Ilustrasi mempersiapkan investasi. (rawpixel.com/freepik.com)

5 Jurus Jitu Tangkis Rayuan Investasi Bodong

29 June 2022   |   08:35 WIB

Modus penipuan berkedok investasi masih saja terjadi dengan berbagai motif barunya. Rayuan manis dan janji keuntungan besar dengan cara cepat umumnya menjadi ciri utama dari jenis investasi bodong ini, dan kedok baru dengan pola serupa pun telah banyak menelan korban.

Dengan menaruh uang dalam jumlah yang hanya sekarung, bisa mendapatkan hasil berkarung-karung. Ah, siapa yang tak tergoda? Ada banyak modus operandi penipuan berkedok investasi yang pernah terjadi. Agar tidak tertipu, kalian harus lebih waspada terhadap modus baru yang masih terus berkembang. 

Konselor Keuangan dan Keluarga MoneynLove Financial Planning & Consultant Andreas Freddy Pieloor mengingatkan agar selalu bersikap kritis dan waspada karena pada dasarnya investasi bersifat sangat pribadi. Setiap orang memiliki pengetahuan hingga jumlah uang yang berbeda.

Jadi, setiap orang bisa melakukan investasi yang berbeda satu dengan lainnya. “Layaknya menjahit baju, harus diukur dulu badannya, lengannya, pinggangnya,” katanya.

Ada beberapa hal yang harus dipahami agar tak mudah tertipu rayuan gombal.
 

1. Ketahui ke mana uang akan diputar.

Pertama, pahami uang kalian dikelola dalam bisnis atau bidang apa, mungkinkah jumlah keuntungan fantastis yang  digembor-gemborkan si  perayu itu bisa diperoleh? Jika tak tahu ke mana uang diputar, jangan mudah percaya.


2. Kenali pengelolanya.

Lalu, kenali siapa yang mengelola uang Anda, dan bagaimana  pengalamannya. Jangan mudah percaya dengan orang yang tidak jelas latar belakangnya.
 

3. Pastikan badan usaha resmi.

Kenali juga apa jenis lembaga atau badan usaha yang menaungi si perayu. Di bawah pengawasan siapa badan usaha tersebut? Siapa saja yang pernah menjadi nasabahnya?
 

4.  Cek rekam jejak.

Lihatlah sudah berapa lama lembaga atau badan usaha itu beroperasi. Perusahaan yang kurang bisa dipercaya biasanya akan berumur tidak lebih dari 5 tahun saja, karena perusahaan semacam itu mudah mati.


5. Pahami sistem dan konsepnya.

Kemudian, sistem atau konsep apa yang digunakan si perayu. Beberapa contoh sistem yang perlu diwaspadai adalah member get member yaitu Anda harus mencari orang lain untuk ikut investasi serupa, kemu dian waktu yang dibatasi untuk menyetorkan uang atau menjadi anggota terkesan terburu-buru, serta tidak ada produk maupun dokumen yang bisa dijadikan bukti.

Ada pula perusahaan yang meminta para investor menuliskan nama keluarga atau orang-orang terdekat.Harapannya, saat investor  tersebut mengajak orang terdekatnya, tidak akan ada yang curiga. Karena biasanya orang akan berpikir tidak mungkin orang terdekat  akan menipu. Kalau sudah begini, selalu hati-hati ya!

Catatan redaksi: artikel dikutip dari BI Weekend edisi 14 Juni 2015.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Yuk Bangkitkan Semangat Pagi dengan Sarapan Kiwi

BERIKUTNYA

Bunda, Yuk Pahami Lagi Kenapa Bermain Jadi Stimulasi Terbaik Untuk Anak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: