Ilustrasi dekorasi maksimalis (Unsplash /Nasim Keshmiri)

Selamat Tinggal Minimalis, Selamat Datang Maksimalis

23 March 2022   |   13:33 WIB
Image
Dika Irawan Asisten Konten Manajer Hypeabis.id

Mungkin, sekarang saatnya kita mengucapkan selamat tinggal untuk desain minimalis. Kondisi pandemi Covid-19 yang memaksa kita lebih sering di rumah membuat jenuh lantaran desain interior yang monoton. Sebaliknya, kita membutuhkan suasana baru yang ceria dan energik.

Hal itu salah satunya dapat dihadirkan dengan konsep desain maksimalis. Jadi mari kita ucapkan selamat datang di era desain maksimalis.  Anyway, desain ini sebetulnya bukan tren baru, melainkan sudah lama ada. Namun, gemanya kurang terasa karena terutup oleh tren minimalis.

Pada saat ini, ketika dunia dilanda pandemi, dan orang-orang jenuh berada di rumah, maksimalis kembali muncul. Jelas, maksimalis menawarkan keceriaan dan kebebasan dalam mendesain. Hal yang tidak ada pada minimalis. 

Orang-orang mulai bosan dengan desain monoton. Mereka lantas mengubah desain rumah semenarik dan seintim mungkin. Tidak lagi terpaku pada pakem-pakem desain tertentu. 
 

Bakal menjadi tren

Sejumlah arsitek dan desainer interior memperkirakan tren desain maksimalisme masih akan berlanjut pada tahun ini. Brielyn Turton, desainer interior asal Australia seperti dikutip dari Buzzfeed, memprediksi maksimalisme bakal menjadi salah satu tren desain yang akan dilirik pada 2022.

Menurutnya desain ini layak dicoba karena  bisa menghadirkan kepribadian klien ke dalam rumah. 
Berbeda dengan mi­­nimalis,  menurutnya, maksimalisme adalah ten­­tang menceritakan kisah kehidupan para pemiliknya melalui rumah. Turton menyebut bahwa maksimalisme mendorong penghuni menghadirkan desain otentik, melalui berbagai barang di rumah mereka.

Sasha Dudley, desainer interior yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat, juga memperkirakan, usai menghabiskan waktu begitu banyak di rumah dalam beberapa tahun terakhir, maksimalisme akan menginspirasi banyak orang dalam menata rumah mereka. Menurutnya, lebih banyak warna, lebih banyak tekstur, lebih banyak pencahayaan, dan lebih banyak potongan unik dalam maksimalisme. 
 

Minimalis menjenuhkan

Dengan beragam warna dan elemen yang diusung, maksimalisme seolah menjadi lawan dari desain minimalisme. Selama pandemi ini orang-orang diperkirakan mulai jenuh dengan desain yang monoton. Mereka pun mencari pelarian baru dalam mendesain rumah, dan maksimalisme adalah salah satu jawabannya. 

Ketika aliran minimalis hanya mampu mempertahankan elemen penting di dalam hunian, dan membuang elemen yang dinilai tak perlu. Sebaliknya, maksimalisme tak ragu menghadirkan beragam elemen di rumah. Maksimalisme adalah seni mendekorasi rumah dengan penggunaan warna yang maksimal dan berulang, dan pajangan tanpa kekacauan total. 
 

Asal usul desain maksimalisme

Jika ditelusuri, gaya ini lazim ditemukan pada rumah-rumah di India. Masyarakat di negara itu biasa mendekorasi rumah dengan maksimal mulai dari penggunaan warna, perabotan, hingga benda-benda lainnya di dalam hunian. 

Adapun penataan maksimalisme membutuhkan ketelitian ekstra, karena satu kesalahan dapat berakibat fatal. Kunci keberhasilan dari desain ini adalah pemahaman terhadap elemen melalui proses kurasi. 
Selain itu terdapat kontinuitas, yang biasanya dicapai dengan pola yang berulang. Hal ini merupakan inti dari rumah yang maksimal.
 

Elemen desain maksimalisme

Setidaknya, terdapat beberapa elemen yang perlu diperhatikan dalam mendesain maksimalisme.  
  • More is more 

    Artinya, tidak ada yang berlebihan dalam maksimalisme. Jika kita menyukai lampu antik, maka bisa menghadirkannya di rumah. Begitu pun dengan benda lainnya. Maksimalisme mendorong kita untuk berkreasi membangun rumah idaman tanpa batasan.

  • Makin cerah makin baik 

    Berbeda dengan minimalisme yang mengusung warna-warna netral, maksimalisme justru menampilkan warna-warna ceria dan berani. Hal ini pun menuntut kita untuk bereksperimen dalam memadukan warna pada hunian. 

  • Jangan asal letakkan barang 

    Hal yang perlu dipahami adalah maksimalisme tidak mengabaikan fungsionalitas. Kita boleh menghadirkan benda-benda kesayangan, tetapi perlu diseleksi terlebih dahulu. Pilihlah benda-yang berarti dan memiliki cerita tersendiri. 

  • Maksimalisme itu soal kenyamanan 

    Rumah maksimalis membuat penghuninya memiliki kebebasan dalam menata hunian. Suasana ramah ini diatur dengan kenyamanan penghuni. Tidak lagi mengkhawatirkan standar desain dan penempatan fur­nitur yang kaku. 

  • Maksima­lisme melampau waktu 

    Tidak seperti gaya desain lainnya yang ter­paku pada satu pola. Maksimalisme memungkinkan peng­huni untuk mengha­dir­kan gaya-gaya lain di da­lam hunian. Kita sangat mung­kin untuk menghadirkan maksimalisme vintage atau maksimalisme modern sekalipun. 

 

Kita sudah terbiasa maksimal

Bila diamati, sebetulnya desain maksimalisme ini sudah dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia. Lihat saja rumah orang tua atau kita sendiri. Kita sangat senang meletakkan benda-benda pajangan di rumah. 
Selain itu, kita juga berani menggunakan war­na-warna ceria di rumah. Hanya , kita tidak memiliki nama khusus untuk membedakan atau menandai keunikan desain tersebut. 

Maksimalisme bisa menjadi pilihan bagi kita untuk menata rumah pada tahun ini. Apalagi kita sudah memiliki kebiasaan memaksimalkan desain rumah, sehingga bukan hal sulit untuk menerapkannya di rumah. Namun, memang  per­lu kehati-hatian dalam mendesainnya.  

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Ini Dia Merek Smartphone Paling Laris di Indonesia

BERIKUTNYA

Laporan Ini Mengukuhkan BTS sebagai Musisi Tersukses di Dunia, Taylor Swift & Adele Lewat

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: