Koleksi wayang golek dalam kisah Si Pitung milik Museum Wayang, dibuat pada 2001 oleh Tizar Purbaya. (Sumber gambar: Hypeabis.id/FSI)

Anak Betawi Asli Merapat, Yuk Kepoin Cerita Si Pitung & Mariyam lewat Wayang Golek

30 June 2022   |   18:00 WIB
Image
Fajar Sidik Hypeabis.id

Siapa yang tak tahu dengan sosok Si Pitung? Buat kalian yang mengaku anak Betawi asli pasti mengenal betul sosok pendekar asal Tanah Batavia ini, baik lewat cerita orang tua maupun lewat film dan pertunjukan seni budaya yang banyak digelar di masyarakat.

Salah satu seni budaya yang mengangkat kisah Si Pitung adalah melalui wayang golek Betawi. Cerita yang diangkat dalam pewayangan ini mengambil kisah inspiratif dari Tanah Betawi, seperti Si Pitung, Si Jampang atau Si Manis Jembatan Ancol.

Wayang sebagai media transformasi seni dan budaya tentu saja masih cukup relevan dijadikan sarana pelestarian khazanah lokal, sekaligus menjadi medium hiburan yang mengasyikkan dan upaya pelestarian budaya lokal pada era digital ini.

Meski saat ini belum banyak pagelaran wayang di masyarakat, namun buat kalian yang penasaran dengan kesenian ini, sekilas dapat mempelajarinya dengan mendatangi Museum Wayang di Kota Tua, Jakarta.

Berikut Hypeabis.id merangkum koleksi Wayang Golek Betawi yang dihadirkan di museum wayang nasional tersebut.
 

Kisah Si Pitung

Si Pitung adalah tokoh Betawi yang membumi di masyarakatnya. Dikenal sebagai sosok yang saleh dan suka membela masyarakat lemah dan tertindas, abang yang jago bela diri ini menjadi salah satu representasi dan sosok panutan bagi masyarakat Betawi.

Si PItung sendiri memiliki nama asli Salihoen. Pada 1892, awalnya dia sempat berjuluk sebagai One Bitoeng atau Pitang, sampai akhirnya dikenal dengan nama Si Pitoeng. Dia lahir di daerah Pengumben, Rawabelong yang pada saat ini berlokasi di sekitar Stasiun Kereta Api Palmerah. Ayahnya bernama Bung Piung dan Ibunya Mbak Pinah. 

Pitung menerima pendidikan di pesantren yang dipimpin oleh Haji Naipin (seorang pedagang kambing). Adapun sebutan Pitung sendiri adalah nama panggilan berasal dari Bahasa Jawa Pituan Pitulung, yang secara bebas dapat diartikan sebagai tuan penolong.

Jika di dunia barat terkenal Robin Hood, Betawi punya Si Pitung sebagai tokoh dari kisah Betawi masa lampau yang memang dikenal sebagai perampok. Namun, hasil rampokannya digunakan untuk menolong orang-orang yang menderita, lemah dan tertindas.

Kisah keberanian Si Pitung melawan kompeni Belanda menjadi cerita inspiratif yang melekat di hati masyarakat Betawi sampai sekarang, sehingga kisahnya banyak dijadikan cerita yang menarik dalam pagelaran Wayang Golek Betawi.


Mariyam Si Manis Jembatan Ancol

Wayang Golek Betawi, Si Manis Jembatan Ancol (Hypeabis.id/FSI)

Wayang Golek Betawi, Si Manis Jembatan Ancol (Hypeabis.id/FSI)

Selama ini, cerita Si Manis Jembatan Ancol dikenal cukup luas di masyarakat lantaran identik dengan sosok hantu berparas cantik dan seksi. Apalagi sejak diadaptasi dalam film sinetron televisi pada 1993, cerita dari legenda Betawi ini banyak menarik perhatian masyarakat luas.

Nah, sebagai bagian dari pelestarian budaya, cerita Wayang Golek Betawi juga mengadaptasi cerita dari legenda Si Manis ini. Wayang sebagai media hiburan layaknya sebuah karya film, membutuhkan skenario cerita yang melekat dengan budaya masyarakatnya.

Dalam Wayang Betawi, sosok Mariyam Si Manis Jembatan Ancol sendiri berbeda dengan cerita sinetron, dia adalah sosok perempuan berkerudung merah muda dengan baju batik coklat dan sarung batik.

Mengutip cerita dari buku Simanis Jembatan Ancol, Cerita Rakyat Betawi yang ditulis oleh Muhammad Jaruki dan diterbitkan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta 2010, Mariyam sendiri diceritakan sebagai seorang anak gadis yang sudah tidak mempunyai orang tua. Lalu dia diangkat sebagai anak oleh keluarga kaya hingga dia tumbuh menjadi gadis cantik nan menawan.

Namun, pada suatu ketika sepulang dari pengajian, dia diadang oleh sejumlah pemuda di sekitar jembatan Ancol. Jembatan Ancol sendiri dahulu merupakan jembatan goyang berlokasi di Jakarta Utara. Jembatan ini terkenal bukan karena arsitekturnya, tetapi karena cerita dari Mariyam.

Di lokasi ini Mariyam meninggal sebagai korban kekerasan seksual segerombolan pemuda bejat. Singkat cerita, arwah Si Manis Jembatan Ancol ini melakukan balas dendam terhadap seluruh pemuda tersebut hingga semua meninggal dalam keadaan tragis.
 

Wayang Golek Betawi (Hypeabis.id/FSI)

Wayang Golek Betawi (Hypeabis.id/FSI)


SEKILAS WAYANG GOLEK LENONG BETAWI
Sebagai tambahan informasi, meskipun wayang golek dikenal sebagai kesenian asal Tanah Pasudan, namun pertalian budaya yang erat membuat wayang golek juga berkembang menjadi salah satu kesenian Betawi.

Mengutip informasi dari Kemendikbud, Wayang Golek Lenong Betawi diciptakan oleh Tizar Purbaya. Wayang golek ini pertama kali dipentaskan pada 2001 di Jakarta. Ide tentang Wayang Betawi tidak muncul begitu saja. Tizar yang merupakan seorang pengrajin dan pedagang barang-barang antik, memang memiliki ketertarikan terhadap wayang.

Dia pernah berguru membuat wayang pada Aa Him di Bogor. Tizar pernah pula mengunjungi berbagai negara, sengaja untuk mempelajari seni wayang. Keterampilannya membuat wayang dipelajari dari Jepang. Dari keterampilannya itu, Tizar sempat membuka stan wayang golek di Pasar Seni Ancol pada 1978.

Sepeninggal Tizar pada April 2015, pentas wayang golek beralih ke tangan Reza Purbaya, putra Tizar. Dia mengenal wayang golek sejak kecil dan berkeliling kampung melihat ayahnya menjadi dalang wayang golek Betawi. Mengikuti jejak ayahnya, Reza berupaya membuat wayang golek semakin diterima masyarakat Betawi sebagai bagian dari kesenian mereka.

Hingga kini, wayang golek Betawi mashi bertahan menjadi salah satu pertunjukan seni yang mendidik sekaligus menghibur dan melahirkan pula generasi dalang muda yang berbakat. Bagaimana kalian tertarik menonton Wayang Golek Betawi?



Editor: Indyah Sutriningrum
 

SEBELUMNYA

Ladies, Simak 5 Pakaian yang Bisa Kalian Pakai saat Mulai Work from Office

BERIKUTNYA

Yuk Pesan! Ini Rekomendasi Kuliner Khas Betawi yang Melegenda

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: