Menyantap Sajian Sei Khas Rote di Sudut Jakarta Selatan
14 November 2025 |
11:00 WIB
Menu Sei di Se’Indonesia (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)
Dari balik kepulan asap tipisnya, aroma daging sei yang khas langsung tercium menggoda siapa saja yang ada di dekatnya. Di salah satu sudut di Tebet, Jakarta Selatan, cita rasa khas Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu kini hadir dalam sajian yang begitu memikat.
Beberapa tahun terakhir, sei jadi salah satu olahan daging asap yang kian mencuri perhatian pecinta kuliner Nusantara. Hidangan tradisional ini kini tak lagi hanya bisa ditemukan di daerah asalnya, melainkan juga hadir di berbagai kota besar, termasuk Jakarta.
Baca juga: Menjajal Olahan Ayam yang Dirawat Layaknya Sapi Wagyu ala Kitchenette
Dalam bahasa Rote, “sei” merupakan daging yang dipotong tipis memanjang yang dimasak dengan cara diasap hingga matang dan mengeluarkan aroma khas dari kayu tertentu. Teknik pengasapan inilah yang menjadi ciri utama dan daya tarik hidangan ini.
Awalnya, sei dibuat menggunakan daging rusa hasil buruan masyarakat Rote. Namun, karena populasi rusa semakin terbatas dan hewan ini kemudian dilindungi, masyarakat pun beralih menggunakan jenis daging lain, tak terkecuali sapi yang cukup menjadi pilihan paling populer untuk olahan sei, tanpa menghilangkan cita rasa otentik yang menjadi kebanggaannya.
Salah satu restoran yang menjadikan sei sebagai menu utama ialah Se’Indonesia. Restoran yang salah satu cabangnya ada di Tebet ini mengangkat kelezatan daging asap khas NTT tersebut dalam tampilan yang modern dan menarik. Bisnis Indonesia berkesempatan mencicipi salah satu menu andalannya, Paket Superplate Sapi, yang terdiri dari sei sapi original, telur, dua potong gorengan, nasi, sayuran krispi, sambal lu’at, dan segelas es teh seireh sebagai pelengkap.
Tampilan menunya cukup menggugah. Disajikan di atas hot plate dengan alas kayu, aroma asap daging langsung menyeruak sebelum suapan pertama. Warna dagingnya kecokelatan dengan sedikit kilau minyak alami, yang kemudian berpadu apik dengan hijau sayur krispi dan kuning telur yang setengah matang. Komposisi warnanya membuat hidangan terlihat nikmat.
Dari segi rasa, sei sapi di Se’Indonesia tampak mencoba mempertahankan karakter aslinya. Potongan dagingnya empuk tanpa serat yang alot, dengan sensasi smoky yang tidak berlebihan. Nasi harum dan sayur krispi jadi kondimen yang tak kalah menarik karena menghadirkan sensasi kriuk untuk memberikan permainan tekstur.
Namun, menikmati sei rasanya belum lengkap tanpa kehadiran sambal. Setiap suapan memang sebaiknya disertai sambal lu’at sebagai penyempurna rasa. Sensasi pedasnya yang pas membuat daging sei terasa punya rasa yang makin maknyus.
Meski lekat dengan cita rasa lokal yang khas, sei kini berhasil diolah menjadi hidangan dengan sentuhan baru yang lebih variatif dan modern. Di tempat ini, pengunjung tak hanya dapat menikmati sei sapi, tetapi juga pilihan sei ayam maupun campur—bahkan ada yang dipadukan dengan keju. Beberapa menu inovatif lainnya juga menghadirkan kombinasi unik, seperti sei yang disajikan bersama spaghetti.
Bagi pencinta porsi ala carte, tersedia pula pilihan sei dengan beragam sambal menarik, mulai dari chili oil, matah, black pepper, hingga barbecue. Untuk melengkapi pengalaman bersantap, pengunjung bisa menambah aneka kondimen goreng seperti udang keju, chicken egg roll, dan bakso goreng yang menambah sensasi renyah di setiap suapan.
"Kami memang memodernisasi hidangan sei dengan standar cepat saji dan memastikan kehalalannya," ungkap CEO dan Co-Founder Se’Indonesia Rinaldi Dharma Utama
Meski tampilan dibuat lebih modern, pihaknya tetap mempertahankan cita rasa aslinya. Selain itu, daging yang digunakan berasal dari Australia dengan kualitas terbaik agar rasanya tetap gurih dan empuk.
Inovasi ini membuat sei bisa dinikmati lebih mudah, menasional, bahkan bisa saja nanti mengglobal, tanpa kehilangan jati dirinya. Lewat sentuhan modern, sei tidak hanya hadir sebagai makanan tradisional dari Timur, tapi juga sebagai kuliner yang relevan untuk gaya hidup masa kini.
Setiap suapan sei menjadi pengingat bahwa kuliner daerah bisa terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Beberapa tahun terakhir, sei jadi salah satu olahan daging asap yang kian mencuri perhatian pecinta kuliner Nusantara. Hidangan tradisional ini kini tak lagi hanya bisa ditemukan di daerah asalnya, melainkan juga hadir di berbagai kota besar, termasuk Jakarta.
Baca juga: Menjajal Olahan Ayam yang Dirawat Layaknya Sapi Wagyu ala Kitchenette
Dalam bahasa Rote, “sei” merupakan daging yang dipotong tipis memanjang yang dimasak dengan cara diasap hingga matang dan mengeluarkan aroma khas dari kayu tertentu. Teknik pengasapan inilah yang menjadi ciri utama dan daya tarik hidangan ini.
Awalnya, sei dibuat menggunakan daging rusa hasil buruan masyarakat Rote. Namun, karena populasi rusa semakin terbatas dan hewan ini kemudian dilindungi, masyarakat pun beralih menggunakan jenis daging lain, tak terkecuali sapi yang cukup menjadi pilihan paling populer untuk olahan sei, tanpa menghilangkan cita rasa otentik yang menjadi kebanggaannya.


Menu Sei di Se’Indonesia (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)
Salah satu restoran yang menjadikan sei sebagai menu utama ialah Se’Indonesia. Restoran yang salah satu cabangnya ada di Tebet ini mengangkat kelezatan daging asap khas NTT tersebut dalam tampilan yang modern dan menarik. Bisnis Indonesia berkesempatan mencicipi salah satu menu andalannya, Paket Superplate Sapi, yang terdiri dari sei sapi original, telur, dua potong gorengan, nasi, sayuran krispi, sambal lu’at, dan segelas es teh seireh sebagai pelengkap.
Tampilan menunya cukup menggugah. Disajikan di atas hot plate dengan alas kayu, aroma asap daging langsung menyeruak sebelum suapan pertama. Warna dagingnya kecokelatan dengan sedikit kilau minyak alami, yang kemudian berpadu apik dengan hijau sayur krispi dan kuning telur yang setengah matang. Komposisi warnanya membuat hidangan terlihat nikmat.
Dari segi rasa, sei sapi di Se’Indonesia tampak mencoba mempertahankan karakter aslinya. Potongan dagingnya empuk tanpa serat yang alot, dengan sensasi smoky yang tidak berlebihan. Nasi harum dan sayur krispi jadi kondimen yang tak kalah menarik karena menghadirkan sensasi kriuk untuk memberikan permainan tekstur.
Namun, menikmati sei rasanya belum lengkap tanpa kehadiran sambal. Setiap suapan memang sebaiknya disertai sambal lu’at sebagai penyempurna rasa. Sensasi pedasnya yang pas membuat daging sei terasa punya rasa yang makin maknyus.
Meski lekat dengan cita rasa lokal yang khas, sei kini berhasil diolah menjadi hidangan dengan sentuhan baru yang lebih variatif dan modern. Di tempat ini, pengunjung tak hanya dapat menikmati sei sapi, tetapi juga pilihan sei ayam maupun campur—bahkan ada yang dipadukan dengan keju. Beberapa menu inovatif lainnya juga menghadirkan kombinasi unik, seperti sei yang disajikan bersama spaghetti.
Bagi pencinta porsi ala carte, tersedia pula pilihan sei dengan beragam sambal menarik, mulai dari chili oil, matah, black pepper, hingga barbecue. Untuk melengkapi pengalaman bersantap, pengunjung bisa menambah aneka kondimen goreng seperti udang keju, chicken egg roll, dan bakso goreng yang menambah sensasi renyah di setiap suapan.

Menu Sei di Se’Indonesia (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)
"Kami memang memodernisasi hidangan sei dengan standar cepat saji dan memastikan kehalalannya," ungkap CEO dan Co-Founder Se’Indonesia Rinaldi Dharma Utama
Meski tampilan dibuat lebih modern, pihaknya tetap mempertahankan cita rasa aslinya. Selain itu, daging yang digunakan berasal dari Australia dengan kualitas terbaik agar rasanya tetap gurih dan empuk.
Inovasi ini membuat sei bisa dinikmati lebih mudah, menasional, bahkan bisa saja nanti mengglobal, tanpa kehilangan jati dirinya. Lewat sentuhan modern, sei tidak hanya hadir sebagai makanan tradisional dari Timur, tapi juga sebagai kuliner yang relevan untuk gaya hidup masa kini.
Setiap suapan sei menjadi pengingat bahwa kuliner daerah bisa terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026