Gambaran batu pada kantung empedu (SUmber gambar/iStok/Shidlovski)

Kenali Penyebab Batu Empedu yang dialami Maia Estianty

23 April 2022   |   17:22 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Musisi Maia Estianty menjalani operasi pengangkatan batu empedu, Jumat (23/4/2022). Kabar tersebut datang dari unggahan istri Irwan Mussry itu di akun Instagram miliknya. Maia mengaku sempat deg-degan saat menjalai operasi ini. Namun dia lega karena orang-orang terkasihnya datang menunggunya selama prosedur medis tersebut. 

Maia turut mengungkapkan bahwa sejatinya dokter sudah menyarankan untuk operasi pengangkatan kantong empedu sejak 2016 lalu. "Baru sekarang berani ya. Doc.. ahahaha ,the best…," tulis Maia dalam Instagramnya, Sabtu (23/4/2022). 
 


Bicara soal batu empedu, mengutip RS Pondok Indah, ini adalah kondisi ditemukannya batu di dalam kandung atau di saluran empedu yang bisa berbentuk seperti pasir atau kecil-kecil hingga besar menyerupai batu asli. 

Endapan yang mengeras ini dapat ditemukan dua tempat yaitu di kandung empedu yang secara medis disebut dengan cholecystolithiasis, dan di saluran empedu yang secara medis disebut dengan choledocolithiasis. 

Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif RS Pondok Indah dr. Adianto Nugroho menyebut wanita rentan terhadap penyakit ini. Penyebab utamanya karena kaum hawa memiliki hormon estrogen ekstra dalam tubuh, terutama saat menjalani kehamilan.

Hormon ini dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam empedu serta menurunkan kontraksi kandungan empedu untuk mengosongkan empedu. 

Alhasil, risiko pengendapan cairan empedu meningkat dan membentuk batu empedu. Selain itu, terapi penggantian hormon atau konsumsi pil KB juga dapat memicu terbentuknya batu pada empedu. 

Faktor risiko lainnya juga ditemukan pada wanita yang menjalani diet tinggi lemak, tinggi kolesterol, dan rendah serat atau mereka yang mengidap diabetes melitus. 

Sementara untuk gejala, Adianto menyebut biasanya timbul rasa sakit atau nyeri perut kanan atas yang menjalar ke punggung disertai rasa mual, kembung, dan sering sendawa.

Gejala ini mirip dengan gastroesophageal reflux disease (GERD) yang kerap dikenal sebagai penyakit asam lambung. Sebelumnya Maia sempat mengeluhkan gejala serupa.

Nyeri karena masalah empedu biasanya muncul terutama setelah makan, khususnya ketika setelah mengonsumsi makanan berlemak.

Gejala lain kata Adianto yakni nyeri secara tiba-tiba di tengah perut bawah dana, kemudian berkeringat dan cepat lelah. "Pada sebagian kasus, penderita bahkan ada yang tidak mengalami gejala tertentu," sebutnya.

Dalam penanganannya, penderita disarankan melakukan prosedur operasi pengangkatan empedu. Apabila tidak diatasi, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi kantung empedu dan dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi kanker kantung empedu. 

Selain itu, batu yang menyumbat saluran empedu dapat menimbulkan hambatan aliran dan pasien menjadi kuning (koledokolitiasis). Dampak lain yakni terjadinya hambatan aliran pankreas dan menimbulkan radang pankreas (pankreatitis). 

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Tipe X hingga Inul Daratista Meriahkan Festival Musik Pestapora

BERIKUTNYA

Waspadai Gejala Kanker Paru, Penyakit yang Diderita Kiki Fatmala

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: