10 Rahasia Bikin Matcha Latte Seenak Kafe
12 November 2025 |
21:13 WIB
Ilustrasi Matcha Latte (sumber: Freepik)
Matcha latte telah menjadi minuman favorit di kalangan penggemar teh dan kopi, khususnya bagi mereka yang mencari alternatif lebih ringan namun tetap energik. TastingTable membagikan sepuluh tips penting dari para ahli matcha agar kamu bisa menikmati matcha latte ala kedai di rumah. Berikut ini panduannya:
Baca juga: Perjalanan Panjang Matcha dari Tradisi Kuno hingga Jadi Tren Global
Para ahli menekankan pentingnya memilih grade matcha yang sesuai. “Premium barista-grade matcha terkenal dengan rasa grassy dan bittersweet yang cocok untuk latte,” ujar Joshua Kaiser. Sementara ceremonial-grade matcha yang berasal dari panen awal lebih cocok untuk diminum murni, bukan dicampur susu.
Air yang digunakan untuk membuat matcha ternyata sangat memengaruhi rasa dan tampilannya. Para ahli menyarankan memakai air “lunak”, yaitu air dengan kadar mineral rendah, karena kandungan kalsium dan magnesium yang berlebihan pada air “keras” bisa membuat matcha terasa pahit dan warnanya kusam.
“Mineral berlebih dapat merusak rasa dan warna teh,” jelas Eijiro Tsukada. Air lunak membantu menghasilkan tekstur yang lebih halus dan warna hijau yang cerah. Jika air di rumah tergolong keras, kamu bisa memakai air hasil filter RO atau air mineral rendah mineral agar rasa matcha tetap lembut dan seimbang.
Mike Coulson menyatakan, “Jangan gunakan air mendidih karena akan ‘memasak’ daun teh halus dan menghasilkan rasa yang terlalu pahit.” Idealnya, air dipanaskan sekitar 80-85°C agar rasa tetap lembut dan warna tetap cerah.
Joshua Kaiser menyarankan susu nabati seperti susu kelapa atau susu oat karena bisa menyeimbangkan rasa pahit matcha dan menciptakan latte yang lebih lembut. “Whole milk memang bagus, tapi untuk opsi tanpa susu sapi, oat milk adalah pilihan terbaik karena busanya bagus dan rasa manisnya alami,” ujar Coulson.
Menggunakan whisk bambu (chasen) membantu mengocok matcha menjadi pasta halus. Tom Saxon mengatakan, “Rendam whisk dalam air hangat terlebih dahulu agar bulu-bulunya lebih lentur dan mengocok jadi lebih mudah.”
Sebelum mencampur susu, buat pasta matcha dengan sedikit air hangat. Coulson menjelaskan bahwa dengan membuat “slurry” terlebih dahulu, klumping bisa dihindari dan hasil latte jadi lebih halus.
Joshua Kaiser menyarankan untuk selalu mengayak bubuk matcha agar tidak ada gumpalan yang bisa menghasilkan tekstur kasar dan rasa tidak enak.
Beberapa orang memilih menikmati matcha tanpa tambahan gula agar bisa merasakan rasa asli teh tersebut. Namun kalau ingin manis, pemanis alami seperti maple syrup atau agave menjadi pilihan yang baik tanpa menghancurkan karakter matcha.
Meski tidak disebut sebagai satu poin terpisah dalam daftar, aspek ini disebut-sebut para ahli sebagai bagian dari teknik agar matcha tetap menonjol saat dicampur susu. Rasio yang tepat dan suhu susu yang tidak terlalu panas akan menjaga rasa matcha dan tekstur latte tetap sempurna.
Matcha latte terbaik dinikmati saat masih hangat dan berbusa sedikit. Proses pengocokan dan pencampuran yang tepat meningkatkan pengalaman menikmati matcha.
Dengan menerapkan tips di atas kamu bisa menciptakan matcha latte rumahan yang tak kalah dengan versi kedai. Perubahan sederhana seperti memilih air yang tepat atau menggunakan whisk bambu punya dampak besar pada rasa dan teksturnya. Selamat mencoba dan menikmati sensasi matcha yang berbeda!
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Baca juga: Perjalanan Panjang Matcha dari Tradisi Kuno hingga Jadi Tren Global
1. Pilih matcha yang tepat
Para ahli menekankan pentingnya memilih grade matcha yang sesuai. “Premium barista-grade matcha terkenal dengan rasa grassy dan bittersweet yang cocok untuk latte,” ujar Joshua Kaiser. Sementara ceremonial-grade matcha yang berasal dari panen awal lebih cocok untuk diminum murni, bukan dicampur susu.
2. Gunakan air “lunak” bukan air keras
Air yang digunakan untuk membuat matcha ternyata sangat memengaruhi rasa dan tampilannya. Para ahli menyarankan memakai air “lunak”, yaitu air dengan kadar mineral rendah, karena kandungan kalsium dan magnesium yang berlebihan pada air “keras” bisa membuat matcha terasa pahit dan warnanya kusam.“Mineral berlebih dapat merusak rasa dan warna teh,” jelas Eijiro Tsukada. Air lunak membantu menghasilkan tekstur yang lebih halus dan warna hijau yang cerah. Jika air di rumah tergolong keras, kamu bisa memakai air hasil filter RO atau air mineral rendah mineral agar rasa matcha tetap lembut dan seimbang.
3. Jangan gunakan air mendidih
Mike Coulson menyatakan, “Jangan gunakan air mendidih karena akan ‘memasak’ daun teh halus dan menghasilkan rasa yang terlalu pahit.” Idealnya, air dipanaskan sekitar 80-85°C agar rasa tetap lembut dan warna tetap cerah.
4. Pilih susu dengan rasa manis alami
Joshua Kaiser menyarankan susu nabati seperti susu kelapa atau susu oat karena bisa menyeimbangkan rasa pahit matcha dan menciptakan latte yang lebih lembut. “Whole milk memang bagus, tapi untuk opsi tanpa susu sapi, oat milk adalah pilihan terbaik karena busanya bagus dan rasa manisnya alami,” ujar Coulson.
5. Rendam whisk bambu terlebih dahulu
Menggunakan whisk bambu (chasen) membantu mengocok matcha menjadi pasta halus. Tom Saxon mengatakan, “Rendam whisk dalam air hangat terlebih dahulu agar bulu-bulunya lebih lentur dan mengocok jadi lebih mudah.”
6. Buat “slurry” matcha dulu
Sebelum mencampur susu, buat pasta matcha dengan sedikit air hangat. Coulson menjelaskan bahwa dengan membuat “slurry” terlebih dahulu, klumping bisa dihindari dan hasil latte jadi lebih halus.
7. Ayak bubuk matcha sebelum digunakan
Joshua Kaiser menyarankan untuk selalu mengayak bubuk matcha agar tidak ada gumpalan yang bisa menghasilkan tekstur kasar dan rasa tidak enak.
8. Pilih pemanis dengan bijak
Beberapa orang memilih menikmati matcha tanpa tambahan gula agar bisa merasakan rasa asli teh tersebut. Namun kalau ingin manis, pemanis alami seperti maple syrup atau agave menjadi pilihan yang baik tanpa menghancurkan karakter matcha.
9. Waktu dan rasio susu vs matcha penting
Meski tidak disebut sebagai satu poin terpisah dalam daftar, aspek ini disebut-sebut para ahli sebagai bagian dari teknik agar matcha tetap menonjol saat dicampur susu. Rasio yang tepat dan suhu susu yang tidak terlalu panas akan menjaga rasa matcha dan tekstur latte tetap sempurna.
10. Nikmati segera setelah dibuat
Matcha latte terbaik dinikmati saat masih hangat dan berbusa sedikit. Proses pengocokan dan pencampuran yang tepat meningkatkan pengalaman menikmati matcha.Dengan menerapkan tips di atas kamu bisa menciptakan matcha latte rumahan yang tak kalah dengan versi kedai. Perubahan sederhana seperti memilih air yang tepat atau menggunakan whisk bambu punya dampak besar pada rasa dan teksturnya. Selamat mencoba dan menikmati sensasi matcha yang berbeda!
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026