7 Oleh-oleh Kuliner Khas Jakarta yang Tahan Lama di Jalan

07 October 2025   |   10:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id
7 Oleh-oleh Kuliner Khas Jakarta yang Tahan Lama di Jalan

Ilustrasi Oleh-oleh Jakarta (Sumber Foto: Gemini AI)


Jakarta menyimpan warisan kuliner yang kaya. Ini tercermin dari beragam oleh-oleh khas Betawi yang kerap diburu para pelancong luar kota. Mulai dari jajanan tradisional yang melegenda hingga camilan kekinian yang dikemas modern, setiap produk membawa cerita tentang identitas dan kehangatan masyarakat Jakarta.

Menariknya, kini banyak produsen lokal yang berinovasi menciptakan oleh-oleh kuliner yang tak hanya menggugah selera, tapi juga tahan lama di perjalanan. Inovasi itu hadir dalam bentuk camilan kering sampai minuman herbal kemasan. Berikut rekomendasi oleh-oleh kekinian khas Jakarta yang lezat dan aman dibawa untuk perjalanan jarak jauh.

Baca juga: 5 Oleh-oleh Khas Indonesia yang Bisa Jadi Pilihan Wisatawan Asing
 

1. Dodol Betawi

Dodol Betawi memiliki tekstur kenyal dan legit berpadu dengan aroma gula merah dan santan. Uniknya, proses pembuatan dodol Betawi masih dilakukan secara tradisional, yakni dimasak perlahan dalam kuali besar selama berjam-jam sambil terus diaduk agar tidak gosong. Ketelatenan inilah yang menjadi kunci kelezatan dan daya tahannya.

Dodol Betawi mampu bertahan hingga satu sampai dua bulan jika disimpan di tempat sejuk dan kering, menjadikannya pilihan ideal sebagai oleh-oleh perjalanan jauh. Kini, banyak pelaku UMKM Betawi yang mengemas dodol dalam bentuk modern dan menawarkan berbagai varian rasa seperti pandan, durian, bahkan cokelat tanpa meninggalkan cita rasa klasiknya.
 

2. Keripik Buah Salak Condet

Salak Condet, varietas salak khas Jakarta Timur yang dahulu nyaris punah, kini kembali populer berkat inovasi para pelaku usaha lokal yang mengubahnya menjadi camilan ringan dan modern, yakni keripik buah salak.

Proses pengolahannya menggunakan teknik vacuum frying yang menjaga warna, aroma, dan rasa buah tetap alami, tanpa minyak berlebih. Rasanya manis-asam segar dengan tekstur renyah Camilan ini juga punya daya simpan hingga tiga bulan dalam kemasan vakum, sehingga aman dibawa untuk perjalanan panjang atau sebagai buah tangan ke luar kota.
 

3. Kue Kembang Goyang

Kue Kembang Goyang memiliki bentuk yang menyerupai bunga mekar. Dinamakan demikian karena proses pembuatannya unik, yakni adonan digoyang dalam cetakan logam hingga “mekar” di minyak panas. Rasanya yang manis gurih selalu menjadi favorit keluarga.

Di balik kesederhanaan bentuknya, kue ini menyimpan filosofi Betawi tentang kebersamaan dan ketekunan. Kini, Kembang Goyang telah dikreasikan dengan berbagai rasa mulai dari wijen, keju, pandan, bahkan red velvet untuk menyasar generasi muda. Karena termasuk jenis kue kering, Kembang Goyang bisa bertahan hingga dua bulan jika disimpan dalam wadah kedap udara.
 

4. Bir Pletok

Bir Pletok diciptakan sebagai versi non-alkohol dari minuman bir kolonial Belanda. Minuman ini diracik dari rempah-rempah seperti jahe, serai, cengkih, kayu manis, dan kapulaga. Warnanya yang merah keunguan berasal dari secang sehingga memberikan tampilan eksotis sekaligus kaya manfaat bagi tubuh.

Kini, bir pletok hadir dalam kemasan modern, berupa botol steril siap minum atau versi bubuk instan yang lebih praktis dan tahan lama. Versi bubuk bahkan bisa disimpan hingga enam bulan di suhu ruang. Rasanya yang hangat dan aromatik menjadikannya pilihan minuman sehat di tengah tren wellness drink masa kini.
 

5. Roti Buaya Mini

Bagi masyarakat Betawi, Roti Buaya bukan sekadar kudapan, namun juga simbol cinta dan kesetiaan dalam adat pernikahan. Kini versi mini Roti Buaya banyak dijual sebagai oleh-oleh khas Jakarta. Bentuknya yang ikonik tetap dipertahankan, hanya saja dibuat lebih kecil dan dikemas menarik.

Roti Buaya memiliki berbagai varian rasa modern seperti cokelat, keju, atau pandan. Versi keringnya bahkan dapat bertahan lebih lama dibanding roti lembut biasa sehingga aman dibawa bepergian jarak jauh. Di beberapa toko oleh-oleh modern Jakarta, Roti Buaya Mini disajikan dalam kotak eksklusif lengkap dengan cerita filosofi di baliknya.
 

6. Kue Semprong

Siapa yang bisa menolak bunyi kres khas Kue Semprong saat digigit? Kudapan ringan berbahan dasar tepung beras, telur, gula, dan santan ini sudah menjadi bagian dari kuliner Betawi sejak masa kolonial. Dahulu, Kue Semprong sering disajikan saat Lebaran atau acara hajatan. Kini, banyak pembuat kue yang mengemasnya dalam desain modern dan dengan varian rasa seperti keju, matcha, atau kopi.

Selain rasanya yang nikmat, daya tahannya juga lama, sekitar satu hingga dua bulan jika disimpan dalam wadah rapat. Karena ringan dan tidak mudah rusak, Kue Semprong menjadi oleh-oleh ideal untuk perjalanan jarak jauh.
 

7. Rengginang Betawi

Rengginang Betawi memiliki tekstur renyah dan rasa gurih yang tidak terlalu asin. Dibuat dari beras ketan yang dijemur lalu digoreng hingga mengembang, rengginang Betawi sering disajikan bersama sambal terasi atau dimakan langsung sebagai camilan.

Kini, banyak produsen mengemasnya secara modern dalam kemasan vakum sehingga tahan hingga dua bulan tanpa kehilangan kerenyahannya. Ada pula varian rasa baru seperti balado, rumput laut, hingga keju, yang menyesuaikan selera generasi muda.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

3 Kuliner Legendaris Bali yang Wajib Dicoba Wisatawan

BERIKUTNYA

Cerita Para Kreator Kuliner TikTok, Menyatukan Rasa dan Budaya lewat Makanan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


Ilustrasi Oleh-oleh Jakarta (Sumber Foto: Gemini AI)

7 Oleh-oleh Kuliner Khas Jakarta yang Tahan Lama di Jalan

07 October 2025   |   10:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id
7 Oleh-oleh Kuliner Khas Jakarta yang Tahan Lama di Jalan

Ilustrasi Oleh-oleh Jakarta (Sumber Foto: Gemini AI)


Jakarta menyimpan warisan kuliner yang kaya. Ini tercermin dari beragam oleh-oleh khas Betawi yang kerap diburu para pelancong luar kota. Mulai dari jajanan tradisional yang melegenda hingga camilan kekinian yang dikemas modern, setiap produk membawa cerita tentang identitas dan kehangatan masyarakat Jakarta.

Menariknya, kini banyak produsen lokal yang berinovasi menciptakan oleh-oleh kuliner yang tak hanya menggugah selera, tapi juga tahan lama di perjalanan. Inovasi itu hadir dalam bentuk camilan kering sampai minuman herbal kemasan. Berikut rekomendasi oleh-oleh kekinian khas Jakarta yang lezat dan aman dibawa untuk perjalanan jarak jauh.

Baca juga: 5 Oleh-oleh Khas Indonesia yang Bisa Jadi Pilihan Wisatawan Asing
 

1. Dodol Betawi

Dodol Betawi memiliki tekstur kenyal dan legit berpadu dengan aroma gula merah dan santan. Uniknya, proses pembuatan dodol Betawi masih dilakukan secara tradisional, yakni dimasak perlahan dalam kuali besar selama berjam-jam sambil terus diaduk agar tidak gosong. Ketelatenan inilah yang menjadi kunci kelezatan dan daya tahannya.

Dodol Betawi mampu bertahan hingga satu sampai dua bulan jika disimpan di tempat sejuk dan kering, menjadikannya pilihan ideal sebagai oleh-oleh perjalanan jauh. Kini, banyak pelaku UMKM Betawi yang mengemas dodol dalam bentuk modern dan menawarkan berbagai varian rasa seperti pandan, durian, bahkan cokelat tanpa meninggalkan cita rasa klasiknya.
 

2. Keripik Buah Salak Condet

Salak Condet, varietas salak khas Jakarta Timur yang dahulu nyaris punah, kini kembali populer berkat inovasi para pelaku usaha lokal yang mengubahnya menjadi camilan ringan dan modern, yakni keripik buah salak.

Proses pengolahannya menggunakan teknik vacuum frying yang menjaga warna, aroma, dan rasa buah tetap alami, tanpa minyak berlebih. Rasanya manis-asam segar dengan tekstur renyah Camilan ini juga punya daya simpan hingga tiga bulan dalam kemasan vakum, sehingga aman dibawa untuk perjalanan panjang atau sebagai buah tangan ke luar kota.
 

3. Kue Kembang Goyang

Kue Kembang Goyang memiliki bentuk yang menyerupai bunga mekar. Dinamakan demikian karena proses pembuatannya unik, yakni adonan digoyang dalam cetakan logam hingga “mekar” di minyak panas. Rasanya yang manis gurih selalu menjadi favorit keluarga.

Di balik kesederhanaan bentuknya, kue ini menyimpan filosofi Betawi tentang kebersamaan dan ketekunan. Kini, Kembang Goyang telah dikreasikan dengan berbagai rasa mulai dari wijen, keju, pandan, bahkan red velvet untuk menyasar generasi muda. Karena termasuk jenis kue kering, Kembang Goyang bisa bertahan hingga dua bulan jika disimpan dalam wadah kedap udara.
 

4. Bir Pletok

Bir Pletok diciptakan sebagai versi non-alkohol dari minuman bir kolonial Belanda. Minuman ini diracik dari rempah-rempah seperti jahe, serai, cengkih, kayu manis, dan kapulaga. Warnanya yang merah keunguan berasal dari secang sehingga memberikan tampilan eksotis sekaligus kaya manfaat bagi tubuh.

Kini, bir pletok hadir dalam kemasan modern, berupa botol steril siap minum atau versi bubuk instan yang lebih praktis dan tahan lama. Versi bubuk bahkan bisa disimpan hingga enam bulan di suhu ruang. Rasanya yang hangat dan aromatik menjadikannya pilihan minuman sehat di tengah tren wellness drink masa kini.
 

5. Roti Buaya Mini

Bagi masyarakat Betawi, Roti Buaya bukan sekadar kudapan, namun juga simbol cinta dan kesetiaan dalam adat pernikahan. Kini versi mini Roti Buaya banyak dijual sebagai oleh-oleh khas Jakarta. Bentuknya yang ikonik tetap dipertahankan, hanya saja dibuat lebih kecil dan dikemas menarik.

Roti Buaya memiliki berbagai varian rasa modern seperti cokelat, keju, atau pandan. Versi keringnya bahkan dapat bertahan lebih lama dibanding roti lembut biasa sehingga aman dibawa bepergian jarak jauh. Di beberapa toko oleh-oleh modern Jakarta, Roti Buaya Mini disajikan dalam kotak eksklusif lengkap dengan cerita filosofi di baliknya.
 

6. Kue Semprong

Siapa yang bisa menolak bunyi kres khas Kue Semprong saat digigit? Kudapan ringan berbahan dasar tepung beras, telur, gula, dan santan ini sudah menjadi bagian dari kuliner Betawi sejak masa kolonial. Dahulu, Kue Semprong sering disajikan saat Lebaran atau acara hajatan. Kini, banyak pembuat kue yang mengemasnya dalam desain modern dan dengan varian rasa seperti keju, matcha, atau kopi.

Selain rasanya yang nikmat, daya tahannya juga lama, sekitar satu hingga dua bulan jika disimpan dalam wadah rapat. Karena ringan dan tidak mudah rusak, Kue Semprong menjadi oleh-oleh ideal untuk perjalanan jarak jauh.
 

7. Rengginang Betawi

Rengginang Betawi memiliki tekstur renyah dan rasa gurih yang tidak terlalu asin. Dibuat dari beras ketan yang dijemur lalu digoreng hingga mengembang, rengginang Betawi sering disajikan bersama sambal terasi atau dimakan langsung sebagai camilan.

Kini, banyak produsen mengemasnya secara modern dalam kemasan vakum sehingga tahan hingga dua bulan tanpa kehilangan kerenyahannya. Ada pula varian rasa baru seperti balado, rumput laut, hingga keju, yang menyesuaikan selera generasi muda.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

3 Kuliner Legendaris Bali yang Wajib Dicoba Wisatawan

BERIKUTNYA

Cerita Para Kreator Kuliner TikTok, Menyatukan Rasa dan Budaya lewat Makanan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.