Ilustrasi roket (Sumber gambar: Unsplash/Space X)

Sampah Antariksa China Jatuh di Samudera Hindia, Masih ada Ribuan Puing di Luar Angkasa

02 August 2022   |   15:00 WIB
Image
Dika Irawan Asisten Konten Manajer Hypeabis.id

Like

Ribuan Sampah Antariksa

Dalam laporan yang sama juga tercatat bahwa lebih dari 30.000 potongan puing luar angkasa telah dicatat dan dilacak secara teratur oleh jaringan pengawasan ruang angkasa. Menurut mereka, dari serpihan itu, objek tidak dikenal mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. 

"Berdasarkan model ESA, jumlah sebenarnya dari objek yang berukuran lebih besar dari 1 cm kemungkinan lebih dari satu juta," tulis peneliti dalam laporan tersebut. 

Laporan itu juga menemukan bahwa terdapat peningkatan besar dalam jumlah satelit komersial yang diluncurkan ke ruang dekat bumi. Di mana sebagian besar adalah satelit berukuran kecil dengan berat antara 100-100 kilogram. 

Satelit-satelit tersebut diluncurkan untuk menyediakan layanan komunikasi di seluruh dunia. Alat-alat tersebut memiliki manfaat besar, tetapi akan menimbulkan tantangan bagi keberlanjutan jangka panjang. 
 

Mengendalikan Sampah Luar Angkasa

Meski terdapat ribuan sampah di antariksa, European Space Agency melaporkan bahwa saat ini puing-puing di luar angkasa relatif terkendali. Hal ini tidak lepas dari roket-roket sudah dirancang lebih ramah lingkungan. 

Saat badan roket diluncurkan mengirimkan satelit ke orbit rendah bumi, maka puing-puingnya dibuang secara berkelanjutan. Beberapa sampah terbakar sendiri saat masuk ke atmosfer, sedangkan beberapa objek lainnya ditempatkan di orbit secara alami dan membusuk dalam waktu 25 tahun. 

ESA mencatat bahwa persentase yang meningkat dari upaya pembuangan berhasil, tetapi terlalu banyak yang tersisa melayang di orbit penting tanpa upaya yang dilakukan untuk menghapusnya.

“Tingkat keberhasilan penghilangan setidaknya 90 persen untuk semua jenis benda luar angkasa diperlukan untuk membatasi laju pertumbuhan sampah antariksa, sebelum kita dapat mulai membersihkannya,” kata peneliti ESA. 


Editor: Gita Carla
1
2


SEBELUMNYA

Mengenal Gim Visual Novel, Gabungan Cerita Fiksi Interaktif dan Anime

BERIKUTNYA

Ross & Rocky Lynch Bikin Duo The Driver Era, Rilis Single Malibu

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: