Ilustrasi diet (Sumber gambar: Freepik/drobotdean)

Pantas Saja Diet Kalian Sering Gagal, Ternyata Ini 6 Penyebabnya

29 June 2022   |   13:15 WIB

Kalian tentu sering membaca iklan produk pendamping diet yang sangat bombastis. ‘Langsing tanpa olahraga’ atau ‘Dijamin turun 10 kg dalam 1 bulan’ adalah badan yang sering kali muncul di tagline menguruskan media sosial. 

Bagi remaja yang terobsesi memiliki berat badan idela, produk dengan tagline semacam ini biasanya langsung menjadi pilihan. Padahal, metode diet yang instan justru akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Praktisi dan Konsultan Gizi Jansen Ongko mengatakan maraknya metode diet yang tidak jelas asal-usulnya semakin memicu pemahaman keliru soal diet. “Diet yang benar adalah mengatur pola makan agar kebutuhan tubuh terpenuhi,” ujarnya dikutip dari Bisnis Indonesia Weekend edisi 13 November 2016. 

Menjalani diet memang gampang-gampang susah. Jansen menjelaskan dalam diet ketika mendapatkan tubuh yang ideal, itu hanyalah bonus. Dalam banyak kasus diet yang terlalu ekstrem justru berakhir dengan kegagalan. 

Baca juga: Jangan Cuma Ikut-ikutan, Penting untuk Memilih Pola Diet yang Tepat
 

Lantas apa saja penyebab kegagalan saat berdiet? 

Berikut beberapa daftar dari Jansen yang menjadi penyebab seringnya seseorang mengalami kegagalan ketika melakukan diet. 

1. Ingin cepat-cepat berubah

Banyak pelaku diet, terutama remaja, yang langsung menghindari beberapa makanan favoritnya ketika melakukan diet dengan harapan bisa mendapatkan tubuh yang ideal. Ada juga yang sebelumnya tidak pernah berolahraga langsung melakukan aktivitas tersebut secara rutin. 

Menurut Jansen, ini adalah indikasi bahwa kita ingin cepat berubah, padahal tubuh dan pikiran tidak bisa beradaptasi terhadap perubahan mendadak. Seharusnya, saat berdiet, kurangi frekuensi makanan yang sering disantap sambil memperkenalkan lidah kita dengan makanan sehat. Selain itu, pelaku diet juga harus menyesuaikan rutinitas olahraga dengan kemampuan tubuh. 
 

2. Bergantung pada angka di timbangan

Banyak pelaku diet yang merasa gagal karena berat badannya tidak juga turun. Padahal, menurut Jansen, patokan tubuh ideal bukan hanya berat badan. “Perubahan komposisi tubuh akibat lemak yang mengalami penyusutan jika dibarengi dengan bertambahnya otot akan membuat bentuk tubuh ideal tanpa mengurangi banyak berat badan,” tambahnya. 
 

3. Menahan nafsu makan 

Diet yang baik harus diikuti dengan aktivitas fisik seperti olahraga dan istirahat yang cukup. Pada remaja, mengurangi berat badan dengan mengurangi asupan makanan bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan. 
 

4. Pengaruh lingkungan

Setiap perubahan tentu memerlukan proses dan perjuangan. Jansen menyarankan pelaku diet untuk meminta dukungan teman dan keluarga dengan memberitahukan tujuan diet yang ingin dicapai. Saat berdiet, sering kali ada yang mencibir keinginan tersebut. Namun, hal tersebut harus dihadapi dan dijadikan masukan agar bisa sukses berdiet. 
 

5. Tidak konsisten dan mudah menyerah

Jansen menjelaskan diet adalah terapi jangka panjang untuk tubuh. Dengan demikian, prosesnya akan memerlukan waktu panjang sehingga konsistensi seringkali menjadi batu sandungan. “Cara efektif untuk menumbuhkan konsistensi adalah dengan belajar menyukai apapun upaya yang dilakukan,” ujarnya.
 

6. Makan sembarangan

Tubuh membutuhkan gizi yang cukup dan seimbang agar terhindar dari malnutrisi. Jika terjadi dalam jangka panjang, kondisi ini akan menghalangi proses pembentukan tubuh ideal dan sehat. Mengonsumsi makanan tidak sehat akan menghambat proses diet yang dijalani.

Baca juga: Cara Mudah Memulai Diet dengan Menerapkan Konsep 3J, Apa Tuh?

Selain kegagalan saat diet, Jansen juga menyoroti praktik diet-diet ekstrem yang banyak dilakukan masyarakat.

 Hal ini misalnya dengan mengonsumsi obat, suplemen, atau ramuan herbal tertentu. Menurut Jansen sebagian besar produk tersebut bekerja dengan menekan nafsu makan atau sebagai pembakar lemak.

“Apa pun jenis produk pelangsingnya, sudah semestinya dilarang untuk dikonsumsi oleh remaja, meskipun sudah melalui uji klinis,” tuturnya. 

Editor: Dika Irawan
SEBELUMNYA

Pertunjukan Tari Tjampoer: Ini yang Terjadi Saat Seniman Indonesia & Belanda Collabs di Atas Panggung

BERIKUTNYA

Tayang 7 Juli, Series Suka Duka Berduka Hadirkan Kisah Drama Komedi Satire Keluarga

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: