dan Penurunan Bendera Merah Putih. Tercatat, sebanyak 68 putra-putri Indonesia dari 34 provinsi telah ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menjadi Paskibraka pada Upacar HUT ke77 RI di Istana Merdeka. 

Baca juga: Presiden Jokowi Kukuhkan 68 Anggota Paskibraka Nasional 2022, Ini Daftar Lengkapnya

Menjadi tempat berbagai perhelatan penting bangsa Indonesia setiap tahunnya, Istana Merdeka memiliki perjalanan panjang sebagai sebuah simbol negara. Selain itu, setiap Presiden memiliki ceritanya tersendiri selama berdinas atau mendiami Istana Merdeka. Seperti apa? Dihimpun dari laman resemi Sekretariat Negara, yuk simak fakta-faktanya. 
 

Arsitek Perancang

Istana Merdeka dirancang dan dibangun oleh arsitek Drossares, pada 1873, yakni pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Louden setelah pengajuan pertama kali 1869 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Mijer. Bangunan ini pun rampung pada 1879 dan dikenal dengan Istana Gambir.
 

Penghuni dari Masa ke Masa

Terdapat 20 orang telah mendiami Istana Merdeka, yaitu 15 gubernur jenderal Hindia Belanda, 3 Saiko Syikikan alias Panglima Tertinggi Tentara XVI Jepang di Jawa, dan 2 Presiden RI, yaitu Presiden Soekarno, dan Presiden keempat Abdurrahman Wahid. Presiden Joko Widodo sempat tinggal di istana ini sebelum kemudian bertempat tinggal di Istana Bogor.
 

Saksi Bisu Kedaulatan RI

Istana ini menjadi saksi penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949. Dengan adanya peristiwa itu, bendera Merah Putih berkibar mengantikan bendera Belanda, lagu Indonesia Raya berkumandang, dan pekikan “merdeka, merdeka, merdeka”, menggema di seluruh pelosok Tanah Air. Akhirnya Presiden Soekarno mulai mengubah nama Istana Gambir menjadi Istana Merdeka dan Istana Rijswijk menjadi Istana Negara.
 

Awal Mula Peringatan HUT RI

Pada 28 Desember 1949, Presiden RI Sukarno mulai mendiami Istana Merdeka untuk pertama kalinya. Mulai saat itulah, Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus di Istana Merdeka pertama kali diadakan pada 1950.
 

Tempat Pengunduran Presiden Soeharto

Istana Merdeka juga menjadi saksi sejarah pengunduran diri Presiden Seoharto. Dalam upacara mendadak di Ruang Kredensial Istana Merdeka, pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden saat itu. Pengumuman itu pun disiarkan lewat televisi secara langsung.

Baca juga: Rekomendasi 9 Acara Menarik yang Bisa Kalian Kunjungi saat HUT ke-77 RI di Jakarta
 

Gorden Istana Berwarna Hijau

Setiap presiden, memiliki kekhasannya sendiri selama berdinas atau mendiami istana. Presiden Abdurrahman Wahid, misalnya, dia mengganti warna gorden jendela dan pintu di Istana Merdeka dan Istana Negara, dari merah menjadi hijau. Tentu soal pilihan warna tersebut, setiap Gusdur –sapaan akrab Presiden Abdurrahman Wahid-memiliki pertimbangannya sendiri. 

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Rekomendasi 9 Acara Menarik yang Bisa Kalian Kunjungi saat HUT ke-77 RI di Jakarta

BERIKUTNYA

Simak 4 Hal Spesial dari Acara Perayaan HUT ke-77 Republik Indonesia di Istana Merdeka

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: