Ilustrasi minuman hangat berbahan rempah-rempah alami (Sumber gambar: Unsplash/Hilary Hahn)

6 Minuman Tradisional yang Enak Dinikmati saat Cuaca Dingin

01 June 2022   |   15:07 WIB
Image
Gita Carla Hypeabis.id

Indonesia yang kaya akan rempah memiliki banyak jenis minuman khas di setiap daerahnya, serta menyimpan resep-resep sajian yang sarat tradisi. Terdiri dari bahan-bahan alami yang khas Nusantara, seperti secang, jahe dan kayu manis, menjadikan minuman-minuman ini memiliki rasa yang begitu istimewa.

Berbagai bahan tersebut diolah menjadi berbagai jenis minuman seperti bandrek, bajigur, wedang ronde hingga bir pletok semuanya menjadi sajian minuman khas di berbagai daerah, yang menggunakan potensi bahan rempah yang tersedia di penjuru negeri.

Berikut berbagai minuman tradisional yang enak dinikmati saat hangat.


1. Bandrek

Minuman asli Jawa Barat ini memang terkenal bahkan di beberapa daerah. Selain rasanya yang enak, bandrek juga mempu menyehatkan tubuh. Rempah-rempah yang terkandung dalam bandrek dipercaya bisa mengurangi kelelahan dan membuat tubuh terasa ringan, dan bila kamu sedang tidak enak badan, cobalah bandrek untuk meredakan batuk dan flu.

Rasa jahe yang pedas yang terkandung pada bandrek original memang kentara sekali. Saat ini, selain bandrek original tersedia juga bandrek dengan rasa kopi, susu, creamer, maupun cokelat.

Beberapa jenis makanan ringan rebus, sangat cocok menjadi teman bersantap dengan bandrek. Kamu juga bisa menemukan berbagai merek kemasan bandrek yang dijual di pasaran jika tidak punya waktu untuk memasaknya.


2. Bajigur

Bajigur adalah minuman khas Jawa Barat yang terbuat dari campuran santan cair, air, dan gula merah atau gula aren. Biasanya bila sesuai selera bisa dicampur rempah-rempah lain, minuman ini nikmat sekali disajikan hangat.

Dari segi penampilan, bajigur memang mirip dengan bandrek. Perbedaannya terasa saat dicicipi karena bajigur lebih terasa gurih karena memakai santan.
Menyesap bajigur sambal bercengkerama dengan keluarga di sore hari adalah saat yang paling tepat.


3. Bir Pletok

Yang harus kamu tahu mengenai minuman penanding bir para meener ini adalah bir pletok sama sekali tidak memabukkan. Bahan-bahan yang terkandung di dalamnya 100% rempah-rempah alami. Pemberian kata pletok yang disematkan dalam bir khas Betawi ini diduga berasal dari bunyi bahan-bahan bir saat dikocok dalam seruas bambu bersama es batu.

Bila kamu pernah mencoba wedang uwuh, mungkin rasanya lebih mirip namun ada rasa hangat dan pedas. Rasa pedasnya itu diperoleh lada hitam, cabe jawa, dan serai. Warna merah pada bir pletok berasal dari secang yang juga jadi campuran bahan minuman wedang uwuh.

Terbuat dari rempah-rempah alami yang mengandung banyak khasiat seperti secang yang mampu mengusir panas dalam. Minuman ini seringnya disajikan hangat, namun tidak menutup kemungkinan dalam kondisi dingin. Bila kamu ingin meminumnya dalam kondisi dingin, tinggal berikan es batu secukupnya. Karena bebas bahan pengawet, bir pletok hanya tahan berada dalam lemari pendingin selama 1 minggu.


4. Brem Bali

Kota Indah di sebelah timur Pulau Jawa ini juga memiliki minuman khas yang banyak diminati hingga ke luar negeri. Namanya Brem Bali. Proses pembuatannya mirip pembuatan wine yang bila semakin lama disimpan maka rasanya semakin nikmat.

Minuman ini terbuat dari beras ketan dan beras ketan hitam yang diberi ragi tape secukupnya. Setelah mengalami proses peragian, hasil pres itu akan disimpan selama 6 bulan. Setelah disimpan selama 6 bulan, Brem Bali dapat dikonsumsi atau dibotolkan.


5. Wedang Ronde

Wedang dalam Bahasa Jawa berarti “minuman” yang biasanya memiliki kuah panas dan enak disajikan ketika cuaca dingin maupun ketika malam tiba. Ronde adalah sejenis makanan dari tepung ketan yang dibentuk bulat dan didalamnya diisi kacang dan gula yang dihaluskan. Efek yang ditimbulkan setelah meminumnya adalah tubuh terasa hangat.


6. Sekoteng

Meskipun berbahan dasar jahe, sekoteng tidak memiliki rasa pedas dan panas seperti bir pletok. Rasanya lebih manis dan ringan di tenggorokan. Jahe sendiri diyakini meredakan nyeri lambung dan memulihkan radang sendi. Selain itu sekoteng juga mampu menyembuhkan masuk angina, mengurasi rasa mual, batuk dan gejala flu ringan, meningkatkan nafsu makan dan meredakan migraine.

Beberapa minuman tradisional ini sekarang dapat kamu temukan di toko-toko dijual dalam bentuk instan. Namun bila kamu ingin mencoba membuatnya di rumah, berikut resep bir pletok yang gampang dibuat.


Resep Bir Pletok ( untuk 500 ml)

  

Ilustrasi bir pletok (Sumber gambar: kemdikbud.go.id)

Ilustrasi bir pletok (Sumber gambar: kemdikbud.go.id)

 

Bahan-bahan:

120 gram kayu secang yang sudah diserut
2 ruas jahe merah
5 butir kapulaga
1 sdt lada hitam
2 buah cabai jawa
2 lembar daun pandan
1 batang kayu manis
1 batang serai
 2 lembar daun jeruk purut
3 butih cengkih
650 ml air putih
Gula pasir sesuai selera


Cara memasak:

1. Cuci bersih seluruh bahan, lalu tiriskan
2. Semua bahan kecuali gula, daun pandan dan serai dihaluskan terlebih dahulu. Bahan tersebut boleh boleh di blender, tapi lebih baik jika di ulek.
3. Masukkan semua bahan kedalam panci lalu tambahkan air putih.
4. Masukkan gula, daun pandan, dan serai sambil diaduk sampai mendidik.
5. Setelah mendidih, matikan api lalu diamkan sampai agak hangat. Tuang ke dalam wadah lalu saring hasil rebusan tadi.
6. Masukkan es batu dan bir pletok ke dalam shaker/ alat pengocok. Lalu kocok hingga berbusa.
7. Tuang ke dalam gelas saji dan tambahkan lagi es batu bila mau.
Selamat menikmati!


Editor: Fajar Sidik
SEBELUMNYA

Kisah Cinta Di Ambang Perpisahan dalam Single Baru Chintya Gabriella

BERIKUTNYA

Asyik, WhatsApp Sedang Uji Coba Opsi Edit Pesan Terkirim

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: