Ilustrasi (Sumber gambar: Towfiqu Barbhuiya/Unsplash)

Hari Hepatitis Sedunia, Cegah Virus Berbahaya sekarang Juga!

28 July 2022   |   13:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

World Hepatitis Day atau Hari Hepatitis Sedunia diperingati pada 28 Juli setiap tahunnya. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik dan menekankan tindakan kolektif secara global untuk melawan virus hepatitis. Perlu berbagai upaya untuk mencegah semakin meluasnya penyakit ini.

Melansir dari Cleveland Clinic, hepatitis adalah peradangan hati serius yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit. Peradangan adalah reaksi jaringan terhadap iritasi atau luka yang umumnya mengakibatkan pembengkakan dan dapat menimbulkan rasa sakit.

Ada lima jenis virus hepatitis yang umum dikenal yakni tipe A, B, C, D, dan E. Meski sama-sama mempengaruhi fungsi organ hati, kelima jenis virus itu memiliki perbedaan dari beberapa hal seperti penyebab, penularan dan tingkat keparahan penyakit. Hepatitis dapat dicegah dan dikendalikan lewat imunisasi, tetapi sampai saat ini belum ada obat untuk penyakit tersebut.

Hepatitis adalah salah satu ancaman kesehatan global utama. Menurut data WHO, pada 2019, ada sebanyak 296 juta orang yang menderita hepatitis B, dan 58 juta orang yang hidup dengan hepatitis C kronis di seluruh dunia.

Tahun ini, Hari Hepatitis Sedunia mengangkat tema I Can't Wait atau dalam bahasa Indonesi berarti Saya Tidak Bisa Menunggu. Melansir dari laman worldhepatitisday.org, tema tersebut diangkat untuk menyoroti kebutuhan guna mempercepat tindakan melawan virus hepatitis, serta mendorong pengujian dan pengobatan bagi para penderita pernyakit tersebut.

"Kampanye ini akan memperkuat suara orang-orang yang menderita virus hepatitis yang membutuhkan penanganan segera, serta diakhirinya stigma dan diskriminasi," demikian tulis situs tersebut.
 

Jessie Orrico

Hepatitis adalah peradangan hati .(Sumber gambar: Jessie Orrico/Unsplash)

Sejarah Hari Hepatitis Sedunia
Hari Hepatitis Sedunia diperingati pada 28 Juli setiap tahunnya. Tanggal itu dipilih karena bertepatan dengan hari ulang tahun seorang ilmuwan bernama Baruch Blumberg. 

Pada 1967, Blumberg berhasil menemukan virus hepatitis B, dan dua tahun kemudian dia mengembangkan vaksin tersebut. Berkat penemuan itu, Blumberg memenangkan hadiah Nobel dalam bidang Fisiologi atau Kedokteran pada 1976.

Organisasi di seluruh dunia, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan CDC, memperingati Hari Hepatitis Sedunia untuk meningkatkan kesadaran tentang virus hepatitis, yang berdampak pada lebih dari 354 juta orang di seluruh dunia.

Hari Hepatitis Sedunia menciptakan kesempatan untuk mendidik orang tentang risiko infeksi ini, dorongan untuk penanganan secara kolektif memerangi virus hepatitis di seluruh dunia, dan tindakan yang dapat dilakukan masyarakat dunia untuk mencegah infeksi ini.


Kondisi Hepatitis di Indonesia

Indonesia tercatat sebagai negara dengan angka kematian akibat hepatitis akut tertinggi di antara negara-negara ASEAN. Menurut data Global Burden of Disease (GBD), pada tahun 2019, angka kematian akibat hepatitis akut di Indonesia mencapai 2,14 per 100.000 penduduk.

Angka kematian yang tercatat di sini berasal dari kasus hepatitis yang terjadi pada seluruh kelompok usia dan jenis kelamin. Kamboja juga tercatat memiliki angka kematian akibat hepatitis yang tinggi, yakni 1,87 per 100.000 penduduk.

Sedangkan delapan negara ASEAN lainnya, yakni Kamboja, Vietnam, Brunei, Malaysia, Laos, Myanmar, Thailand, Filipina, dan Singapura memiliki angka kematian kurang dari 1 per 100.000 penduduk

Selain angka kematian, Indonesia juga memiliki tingkat penularan hepatitis di level menengah sampai tinggi. Menurut Kemenkes, Indonesia digolongkan ke dalam daerah dengan prevalensi hepatitis B dengan tingkat endemisitas menengah sampai tinggi.

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan oleh Balitbangkes pada 2013, penderita hepatitis B dan C di Indonesia diperkirakan 20 juta orang. Prevalensi hepatitis B sebesar 7,1 persen hepatitis C sebesar 1 persen.


Cara Mencegah Hepatitis

Ada banyak cara untuk mengurangi kemungkinan terkena hepatitis seperti berikut ini.
  • Dapatkan vaksin untuk hepatitis A dan hepatitis B.
  • Gunakan kondom saat berhubungan seks.
  • Jangan berbagi jarum untuk minum obat.
  • Mempraktikkan kebersihan pribadi yang baik seperti mencuci tangan dengan sabun dan air secara menyeluruh.
  • Jangan gunakan barang-barang pribadi orang yang terinfeksi hepatitis.
  • Lakukan tindakan pencegahan hepatitis saat membuat tato atau tindik badan.
  • Berhati-hatilah saat bepergian ke daerah-daerah di dunia dengan sanitasi yang buruk, dan pastikan kalian telah mendapatkan vaksin.


Editor: Indyah Sutriningrum


 

SEBELUMNYA

Ingin Pede dan Fasih Berbahasa Inggris? Ikut Saja Komunitas

BERIKUTNYA

Yuk Ketahui & Hindari 10 Kesalahan Dasar Perencanaan Keuangan Ini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: