Ilustrasi peta Australia (Sumber gambar: Unsplash/Joey Csunyo)

Pelesiran Asyik ke Mildura Australia, Menyusuri Sungai Murray Menggunakan Kapal Uap Kincir Abad ke-19

06 July 2022   |   14:15 WIB

Australia itu enggak hanya Canbera, Sidney, atau Melbourne, tetapi juga ada beberapa kota atau daerah lain yang memiliki keunikannya masing-masing. Salah satunya adalah Mildura, sebuah kota kecil yang menarik untuk didatangi karena menyimpan pesona alam memukau. 

Untungnya, tim Bisnis Indonesia Weekend pernah menyambangi kota tersebut pada 2016. Kunjungan tersebut diturunkan dalam laporan berjudul Purnama di Langit Mildura. Dalam laporan ini, dikisahkan mengenai seluk beluk dan ciri khas kota tersebut. Seperti apa kisahnya? Yuk simak laporan di bawah ini.
 

Tangkapan layar Bisnis Indonesia Weekend

Tangkapan layar Bisnis Indonesia Weekend

Purnama di Langit Mildura

Musim semi datang membawa berkah bagi Mildura, kota kecil di sebelah barat laut Victoria, Australia. Spring to summer is about time to visit Mildura. Begitu kalimat promosi yang dikampanyekan oleh Pemerintah Mildura. 

Wilayah berpenduduk sekitar 53.000 jiwa ini mengandalkan pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi, selain sektor agribisnis. Setiap tahun pariwisata menghasilan devisa sekiatr AUS$250 juta per tahun dan menciptakan lapangan kerja bagi 1.400 penduduk. Wilayah Mildura menjadi lebih hangat pada siang hari dan suhu sejuk melenakan pada malam hari. 

Baca juga: Wow, Kota di Australia Capai Rekor Suhu Terpanas 50,7 Derajat Celcius

Benar saja apa yang kami rasakan pada pertengahan September lalu memenuhi undangan Pemerintah Negara Bagian Victoria terkait dengan kegiatan Food and Beverage Trade Week 2016. Saat berkunjung ke kota berjarak sekitar 550 kilometer dari Melbourne, Ibu Kota Negara Bagian Victoria kehangatan suasana menyambut kunjungan kami. 

Langit cerah dan hamparan lahan pertanian dan perkebunan terhampar luas terlihat pesawat sesaat sebelum mendarat siang itu. Perjalanan udara dari Melbourne ke Mildura ditempuh dalam tempo sekitar satu jam. Hamparan kebun anggur yang membentang terlihat di kanan kiri jalan menuju ke pusat kota. 

Namun, ketika itu tanaman anggur sedang gugur daun. Tidak terlihat keindahan daun dan buah merekah saat musim panen. Tiada gedung menjulang, hanya rumah berhalaman luas yang Nampak di sepanjang jalan. 

Panorama ini merupakan pemandangan khas kawasan pertanian dan peternakan di Negeri Kanguru. Tempat penginapan didominasi sekelas motel, dan hanya satu dua hotel setinggi tidak lebih dari pohon kelapa di sana. 
 

Sungai Murray

Meskipun tak berkesempatan mengunjungi sejumlah objek wisata unggulan Mildura, perjalanan darat menyusuri aliran kali Murray terasa menyenangkan. Sungai legendaris terpanjang di Negeri Benua, berjarak 3.672 km menjadi salah satu andalan pariwisata Mildura. 

Sungai Murray juga terkenal karena pertemuannya Sungai Darling ini terletak di wilayah Australia Selatan dan Negara Bagian New South Wales. Wisata menyusuri sungai merupakan menjadi primadona yang telah melegenda lebih dari 50 tahun. 

Sejumlah kapal uap kincir buatan akhir 1880 dan awal 1900 menjadi moda transportasi menyusuri Murray. Salah satu titik terminal wisata Sungai Murray yang sempat kami singgahi adalah restoran Trentham. Restoran ini menjadi bagian penting wisata cruise itu, karena menjadi tempat untuk makan siang bagi para turis.

 Restoran Trentham ini persis berada di tepi Sungai Murray, sehingga pengunjung rumah makan itu bisa langsung menikmati suasana harmoni dan tenangnya arus air kali itu. Trentham Estate mempunyai lahan kebun anggur seluas 46 hektare dan sekitar 5.000 ton buah anggur per musim. Oleh karena itu, restoran Trentham mengandalkan santap makan siang dengan sajian minuman anggur lokal. 
 

Perkebunan jeruk dan zaitun

Selain objek wisata alam dan wisata budaya, serta sejumlah even yang disajikan selam spring dan summer, Mildura sebenarnya punya potensi eco-tourism tetapi tidak dibuka untuk umum. Sebut saja, wisata kebun zaitun, wisata kebun jeruk, dan kebun anggur. 

Pengelola perkebunan di Mildura sengaja tidak membuka lahannya untuk para pelancong, baik turis lokal maupun turis asing. Ribuan hektare kebun zaitun dan kebun jeruk, sebenarnya bisa saja untuk dibuka bagi aktivitas pariwisata. 

Kebun buah zaitun di Cobram Estate milik Boundary Bend Olives, misalnya menyajikan pengalaman unik. Selain pengunjung bisa berkeliling kebun, melihat fasilitas pabrik pengolahan minyak zaitun, mereka bisa belajar soal pelestarian lingkungan. 

Pemilik kebun yang mendeklarasikan diri sebagai new world industri minyak zaitun itu selain mempraktikkan berkebun ramah lingkungan, juga menyediakan lahan untuk konservasi binatang, terutama Kanguru. 

Hal sama juga dilakukan oleh kebun jeruk (citrus) di kawasan Murray Valley, yakni Southern Cross Farms. Ribuan hektare kebun jeruk yang sedang berbuah oranje merekah menyajikan sensasi pengalaman tersendiri. Sambutan hangat suasana siang itu tampaknya membuat malam hari tidak ingin ketinggalan. Purnama tampak bersinar di balik mendung langit Mildura selepas senja. 

Sang Kartika memperlihatkan sinarnya tepat di atas jalan utama Kota Mildura pada saat kami berjalan kaki menuju Brewery Restaurant tempat santap malam. Berlokasi di jalan Langtree Avenue, yakni lokasi wisata malam dan wisata kuliner di jantung kota, Brewery menyajikan menu makanan favorit lokal. Salah satu yang memanjakan lidah dan menggugah selera menu ‘semur’ daging sapi dan ‘opor’ ayam, serta minuman anggur. 

Baca juga: Phoebe Soegiono, Wanita Keturunan Indonesia yang Jadi Miss Earth Australia 2021

Mildura di musim semi kala itu memang sangat bersahabat bagi penikmat wisata kuliner. Tiada gerimis yang ‘menangis’ tetapi terbalut suasana sejuk dan menentramkan. 

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

9 Istilah Bahasa Gaul di Twitter, dari Bub hingga Rent Free

BERIKUTNYA

Jika Kalian Gampang Gelisah & Cepat Panik, Coba Atasi dengan 7 Cara Ini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: