Rumah Bambu (JIBI)

Desain Hunian Kembali ke Alam dengan Konsep Rumah Bambu yang Unik

29 June 2022   |   07:40 WIB

Konsep back to nature saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Hampir seluruh aspek kehidupan sedapat mungkin didekatkan dengan alam. Termasuk pada konsep hunian dengan mengkreasikan berbagai bahan material yang digunakan serba ramah lingkungan dan menyatu dengan alam. 

Sebut saja bahan material bambu yang banyak dilirik, terutama setelah pesohor Elora Hardy membangun rumah bambu di Bali pada 2015 lalu. Untuk mewujudkan mimpinya, dia meninggalkan pekerjaannya di industri fesyen New York. 

Dikutip dari website boredpkalian.com, Elora Hardy dan timnya membutuhkan waktu 5 tahun untuk membangun konstruksi rumah bambu impiannya.

Bambu sebagai material utama rumah dipilih karena merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui yang hingga kini kurang dimanfaatkan.

Padahal, rumah bambu dapat bertahan lama dan tetap berdiri tegak tanpa harus takut bambu jadi rapuh karena serangga ataupun rayap, asalkan perawatannya dilakukan maksimal salah satunya dengan boron. 

Bambu yang digunakan Hardy tidak hanya untuk eksterior rumah, tetapi digunakan pula pada interior rumah, yakni kamar mandi, teras, termasuk lorong yang menghubungkan antara satu rumah bambu dan rumah bambu lainnya. 

Praktisi Rumah Bambu Indra Setiadarma menuturkan penggunaan bambu sebagai bahan material utama bangunan mulai dilirik setelah menghangatnya isu global warming, dan keterbatasan bahan baku. Tepatnya pada 2008, bambu mulai dilirik dengan meningkatnya permintaan pasar luar negeri. 

Bambu sebagai pilihan material rumah tinggal ternyata berkekuatan yang nyaris sama dengan beton. Kembali lagi, asal proses pengawetan dan perawatan bambu dilakukan dengan benar, maka daya tahan bambu akan tinggi karena tidak mudah rapuh akibat serangan kumbang bubuk, rayap, dan jamur. 

Ditilik dari sisi estetika, desain dari rumah bambu berperan penting dalam menambah nilai dari bambu itu sendiri. Kesan kuno, suram, dan tertinggalkan selama ini lekat pada bangunan yang memanfaatkan material bambu.

Padahal, menurut Indra, dengan desain dan proses pengawetan bambu yang bagus justru membuat rumah tampak lebih eksklusif. Suasana yang dihadirkan juga lebih alami dan dingin.

Jika Kalian tertarik membangun rumah bambu, yang perlu diperhatikan adalah landscape yang ingin diciptakan sebelum membuat desain. Indra mengatakan desain yang disiapkan untuk rumah bambu yang dibangun di tengah kota, dengan kawasan yang masih banyak unsur hijau.
“Hal lain yang perlu diperhatikan juga pemilihan jenis bambu. Baik warna, diameter, dan jenis,”  terangnya. 

Arsitek Rangga Gautama menambahkan pemanfaatan bambu sangat berpengeruh dalam menambah nilai artistik pada sebuah hunian. Bambu dapat dipadupadankan dengan aluminium, kaca, maupun material modern lainnya. Selain itu, karena kelenturan dan kekuatannya yang tinggi, struktur bambu juga merupakan bangunan tahan gempa. 

Dilihat dari sisi biaya, material bambu tidak mengalami banyak perubahan. Berbeda dengan harga material bangunan pada umumnya yang terus naik tiap tahunnya.

“Kendalanya adalah belum banyak arsitek di Indonesia yang memiliki spesialisasi rumah bambu,” kata Founder dan Creative Director Lima Design Group ini. Kalian tertarik?    

Catatan redaksi: artikel dikutip dari BI Weekend edisi 7 Juni 2015.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Moms, Pijat Bayi Penting Lho Buat Bangun Bonding Attachment

BERIKUTNYA

Bukan Sekadar Pakaian Kantor, The Executive Rebranding Jadi Executive

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: