Review Jade River Chinese Restaurant, Pengalaman Bersantap yang Autentik

22 December 2025   |   17:08 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id
Review Jade River Chinese Restaurant, Pengalaman Bersantap yang Autentik

Jade River Chinese Restaurant (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurachman)


Sejak berabad-abad silam, orang-orang China telah datang ke Nusantara melalui jalur perdagangan. Banyak di antara mereka kemudian tinggal, berbaur, dan membangun kehidupan di sini. Dari perjumpaan itu, salah satu warisan yang paling terasa hingga kini adalah kuliner.

Kuliner Negeri Panda telah menjadi bagian yang akrab dari lanskap kuliner Indonesia melalui proses akulturasi yang panjang. Cita rasa keduanya kini telah menyatu membentuk warisan gastronomi yang menarik.

Salah satu wujud perpaduan kuliner tersebut dapat dirasakan saat berkunjung ke Jade River Chinese Restaurant. Kendati menyajikan hidangan Tionghoa dengan sentuhan premium, restoran ini menerapkan konsep no pork, no lard sehingga tetap ramah dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Baca juga: Saat Seni, Sejarah, dan Rasa Bertemu di Tugu Kunstkring Paleis

 

 

 

 

Sumber Foto: Abdurachman/Bisnis Indonesia

Jade River Chinese Restaurant (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurachman)

 


Saat memasuki ruang restorannya, suasana khas nan berbeda langsung terasa. Arsitekturnya memadukan kayu hangat, ukiran geometris, dan sekat-sekat berbentuk lingkaran besar yang menyerupai moon gate khas arsitektur China klasik.

Lampu gantung berbentuk lentera memberikan cahaya lembut ke marmer abu-abu pada meja makan, membuat ruangan terasa tenang dan elegan. Ambiens yang ditawarkan mengarah ke gabungan tradisi dan modernitas.

Di antara ragam menu, Roasted Crispy Duck adalah hidangan yang paling mudah mencuri perhatian. Hidangan ini disajikan rapi dengan kulit bebek berwarna cokelat mengilap, menandakan teknik pemanggangan yang tepat. Ketika diangkat dengan sumpit, potongan dagingnya terasa lembut, sedangkan bagian kulitnya terasa renyah.

 

 

 

 

Sumber Foto: Abdurachman/Bisnis Indonesia

Jade River Chinese Restaurant (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurachman)

 


Saat disantap, dagingnya juicy dengan rasa gurih yang menyatu dengan sedikit sentuhan manis dari proses marinasi. Tidak ada bumbu yang mendominasi, semuanya seimbang, seolah memberi ruang bagi rasa asli dagingnya untuk tetap muncul. Saus pendampingnya memperkaya rasa tanpa menutupi rasa autentiknya.

Kemudian, menu Braised 8 Head Abalone with Sea Cucumber in Abalone Sauce juga menawarkan cita rasa yang unik. Abalone-nya lembut, kenyalnya pas, tidak alot, dengan cita rasa laut yang halus. Timun lautnya pun dimasak hingga teksturnya menyerupai gelatin premium yang lumer di lidah, menyatu dengan saus abalone yang cenderung mild, gurih, dan sedikit manis.

Hidangan berikutnya, Stir Fried Beef with King Mushroom Blackpepper Sauce tampil lebih bold. Daging sapi yang digunakan empuk dan juicy, dengan irisan yang cukup tebal sehingga tiap gigitan terasa mantap. Jamur king oyster menambah tekstur renyah dan sedikit rasa umami yang dalam. saus blackpepper-nya aromatik, tetapi tidak sampai menusuk hidung.

Menu Steamed Live Grouper with Superior Sauce juga menarik. Daging kerapu yang dikukus ini lembut, moist, dan tidak berbau amis sama sekali. Namun, sausnya memang dirancang tidak superior dibanding menu lain, dan lebih berfungsi sebagai jembatan untuk mempertegas rasa asli ikan.

 

 

 

 

Sumber Foto: Abdurachman/Bisnis Indonesia

Jade River Chinese Restaurant (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurachman)

 


Yang membuat menu ini menarik adalah keseimbangan rasa dan tekstur. Bagi penyuka masakan Tionghoa klasik yang mengedepankan rasa alami bahan, menu ini pantang dilewatkan.

Chinese Cuisine Chef Badrus menyebut bahwa kreasi hidangan di restoran ini berakar dari resep dan tradisi kuliner Tionghoa yang kuat, tetapi diolah dengan pendekatan yang lebih modern. Pembaruan tersebut tampak pada penyusunan rasa hingga cara penyajiannya.

Dia menyebut setiap sajian tetap menyimpan jejak keaslian tradisi, tetapi hadir dengan tampilan dan karakter yang lebih kekinian. Selain itu, pemilihan bahan pun diperhatikan secara cermat agar menu-menu tersebut tetap dapat diterima dan dinikmati oleh berbagai kalangan.

"Kami juga mengakulturasi secara rasa agar sesuai dengan lidah orang Indonesia," ungkapnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Menyelami Sado, Ritual Teh Jepang yang Menyajikan Matcha Spesial

BERIKUTNYA

10 Makanan Khas Thailand yang Wajib Dicoba untuk Pengalaman Kuliner Tak Terlupakan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


Jade River Chinese Restaurant (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurachman)

Review Jade River Chinese Restaurant, Pengalaman Bersantap yang Autentik

22 December 2025   |   17:08 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id
Review Jade River Chinese Restaurant, Pengalaman Bersantap yang Autentik

Jade River Chinese Restaurant (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurachman)


Sejak berabad-abad silam, orang-orang China telah datang ke Nusantara melalui jalur perdagangan. Banyak di antara mereka kemudian tinggal, berbaur, dan membangun kehidupan di sini. Dari perjumpaan itu, salah satu warisan yang paling terasa hingga kini adalah kuliner.

Kuliner Negeri Panda telah menjadi bagian yang akrab dari lanskap kuliner Indonesia melalui proses akulturasi yang panjang. Cita rasa keduanya kini telah menyatu membentuk warisan gastronomi yang menarik.

Salah satu wujud perpaduan kuliner tersebut dapat dirasakan saat berkunjung ke Jade River Chinese Restaurant. Kendati menyajikan hidangan Tionghoa dengan sentuhan premium, restoran ini menerapkan konsep no pork, no lard sehingga tetap ramah dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Baca juga: Saat Seni, Sejarah, dan Rasa Bertemu di Tugu Kunstkring Paleis

 

 

 

 

Sumber Foto: Abdurachman/Bisnis Indonesia

Jade River Chinese Restaurant (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurachman)

 


Saat memasuki ruang restorannya, suasana khas nan berbeda langsung terasa. Arsitekturnya memadukan kayu hangat, ukiran geometris, dan sekat-sekat berbentuk lingkaran besar yang menyerupai moon gate khas arsitektur China klasik.

Lampu gantung berbentuk lentera memberikan cahaya lembut ke marmer abu-abu pada meja makan, membuat ruangan terasa tenang dan elegan. Ambiens yang ditawarkan mengarah ke gabungan tradisi dan modernitas.

Di antara ragam menu, Roasted Crispy Duck adalah hidangan yang paling mudah mencuri perhatian. Hidangan ini disajikan rapi dengan kulit bebek berwarna cokelat mengilap, menandakan teknik pemanggangan yang tepat. Ketika diangkat dengan sumpit, potongan dagingnya terasa lembut, sedangkan bagian kulitnya terasa renyah.

 

 

 

 

Sumber Foto: Abdurachman/Bisnis Indonesia

Jade River Chinese Restaurant (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurachman)

 


Saat disantap, dagingnya juicy dengan rasa gurih yang menyatu dengan sedikit sentuhan manis dari proses marinasi. Tidak ada bumbu yang mendominasi, semuanya seimbang, seolah memberi ruang bagi rasa asli dagingnya untuk tetap muncul. Saus pendampingnya memperkaya rasa tanpa menutupi rasa autentiknya.

Kemudian, menu Braised 8 Head Abalone with Sea Cucumber in Abalone Sauce juga menawarkan cita rasa yang unik. Abalone-nya lembut, kenyalnya pas, tidak alot, dengan cita rasa laut yang halus. Timun lautnya pun dimasak hingga teksturnya menyerupai gelatin premium yang lumer di lidah, menyatu dengan saus abalone yang cenderung mild, gurih, dan sedikit manis.

Hidangan berikutnya, Stir Fried Beef with King Mushroom Blackpepper Sauce tampil lebih bold. Daging sapi yang digunakan empuk dan juicy, dengan irisan yang cukup tebal sehingga tiap gigitan terasa mantap. Jamur king oyster menambah tekstur renyah dan sedikit rasa umami yang dalam. saus blackpepper-nya aromatik, tetapi tidak sampai menusuk hidung.

Menu Steamed Live Grouper with Superior Sauce juga menarik. Daging kerapu yang dikukus ini lembut, moist, dan tidak berbau amis sama sekali. Namun, sausnya memang dirancang tidak superior dibanding menu lain, dan lebih berfungsi sebagai jembatan untuk mempertegas rasa asli ikan.

 

 

 

 

Sumber Foto: Abdurachman/Bisnis Indonesia

Jade River Chinese Restaurant (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurachman)

 


Yang membuat menu ini menarik adalah keseimbangan rasa dan tekstur. Bagi penyuka masakan Tionghoa klasik yang mengedepankan rasa alami bahan, menu ini pantang dilewatkan.

Chinese Cuisine Chef Badrus menyebut bahwa kreasi hidangan di restoran ini berakar dari resep dan tradisi kuliner Tionghoa yang kuat, tetapi diolah dengan pendekatan yang lebih modern. Pembaruan tersebut tampak pada penyusunan rasa hingga cara penyajiannya.

Dia menyebut setiap sajian tetap menyimpan jejak keaslian tradisi, tetapi hadir dengan tampilan dan karakter yang lebih kekinian. Selain itu, pemilihan bahan pun diperhatikan secara cermat agar menu-menu tersebut tetap dapat diterima dan dinikmati oleh berbagai kalangan.

"Kami juga mengakulturasi secara rasa agar sesuai dengan lidah orang Indonesia," ungkapnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Menyelami Sado, Ritual Teh Jepang yang Menyajikan Matcha Spesial

BERIKUTNYA

10 Makanan Khas Thailand yang Wajib Dicoba untuk Pengalaman Kuliner Tak Terlupakan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.