pemeriksaan hipertensi (Photo by Mufid Majnun on Unsplash)

Hipertensi Mulai Menyerang Kelompok Milenial, Ketahui Cara Pencegahannya

04 June 2021   |   19:53 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Genhype tentu sudah tahu kan kalau hipertensi atau penyakit darah tinggi itu sangat berbahaya, bahkan bisa disebut sebagai silent killer karena sering terjadi tanpa keluhan dan baru diketahui setelah terjadinya komplikasi. Banyak yang selama ini menganggap bahwa hipertensi itu hanya terjadi di kalangan pasien usia 60 tahun ke atas.

Padahal, beberapa tahun terakhir ini, penyakit yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner ini ternyata sudah sering ditemui pada kelompok millenial lho Genhype.

Kenaikan prevalensi hipertensi pada milenial ini rupanya berhubungan erat dengan pola hidup tidak sehat, stres, dan kemajuan teknologi yang dapat mengurangi aktivitas fisik.

Stres biasanya dipicu oleh banyak faktor seperti tuntutan pekerjaan, selain juga pandemi Covid-19. Studi Blue Cross Blue Shield Association menemukan bahwa 92% milenial menganggap Covid-19 telah berdampak negatif terhadap kesehatan mental mereka.

Nah, hipertensi ini juga patut diwaspadai sebagai komorbid atau penyakit penyerta teratas yang mengikuti penderita Covid-19.

Menurut data yang dihimpun oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 1 Juni 2021, tiga besar komorbid tertinggi yang ditemukan pada pasien COVID-19 adalah hipertensi (50 persen), Diabetes Melitus (36.6 %), penyakit jantung (17,4 %).

Jangan lupa, hipertensi adalah kontributor utama pada penyakit jantung, stroke dan penyakit ginjal kronik lho.

Ahli Jantung dan Pemerhati Hipertensi Dr. Badai Bhatara Sp.JP, FIHA, MM menambahkan, hipertensi akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sampai dua kali, dan risiko gagal jantung serta strok sampai tiga kali.

Mengetahui adanya peningkatan prevalensi hipertensi dan ancaman penyakit Covid-19, pemantauan tekanan darah secara teratur dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat sangat dianjurkan untuk memungkinkan deteksi dini dan pengelolaan penyakit yang lebih baik.

Untuk mendukung kesehatan anak muda di masa pandemi, OMRON menekankan pentingnya pemantauan tekanan darah secara rutin di rumah, mengubah kebiasaan dan menjalani pola hidup sehat.

Mengukur tekanan darah secara teratur adalah salah satu langkah paling penting untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi.

“Deteksi dini terhadap kenaikan tekanan darah adalah kunci pencegahan dan pengurangan risiko berbagai komplikasi yang berhubungan dengan hipertensi,” tutur Tomoaki Watanabe, Director, OMRON Healthcare Indonesia.

Untuk itum masyarakat Indonesia, termasuk generasi milenial agar dapat rutin memantau tekanan darah di rumah, mengubah kebiasaan gaya hidup, dan tetap menginformasikan pengukuran tekanan darah mereka ke dokter untuk perawatan kesehatan preventif yang lebih kuat & baik.

Esti Nurjadin, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia menyebutkan bahwa kenaikan prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan penyakit jantung ini berhubungan erat dengan pola atau gaya hidup.

Antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, rendahnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah, serta tingginya konsumsi gula garam dan lemak.

“Yang paling utama selain menghindari pola hidup tidak sehat adalah kita juga melalukan pengukuran tekanan darah secara rutin sehingga bisa mencegah atau setidaknya dan mengendalikan hipertensi,” ujarnya.


Editor: Roni Yunianto

SEBELUMNYA

Romantisnya Teman tapi Mesra dalam Trailer Perdana Drakor Nevertheless

BERIKUTNYA

Unik, Pesan Kopi Dengan Teknologi Nirsentuh Pertama di Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: