Fakta-fakta Menarik Indonesia Airlines, Maskapai Baru dengan Rute Khusus Internasional
10 March 2025 |
08:00 WIB
Ada kabar gembira bagi Genhype yang suka jalan-jalan ke luar negeri. Sebab, Indonesia kedatangan pemain baru di industri penerbangan yakni Indonesia Airlines, yang resmi diluncurkan sebagai maskapai penerbangan dengan fokus khusus melayani rute internasional.
Uniknya, meski menggunakan nama Indonesia, maskapai ini dimiliki oleh perusahaan yang kantor pusatnya berada di Singapura. Ya, Indonesia Airlines dimiliki oleh Calypte Holding Pte. Ltd., perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan, penerbangan, dan pertanian asal Negeri Singa.
Baca juga: Garuda Indonesia Masuk 25 Maskapai Terbaik Dunia pada 2025
"Kami mempersembahkan maskapai penerbangan komersial berjadwal dengan layanan premium di bawah merek Indonesia Airlines. Kami menggabungkan kemewahan perjalanan jet pribadi dengan kenyamanan penerbangan komersial, menawarkan perjalanan yang benar-benar tak tertandingi bagi penumpang," ujar Iskandar, Chief Executive Officer Indonesia Airlines dalam siaran pers, Minggu (9/3/2025).
Berbeda dengan maskapai lain yang umumnya melayani rute domestik dan internasional, Indonesia Airlines memilih untuk fokus pada penerbangan ke luar negeri. Strategi ini terbilang berani di tengah persaingan industri penerbangan yang ketat. Akan tetapi, dengan segmentasi pasar yang jelas dan layanan premium, maskapai ini optimis bisa merebut hati traveler Indonesia.
Lantas, apa saja yang menarik dari maskapai baru ini? Yuk, simak fakta-faktanya!
Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Sebelum terjun ke dunia aviasi, Iskandar memiliki pengalaman di bidang energi terbarukan dan perbankan.
Untuk memastikan standar layanan yang tinggi, Indonesia Airlines telah merekrut profesional dengan pengalaman luas di industri penerbangan. Termasuk Direktur Operasional yang memiliki lebih dari 40 tahun pengalaman, salah satunya sebagai pilot pertama yang menerbangkan Airbus A380 di Singapore Airlines.
Ada juga Direktur Komersial dengan pengalaman lebih dari 21 tahun di maskapai besar seperti Emirates dan Asiana Airlines dan Direktur Produk dan Layanan yang telah bekerja di Royal Brunei dan Emirates selama 25 tahun.
Kehadiran Indonesia Airlines diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri penerbangan nasional di kancah internasional, dan menambah banyak opsi untuk pengguna moda transportasi pesawat terbang.
Baca juga: Serba-Serbi BBN Airlines: Maskapai Baru yang Mengudara di Indonesia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Syaiful Millah
Uniknya, meski menggunakan nama Indonesia, maskapai ini dimiliki oleh perusahaan yang kantor pusatnya berada di Singapura. Ya, Indonesia Airlines dimiliki oleh Calypte Holding Pte. Ltd., perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan, penerbangan, dan pertanian asal Negeri Singa.
Baca juga: Garuda Indonesia Masuk 25 Maskapai Terbaik Dunia pada 2025
"Kami mempersembahkan maskapai penerbangan komersial berjadwal dengan layanan premium di bawah merek Indonesia Airlines. Kami menggabungkan kemewahan perjalanan jet pribadi dengan kenyamanan penerbangan komersial, menawarkan perjalanan yang benar-benar tak tertandingi bagi penumpang," ujar Iskandar, Chief Executive Officer Indonesia Airlines dalam siaran pers, Minggu (9/3/2025).
Berbeda dengan maskapai lain yang umumnya melayani rute domestik dan internasional, Indonesia Airlines memilih untuk fokus pada penerbangan ke luar negeri. Strategi ini terbilang berani di tengah persaingan industri penerbangan yang ketat. Akan tetapi, dengan segmentasi pasar yang jelas dan layanan premium, maskapai ini optimis bisa merebut hati traveler Indonesia.
Lantas, apa saja yang menarik dari maskapai baru ini? Yuk, simak fakta-faktanya!
1. Pendiri & pemilik Indonesia Airlines
Iskandar, seorang pengusaha asal Aceh yang lahir pada 7 April 1983 di Bireuen, adalah sosok di balik lahirnya Indonesia Airlines. Dia menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Executive Chairman di Calypte Holding Pte. Ltd., perusahaan induk yang berbasis di Singapura.Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Sebelum terjun ke dunia aviasi, Iskandar memiliki pengalaman di bidang energi terbarukan dan perbankan.
2. Kantor pusat & basis operasional
Indonesia Airlines memilih Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, sebagai basis operasional utamanya. Keputusan ini didasarkan pada hasil studi kelayakan yang menunjukkan potensi besar dalam melayani rute internasional dari hub utama Indonesia tersebut.3. Armada pesawat
Pada tahap awal operasional, Indonesia Airlines akan mengoperasikan 20 pesawat yang terdiri dari 10 unit Airbus A321neo atau A321LR, pesawat berbadan ramping yang ideal untuk rute jarak menengah serta 10 unit Airbus A350-900 dan Boeing 787-9, pesawat berbadan lebar yang dirancang untuk penerbangan jarak jauh dengan kapasitas penumpang yang lebih besar.4. Rute penerbangan
Dengan fokus utama pada penerbangan internasional, Indonesia Airlines menargetkan untuk melayani 48 kota tujuan di 30 negara dalam lima tahun pertama operasionalnya. Hal tersebut, kata Iskandar, menunjukkan ambisi besar maskapai untuk terus memperluas jaringan globalnya.
5. Tim Manajemen
Untuk memastikan standar layanan yang tinggi, Indonesia Airlines telah merekrut profesional dengan pengalaman luas di industri penerbangan. Termasuk Direktur Operasional yang memiliki lebih dari 40 tahun pengalaman, salah satunya sebagai pilot pertama yang menerbangkan Airbus A380 di Singapore Airlines. Ada juga Direktur Komersial dengan pengalaman lebih dari 21 tahun di maskapai besar seperti Emirates dan Asiana Airlines dan Direktur Produk dan Layanan yang telah bekerja di Royal Brunei dan Emirates selama 25 tahun.
Kehadiran Indonesia Airlines diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri penerbangan nasional di kancah internasional, dan menambah banyak opsi untuk pengguna moda transportasi pesawat terbang.
Baca juga: Serba-Serbi BBN Airlines: Maskapai Baru yang Mengudara di Indonesia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Syaiful Millah
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.