Rencana Mudik Pakai Motor? Waspada Kondisi Ini
28 April 2022 |
16:57 WIB
Kendati tidak direkomendasikan, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang mudik menggunakan sepeda motor. Sudah umum pula mereka membawa begitu banyak barang. Menggendong tas di depan dan belakang, hingga jok motor pun terlihat penuh.
Mudik menggunakan sepeda motor terlebih membawa beban yang berat ini bisa menimbulkan nyeri punggung. Apalagi jika perjalanan yang ditempuh untuk mencapai kampung halaman memakan waktu lama dan jarak yang panjang.
"Berkendara motor dalam jangka waktu lama risikonya lebih besar karena punggung tidak ada sandaran. Otot jadi bekerja lebih keras mempertahankan tubuh pada posisi tegak," ujar Spesialis Orthopedi & Traumatologi dari Brawijaya Hospital dr. Achmad Zaki saat dihubungi Hypeabis.id, Kamis (28/4/2022).
Dia menerangkan kerja otot pada pengendara motor yakni mempertahankan keseimbangan. Kerja otot harus sinergis, entah itu otot kaki, otot tangan, maupun otot punggung.
"Akumulasinya kerja otot pengendara motor secara resultan lebih berat dibandingkan dengan pengendara mobil. Terjadi risiko tambahan apalagi pakai tas punggung. Lain jika ditaruh di motor, itu juga perlu menjaga keseimbangan," tutur Zaki.
Oleh karena itu, untuk melemaskan otot, pengendara motor sebaiknya banyak beristirahat selama perjalanan. Biasanya pengendara mobil beristirahat setiap dua jam sekali, untuk pengendara motor sebaiknya dilakukan satu jam sekali.
"Untuk pengendara motor harus lebih berhati-hati, mungkin setiap 1 jam istitahat. Atau setiap 2 jam istirahat yang lebih panjang," jelas Zaki.
Editor: M R Purboyo
Mudik menggunakan sepeda motor terlebih membawa beban yang berat ini bisa menimbulkan nyeri punggung. Apalagi jika perjalanan yang ditempuh untuk mencapai kampung halaman memakan waktu lama dan jarak yang panjang.
"Berkendara motor dalam jangka waktu lama risikonya lebih besar karena punggung tidak ada sandaran. Otot jadi bekerja lebih keras mempertahankan tubuh pada posisi tegak," ujar Spesialis Orthopedi & Traumatologi dari Brawijaya Hospital dr. Achmad Zaki saat dihubungi Hypeabis.id, Kamis (28/4/2022).
Dia menerangkan kerja otot pada pengendara motor yakni mempertahankan keseimbangan. Kerja otot harus sinergis, entah itu otot kaki, otot tangan, maupun otot punggung.
Ilustrasi mudik menggunakan sepeda motor/Bisnis
"Akumulasinya kerja otot pengendara motor secara resultan lebih berat dibandingkan dengan pengendara mobil. Terjadi risiko tambahan apalagi pakai tas punggung. Lain jika ditaruh di motor, itu juga perlu menjaga keseimbangan," tutur Zaki.
Oleh karena itu, untuk melemaskan otot, pengendara motor sebaiknya banyak beristirahat selama perjalanan. Biasanya pengendara mobil beristirahat setiap dua jam sekali, untuk pengendara motor sebaiknya dilakukan satu jam sekali.
"Untuk pengendara motor harus lebih berhati-hati, mungkin setiap 1 jam istitahat. Atau setiap 2 jam istirahat yang lebih panjang," jelas Zaki.
Editor: M R Purboyo
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.