Drama audio mampu menghadirkan imajinasi (sumber gambar ilustrasi :pexels/ George Milton)

Ini Alasan Drama Audio Digemari Lagi

29 March 2022   |   19:33 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Drama Audio menjadi populer pada saat ini melalui sejumlah platform digital. Drama yang menghadirkan cerita-cerita dengan kekuatan dalam medium suara ini berhasil menarik banyak orang lantaran mampu menstimulasi imajinasi para pendengarnya dan menciptakan theater of mind.

Penyiar Dimasta menuturkan drama audio, pada dasarnya, dapat menstimulasi imajinasi pendengar untuk membangun adegan visual di dalam pikirannya dari cerita yang sedang didengarkan.

Kondisi tersebut menyajikan pengalaman serupa dengan tradisi mendongeng dan bertutur secara turun temurun dari orang tua atau kakek dan nenek kepada anak-anak, yang telah mengakar kuat dalam budaya kita sejak dahulu. 

“Itulah mengapa drama audio tidak pernah benar-benar menghilang bahkan pada masa-masa ketika format ini mulai meredup pada awal  1990-an,” katanya. 

Saat ini, peningkatan yang terjadi pada popularitas podcast akibat kemudahan dan kelebihan platform digital yang on-demand, yang telah membuat drama audio kembali relevan dan membuka pintu untuk era baru drama suara ini. 

Sejalan dengan Dimasta, Iyas Lawrence, kreator di balik drama audio Kelas PUBER yang populer oleh Makna Talks, mengatakan drama audio memungkinkan pendengar untuk mendengarkan dan menyelami pikiran serta sudut pandang banyak karakter di berbagai situasi.

“Dalam serial Ramadan Kelas PUBER musim ketiga kami yang mengusung cerita horor misteri dengan sentuhan komedi sebagai contohnya, pendengar dihadapkan pada perasaan dan interaksi antarmanusia yang dapat terjadi ketika menghadapi situasi yang menegangkan, melalui penulisan naskah, desain suara, dan permainan peran,” katanya. 

Penggambaran respons alami manusia saat berhadapan dengan situasi tertentu inilah yang akan membantu pendengar memahami sifat karakter secara lebih mendalam.

Diaz Danar dari Podcast Ancur, yang akan merilis drama audio pertama mereka Pasukan Hampa Udara pada Ramadan ini, juga mengatakan bahwa drama audio memungkinkan kreator untuk mengekspresikan kreativitas mereka hingga ke titik mereka dapat menghidupkan bahkan ide-ide terliar yang mungkin sulit diwujudkan pada hiburan visual. 

“Dengan keunikan tersebut, Podcast Ancur pun terjun ke dalam format drama audio sebagai bentuk apresiasi bagi pendengar yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda dalam mendengarkan podcast mereka,” katanya.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Jadi Best Picture Oscar 2022, Simak 5 Fakta Menarik Film CODA

BERIKUTNYA

4 Karya Cantik Ini Tampil di Indonesian Women Artists #3

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: