Ilustrasi nyeri perut bagian bawah. (Sumber gambar : Pexels/Andrea Piacquadio)

Perut Bagian Bawah Nyeri? Hati-hati Penyakit Ini

09 June 2022   |   18:04 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Nyeri perut bagian bawah kerap terjadi pada wanita yang sedang mengalami fase menstruasi. Namun kamu perlu waspada jika itu terjadi terlalu sering, apalagi timbul di luar siklus haid. Nyeri perut bagian bawah bisa disebabkan oleh kista. 

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Brawijaya Hospital Saharjo Veinardi Madjid mengatakan kista merupakan benjolan yang dapat tumbuh di seluruh bagian tubuh, termasuk ovarium. Kista bisa ditemukan melalui ultrasonografi (USG), computerized tomography scan (CT-Scan), maupun magnetic resonance imaging (MRI).

"Gambarannya seperti balon, ada dinding, dan ada isinya," katanya dalam Instagram Live bersama Hypeabis.id, Kamis (9/6/2022).

Dia menerangkan pasien kista sering datang dengan keluhan nyeri perut bagian bawah. Terutama jika jenisnya kista endometriosis, kondisi saat ada jaringan endometrium yang tumbuh di dalam indung telur. 

Kista indung telur ini timbul akibat infeksi. Berupa pertumbuhan bakteri di vagina yang kemudian menginfeksi serviks dan berlanjut ke indung telur. 

Veinardi menyebut untuk kista endometriosis biasanya berhubungan dengan siklus haid. Nyeri perut bagian bawah muncul mulai dari skala sedang sampai hebat jelang dan hari pertama siklus haid. "Ada yang terus menerus tidak berhubungan siklus haid, ada yang kadang muncul, kadang tidak. Kalau nyeri di tulang pinggul, itu kistanya berbeda lagi," tuturnya.

Gejala kista endometriosis mirip dengan gejala pencernaan biasa. Selain nyeri perut bagian bawah, pasien sering mengeluhkan rasa adanya gas atau penuh di dalam perut, mual, hingga kembung.

Kista dikatakan jinak jikalau besarnya sebatas gangguan di organ sekitar. Dikatakan cukup besar apabila menekan organ saluran cerna bagian akhir dan kandungan kemih. "Akhirnya ada keluhan BAB [buang air besar] sulit, BAB jarang, buang air kecil anyang-anyangan, sering buang air kecil," tutur Veinardi.

Apabila ukurannya sangat besar, kista bisa masuk ke rongga perut dan ke saluran cerna. Alhasil perut tampil buncit. Kista bisa menjadi ganas atau disebut kanker dengan ciri-ciri berat badan turun drastis. Contoh berat badan dalam satu bulan turun 5 kg-8 kg. 

"Prinsipnya, keganasan kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol. Setiap sel di dalam tubuh butuh energi untuk tumbuh. Itu pasti akan ambil energi di lemak, kita bakal kering," sebut dokter yang murah senyum ini. 

Lebih lanjut Veinardi mengatakan benjolan di endometrium tidak selalu bermasalah. Jika ukurannya tidak lebih dari 40 ml setelah dipantau melalui pencitraan, tidak bisa katakan kista. 

Namun kista yang berubah menjadi kanker memiliki gambaran adanya bagian padat di benjolan yang timbul. "Kalau jinak biasanya lingkaran saja," imbuhnya. 

Oleh karena itu, apabila timbul keluhan seperti yang disebutkan sebelumnya, segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter nanti akan menyarankan untuk dilakukan USG perut atau dengan USG tranvaginal

"Ini baik untuk menilai indung telur. Kalau terdapat kista, akan sangat mudah terlihat. Kalau ada kecurigaan ke masalah keganasan, ada pemeriksaan selanjutnya yakni pemeriksaan darah, bisa pemeriksaan penanda tumor CA 125 untuk mendapat sedikit gambaran lebih ke arah jinak atau ganas," ujar Veinardi. 


Editor:Indyah Sutriningrum

SEBELUMNYA

Intip Kebaya & Gaun Pernikahan Sabrina Chairunnisa, Rancangan Intan Avantie hingga Hian Tjen

BERIKUTNYA

Canggih! Begini Cara Bikin Video Elon Musk Bisa Bicara Apapun Pakai Elon Talks

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: