Ilustrasi (Sumber gambar: Nataliya Vaitkevich/ Pexels)

Tips Cermat Investasi di Kala Pandemi

23 February 2022   |   16:45 WIB

Jika Genhype perhatikan, tren investasi sepanjang pandemi telah mengalami pergeseran. Para investor yang terbiasa bermain di zona aman lewat instrumen seperti deposito kini beralih pada obligasi dan produk investasi lain dengan tingkat return lebih tinggi. Hal ini juga berarti bahwa ada tingkat risiko lebih tinggi yang dihadapi investor.

Untuk itu, diperlukan pengamatan secara berkelanjutan dan kewaspadaan tinggi terhadap siklus ekonomi yang tidak terduga. Di sini perbankan menjadi salah satu institusi keuangan yang dapat mencegah kerugian nasabah lewat layanan pengelolaan kekayaan yang ditawarkan.

Namun, para pelaku investasi juga harus cermat dan berhati-hati dalam memilih produk perbankan dan investasi yang paling tepat bagi tiap individu.. 

Menurut Head of Retail Banking Citi Indonesia, Steven Suryana, setidaknya ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan utama dalam membuat keputusan investasi di masa pandemi, baik bagi investor maupun pihak pengelola kekayaan.

Berikut tips cermat berinvestasi di kala pandemi.
 

1. Produk investasi yang sesuai kebutuhan

Kondisi dan kebutuhan setiap individu pasti berbeda-beda. Nasabah keluarga muda yang berinvestasi untuk dana pendidikan anak dan nasabah yang berinvestasi untuk masa pensiun tentu memiliki kebutuhan yang berbeda. Demikian juga dampak pandemi yang dirasakan di berbagai elemen kehidupan dan perekonomian. 

Kebutuhan ini harus mendapatkan perhatian khusus baik dari nasabah maupun pengelola kekayaan suatu institusi perbankan. Identifikasi kebutuhan dan produk investasi apa yang paling sesuai saat ini lebih mudah dilakukan dengan adanya teknologi digital untuk mencari informasi sebanyak mungkin terkait berbagai produk investasi dan tingkat risikonya. Tergantung profil nasabah, pengelola kekayaan juga dapat mempertimbangkan diversifikasi investasi dengan tingkat risiko yang disesuaikan.
 

2. Pendampingan dalam melakukan investasi

Khusus untuk Genhype yang baru akan terjun ke dunia investasi, pendampingan dari penyedia layanan pengelola kekayaan menjadi hal penting terutama untuk selektif dalam memilih investasi dan memberikan informasi terkini terkait investasi yang telah ditanamkan.

Steven menerangkan, institusi perbankan biasanya akan diwakili oleh seorang relationship manager dan tim konsultan investasi, yang akan memantau, melaporkan, dan menyarankan penyesuaian investasi pada nasabahnya. 

"Relationship manager harus kompeten dalam menjelaskan berbagai hal terkait investasi dan proteksi kepada para nasabah," ujar Steven.

Sebelum memilih bank, lakukan beberapa riset terhadap sertifikasi penting yang harus dimiliki bank sebagai manajer keuangan seperti sertifikasi obligasi, reksadana dan asuransi yang kompeten.
 

3. Kualitas layanan pengelolaan kekayaan

Pada praktiknya, terutama selama masa pandemi, lembaga perbankan banyak mengalami keterbatasan untuk bertemu nasabah secara langsung. Saat ini, nasabah dapat memahami dan menilai kualitas layanan pengelolaan kekayaan dari institusi perbankan dengan memantau market update dan berbagai informasi yang diberikan melalui kanal digital.

Genhype dapat memilih bank dengan program pengelolaan kekayaan yang beragam didukung kegiatan edukasi dan inovasi digital yang sesuai dengan kebutuhan investasi kalian.


Editor: Gita
SEBELUMNYA

Ulang Tahun, Kevin THE BOYZ Kejutkan Penggemar dengan Lagu Produksi Sendiri

BERIKUTNYA

10 Hidangan Khas Norwegia yang Menggugah Selera

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: