Pancaroba disebut juga sebagai masa rentan terkena penyakit (Sumber gambar: Daria Rem/Pexels)

Hadapi Pancaroba, Masyarakat Harus Siapkan Suplemen & Vitamin

15 June 2022   |   16:41 WIB

Sebagai negara dengan iklim tropis, Indonesia mengalami masa pancaroba atau peralihan musim sebanyak dua kali dalam setahun. Pada bulan September-November sebagai masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan, dan pada bulan Maret-April sebagai pergantian musim penghujan menuju musim kemarau.

Selain identik dengan pergantian cuaca ekstrem, pancaroba juga dikenal sebagai masa-masa rentan munculnya beberapa jenis penyakit karena imunitas yang menurun seperti sakit kepala, flu, nyeri sendi hingga gangguan asma.

Dengan kondisi seperti itu, banyak orang yang akan mulai mempersiapkan diri dengan berbagai kiat untuk menghadapi masa pancaroba salah satunya dengan mengonsumsi suplemen dan vitamin. 

Baca jugaSaran Luna Maya Terkait Gaya Hidup Sehat, Jangan Tiba-tiba & Mulai dari Hal Termudah

Menurut laporan survei Monthly Data Tracking Populix, selama Januari hingga Maret 2022, tercatat sebanyak 78 responden membeli larutan penyegar panas dalam setidaknya satu kali dalam sebulan, dengan 30% di antaranya membeli setidaknya satu kali dalam seminggu.

Di antara responden tersebut, 43% responden mengatakan membeli larutan penyegar panas dalam di minimarket, 38% responden membeli di warung dan 11% membeli di supermarket.

Hal ini menunjukkan bahwa responden membutuhkan produk tersebut untuk dikonsumsi secara cepat, sehingga mereka membelinya dari lokasi terdekat. Sementara itu, terkait dengan anggaran yang dikeluarkan untuk membeli larutan penyegar panas dalam, 92% responden menyediakan anggaran kurang dari Rp100.000 dalam sebulan.
 

f

Masyarakat gemar mengonsumi suplemen dan vitamin saat pancaroba (Sumber gambar: Polina Tankilevitch/Pexels)

Selain itu, untuk mempersiapkan diri menghadapi masa pancaroba, masyarakat Indonesia juga tercatat semakin rutin mengonsumsi multivitamin dan vitamin C guna meningkatkan imun tubuh. Laporan tersebut menemukan adanya kenaikan pembelian sebesar 11% pada kategori multivitamin dan vitamin C pada Maret dibandingkan Januari 2022.

Survei juga menunjukkan bahwa 90% responden membeli multivitamin dan vitamin C setidaknya satu kali dalam sebulan. Adapun, terkait dengan anggaran yang disediakan, 75% responden dan 62% responden menghabiskan kurang dari Rp100.000 untuk membeli vitamin C dan multivitamin dalam sebulan.

Kendati begitu, terdapat juga 31% responden yang menyediakan anggaran lebih, yaitu sebesar Rp100.000 - Rp250.000 untuk membeli multivitamin. Sebagai produk yang rutin dikonsumsi untuk meningkatkan imun tubuh, mayoritas responden masih mencari produk multivitamin dan vitamin C di minimarket dan apotek.

Secara lebih detail, terdapat 32% responden membeli multivitamin di minimarket, 19% responden membelinya di apotek dan 16% responden bertransaksi menggunakan e-commerce. Di sisi lain, 37% responden membeli vitamin C di minimarket, 17% responden membeli di apotek dan 14% responden membelinya di supermarket.

Adapun, survei ini dilakukan secara online pada 3-9 Januari 2022 terhadap 1.002 responden, pada 1-9 Maret 2022 sebanyak 1.492 responden, dan pada 30 Maret-1 April 2022 melibatkan sebanyak 1.023 responden.


Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

Rekomendasi Hotel Dekat ICE BSD untuk Staycation, Kuy Lah

BERIKUTNYA

iPhone Akan Gunakan USB-C Mulai 2024, Cek Kelebihan & Kekurangannya?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: