Ilustrasi (Sumber gambar: Unsplash)

Tahun 2022 Saatnya UMKM untuk Tancap Gas

02 February 2022   |   22:28 WIB
Image
Dewi Andriani Hypeabis.id

Enggak terasa ya pandemi Covid-19 sudah melanda Indonesia hampir 2 tahun terakhir. Tentu banyak tantangan dan rintangan yang harus dilalui, termasuk bagi para pelaku usaha untuk terus menggeliat dan bertumbuh di tengah situasi ekonomi yang terpuruk akibat pandemi.

Nah, setelah berhasil melewati itu semua maka tahun 2022 dapat  menjadi momentum bagi UMKM tidak hanya bertumbuh tetapi juga melompat.

Apalagi saat ini kondisi pasar sudah sangat terbuka luas, daya beli masyarakat kembali meningkat perekonomian pun secara perlahan mulai pulih sehingga banyak peluang yang bisa ditangkap oleh para pelaku usaha yang mau terus belajar dan beradaptasi di tengah badai pandemi.

Indrawan Nugroho, CEO dan Co-Founder Corporate Innovation Asia (CIAS), sekaligus seorang master coach ini menuturkan pandemi yang terjadi selama ini telah mengajarkan para pelaku usaha untuk dapat bekerja lebih efisien.

Bahkan diakuinya bahwa di CIAS sendiri telah terjadi lonjakan yang eksponensial pada 2021 lalu. Mereka berhasil mendapatkan proyek 3 kali lipat dibandingkan 2019, ketika pandemi belum melanda.

“Ini bisa terjadi karena kita sebagai pelaku usaha belajar banyak di masa pandemi untuk lebih efisien dan sangat ketat dalam manajemen keuangan dan perusahaan sehingga ketika situasi sudah mulai longgar kita bisa mendapatkan omset hingga 3 kali lipat tetapi dengan penambahan sumber daya yang hanya 10%,” jelasnya dalam Evapora Talks Spesial #akuberdaya.

Kondisi ini pun juga dapat terjadi pada para pelaku usaha lainnya yang pada masa awal-awal pandemi sempat terpuruk, kemudian belajar dan mencari celah untuk bertahan dengan memperkuat ‘otot-otot’ di internal perusahaan.

Seperti melakukan transformasi digital sehingga biaya yang dikeluarkan lebih murah, atau melakukan pekerjaan operasional seefisien mungkin, mengatur manajemen keuangan secara lebih ketat sehingga saat menangkap dan menemukan peluang baru, tidak perlu menambah sumber daya sebanyak seperti waktu sebelumnya.

Indra mengatakan, dengan banyaknya pembelajaran yang didapatkan pelaku usaha selama masa pandemi, maka di tahun 2022 ini waktunya untuk ‘tancap gas’ dengan asumsi bahwa pelaku usaha lebih kuat karena telah ditempa selama masa pandemi.

“Tahun 2022 ini kita sudah dalam kondisi yang primetime, paling siap untuk gercep menangkap peluang-peluang baru dengan sistem yang lebih ringkas, gerakan yang lebih gesit, lebih agile dan ramping. Setelah terkena pressure selama 2 tahun, maka sekarang sudah lebih longgar harusnya bisa lebih kuat,” paparnya.


Editor: Gita
SEBELUMNYA

Permata Nusantara Angkat Keindahan Destinasi Wisata

BERIKUTNYA

Buka Gerai Baru, Si.Se.Sa. Hadirkan Koleksi Pria dan Anak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: