Ilustrasi penyimpanan bahan makanan. (Sumber gambar : Unsplash)

4 Kiat Menyimpan Bahan Makanan Agar Tetap Segar

26 July 2022   |   18:18 WIB

Like
Belanja kebutuhan rumah, terutama bahan makanan secara mingguan atau bulanan biasanya dilakukan para ibu untuk menghemat waktu, tenaga, dan pengeluaran. Namun ada permasalahan yang kerap dihadapi, yakni bahan makanan yang menumpuk dan menjadi tidak segar lagi. Imbasnya, makanan jadi terbuang sia-sia dan mengakibatkan kerugian. 

Tentunya hal ini sangat disayangkan, karena bahan makanan merupakan salah satu dari sekian banyak kebutuhan pokok yang perlu dipenuhi dan dikelola dengan baik. Oleh karena itu, Bunda perlu cermat mengatur dan mengelola bahan makanan yang akan disimpan. 

Head of Electronics & FMCG Shopee Indonesia Putri Lukman mengatakan bahan makanan merupakan investasi besar dalam dapur. Oleh karenanya, para ibu perlu mengetahui apa saja yang benar-benar dibutuhkan saat berbelanja. 

Dalam pengelolaannya, keterampilan dan ketelitian juga dibutuhkan agar dapat mengoptimalkan bahan tersebut hingga dapat digunakan dengan baik. 

Baca jugaBegini Cara Menyimpan Daging Mentah dan Matang di Lemari Pendingin

Dibalik kebutuhan bahan makanan yang banyak dan bervariasi, Celebrity Chef Devina Hermawan menyampaikan manajemen penyimpanan memang selalu menjadi tantangan tersendiri yang seringkali dihadapi para ibu di rumah. Tentunya, berbagai cara dan faktor perlu diperhatikan dengan cermat demi menjaga kualitas kesegaran bahan dan meminimalisir kerugian belanja. 

Tidak dipungkiri, untuk mengoptimalkan waktu berbelanja agar lebih praktis, sebagian besar orang memilih membeli beragam kebutuhan bahan dapur dalam jumlah banyak sekaligus. Tetapi ada yang seringkali terlupakan, bahwa masing-masing bahan makanan itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Kata Devina selalu ada komponen-komponen khusus dalam setiap metode penyimpanannya. Baik itu makanan segar, makanan siap saji, hingga bahan makanan pendukung lainnya.

Nah, berikut kiat pintar menyimpan bahan makanan tetap segar dari Chef Devina:
 

1. Rencanakan dengan baik dan bijak

Pengelolaan kebutuhan bahan baku perlu diimbangi dengan proses belanja yang cermat. Devina menyebut, pertama yang harus dilakukan adalah membuat daftar skala prioritas.

Rencanakan kebutuhan utama apa saja yang diperlukan, produk apa saja yang dapat di beli di bulan berikutnya, dan mengkombinasikan jenis bahan makanan segar dengan jenis bahan makanan jangka panjang sebagai cadangan. Jadi, jika sewaktu-waktu kehabisan bahan makanan segar, selalu terdapat persediaan cadangan sebagai solusi efektif.

Baca juga5 Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tidak Bau dan Tahan Lama

Aspek penting lainnya dalam mengatur perencanaan belanja agar lebih optimal adalah dengan memaksimalkan beragam keuntungan melalui promo-promo menarik yang tersedia.
 

2. Kelola posisi penempatan dan suhu sesuai karakteristik

Prinsipnya, tidak semua bahan makanan dapat disimpan di lemari pendingin, namun tidak semua bahan makanan juga dapat disimpan pada rak atau lemari dapur. Ketahui terlebih dahulu karakter masing-masing bahan yang ingin disimpan. 

Bagi olahan daging dan bahan makanan yang basah lainnya, gunakanlah wadah makanan kedap udara untuk mencegah kontaminasi silang. Demi menjaga kesegaran simpan pada bagian freezer kulkas dan beri jarak satu dan lainnya agar udara bisa bersirkulasi dengan baik.

Baca juga3 Tips Menyimpan Sayuran dengan Pembekuan, Mudah & Tahan Lama!

Selain itu, setiap penyimpanan bahan segar di kulkas, usahakan selalu dalam keadaan kering dan simpan dalam boks atau plastik yang terpisah. Kemudian, alasi wadah sayuran dan buah dengan tisu dapur atau handuk guna membantu menyerap kelembaban ketika suhu dingin di dalam kulkas. Melalui metode ini, membantu menjaga kualitas agar tidak cepat layu dan bertahan lama.
 
Trik berikutnya, pisahkan bahan makanan yang memiliki aroma khusus dengan yang lainnya. Kemudian, pahami juga jenis buah seperti alpukat, pisang dan produk makanan lainnya semacam roti dan keripik yang justru tidak tahan lama jika diletakkan di kulkas, namun cukup di udara terbuka. 
 

3. Atur stok dengan note

Biasakan melakukan pencatatan saat barang hendak disimpan dan perhatikan tanggal kadaluarsa pada makanan kaleng maupun siap saji. Selanjutnya terapkan sistem first in first out, yakni barang yang pertama masuk adalah barang yang pertama digunakan. Hal ini membantu kita dalam mengurangi stok lama yang masih tersimpan. 

Selain itu, ketika hendak memasak, gunakan stok bahan secara bijak dan keluarkan secukupnya agar terhindar dari pembekuan berulang-ulang.
 

4. Jaga kebersihan

Selalu pastikan dan jaga kebersihan dapur, lemari penyimpanan, dan kulkas dengan secara rutin, termasuk memantau kebersihan wadah penyimpanan. Ini penting untuk menjaga kualitas bahan makanan, rasa, dan warna tetap baik, serta aman dari hewan pengerat, serangga dan lainnya.

Baca jugaIni 5 Cara Menyimpan Keju agar Tahan Lama & Terjaga Kualitasnya


Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

2 Mobil Baru Mazda Siap Meluncur dengan Kisaran Harga Rp330 juta-Rp790 juta

BERIKUTNYA

Era Mobil Listrik Sudah Semakin Dekat, Pemerintah Siapkan Inpres untuk Kendaraan Setrum

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: