Ilustrasi kondisi ban (Dok. Mike dari Pexels)

Penting, Perhatikan Sejumlah Kondisi di Ban agar Tetap Aman Saat Berkendara

10 March 2022   |   13:30 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Genhype, seberapa perhatian kamu terhadap kondisi ban kendaraan yang kalian kendarai? Kondisi ban sangat berpengaruh terhadap keselamaran kita ketika berkendara karena komponen yang satu ini  langsung berhubungan dengan jalan. Jadi, perhatian terhadap kondisi ban sebelum berkendara adalah keharusan.

Dilansir dari laman Bridgestone, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengemudi terkait dengan kondisi ban sebelum bepergian, dari tekanan angin, kebotakan, hingga kemungkinan terjadi benjolan.
Berikut sejumlah kondisi yang perlu diperhatikan:

Tekanan Angin
Tekanan ban yang tepat sangat penting lantaran sangat berpengaruh terhadap kondisi pengemudi mengendalikan mobil. Ban dengan tekanan angin yang rendah dapat membuat pengemudi lebih sulit mengendalikan mobil.

Tidak hanya itu, tekanan yang rendah juga dapat membuat penggunaan bahan bakar lebih boros, dan menyebabkan kegagalan ban. Jadi, jangan lupa memeriksa tekanan ban setiap bulan, sebelum perjalanan jauh, atau saat membawa muatan lebih.

Untuk memeriksa ban, waktu yang tepat adalah saat ban dalam kondisi belum digerakkan selama 3 jam atau kurang dari 1,6 kilometer dengan kecepatan sedang.

Kebotakan
Kondisi tapak ban yang tipis juga harus menjadi perhatian Genhype. Tapak ban harus memiliki kedalaman minimal 1,6 milimeter. Untuk mengukur kedalaman tapak ban, Genhype bisa menggunakan alat pengukur atau dengan memasukkan koin lho.

Keausan Tidak Rata
Tidak jarang ban kendaraan mobil kita terlihat aus pada satu sisi dan tidak di sisi lainnya. Ada banyak faktor yang membuat kondisi ini bisa terjadi, salah satunya adalah suspensi mobil dan roda tidak sejajar. Terkait kondisi periksa kondisi ban sesegera mungkin.

Dinding Ban Retak
Ada banyak faktor yang membuat ban bisa terlihat retak, terbelah, terpotong, dan sebagainya. Salah satunya adalah overloading atau abrasi dari curbs. Kemungkinan lainnya adalah karet ban telah rusak lantaran faktor lingkungan seperti paparan panas yang berlebihan.

Bila kondisi-kondisi tersebut terjadi pada ban, Genhype berpotensi mengalami atau rentan terhadap kegagalan ban. Jadi, segera periksakan ban ke petugas servis.

Benjolan
Genhype perlu mengganti ban sesegera mungkin jika ada benjolan atau lecet yang tidak biasa di mana saja di ban. Gelembung tersebut adalah tanda-tanda kerusakan yang terjadi dalam struktur ban yang dapat menyebabkan kegagalan.

Untuk memastikan ban-ban yang terdapat dalam kendaraan dipakai secara merata dan berfungsi seperti yang dirancang, putar ban sesuai dengan rekomendasi produsen kendaraan yang terdapat di manual pemilik kendaraan Anda, atau setiap 10.000 kilometer.



Editor: Roni Yunianto

 

SEBELUMNYA

Begini 4 Tips Sederhana untuk Mengatasi Gangguan Kecemasan dari Ahli di Harvard

BERIKUTNYA

Mengoptimalkan Aplikasi Produktivitas Google Tasks

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: