3 Kuliner Legendaris Bali yang Wajib Dicoba Wisatawan
06 October 2025 |
14:00 WIB
Pengunjung dari mancanegara mengunjungi Pie Susu Asli Enaaak (sumber : Grab)
Bali selalu punya cara memikat wisatawan dengan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya. Namun, daya tarik Pulau Dewata juga terlihat dari ragam kuliner yang menggugah selera dan sarat akan cerita. Dari makanan tradisional berbumbu rempah, hidangan pedas nan segar, hingga kue-kue manis yang menjadi buah tangan favorit.
Kekuatan kuliner Bali inilah yang ditampilkan dalam Wonderful Indonesia Gourmet: Festival of Gastronomy di Denpasar, 30 September – 1 Oktober 2025. Dalam gelaran ini, tiga kuliner legendaris hadir mewakili cita rasa autentik Pulau Dewata yakni Warung Nasi Ayam Bu Oki, Pie Susu Asli Enaaak, dan Bolu Jadul Bali.
Baca juga: Bali Jadi Pusat Wisata Gastronomi, Kemenpar Kenalkan Wonderful Indonesia Gourmet
Ketiganya tak hanya populer di kalangan wisatawan, tetapi juga punya kisah perjalanan panjang yang menarik.
Berdiri sejak 2011, Warung Nasi Ayam Bu Oki telah menjelma menjadi destinasi wajib bagi pecinta kuliner. Racikan ayam betutu, sate lilit, telur, dan sambalnya yang pedas khas membuat banyak wisatawan rela antre.
Dari warung kaki lima di Jimbaran, kini outletnya sudah tersebar di Jimbaran, Nusa Dua, Ungasan, Kuta/Tuban, dan Sanur. “Awalnya kami hanya melayani driver-driver lokal di Nusa Dua. Tidak disangka kini nasi ayam kami dikenal wisatawan dari berbagai negara,” tutur Ni Luh Sri Maryawati, pemiliknya.
Bicara oleh-oleh khas Bali, hampir semua wisatawan pasti mengenal pie susu. Salah satu pionirnya adalah Pie Susu Asli Enaaak, yang sudah menjadi ikon oleh-oleh Pulau Dewata sejak 1989.
Putu Ariani Agustine, pengelola usaha Pie Susu Asli Enaaak, menjelaskan bahwa usaha ini bermula dari kebiasaan ibunya, membuat camilan untuk anak-anaknya. Bahkan saat itu, produksinya sangat terbatas karena awalnya untuk menambah penghasilan keluarga.
“Produksinya hanya sekitar 25 buah per hari yang dititipkan di toko-toko kue di Denpasar,” ucapnya.
Berkat konsistensi dan keuletan, Pie Susu Asli Enaaak semakin berkembang. Pada 2019, Pie Susu Asli Enaaak bergabung sebagai Mitra Merchant Grab yang akhirnya memiliki beberapa cabang dengan lebih banyak varian serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Resep klasik buatan ibu saya bertahan lintas generasi dan tetap digemari hingga sekarang,” ujar Putu Ariani Agustine.
Berbeda dari dua legenda lama, Bolu Jadul Bali baru hadir pada 2018. Namun, dalam waktu singkat, bolu ini jadi favorit wisatawan. Mengusung konsep back to basic, bolu jadul ini menawarkan cita rasa klasik dengan sentuhan tradisional.
Teksturnya lembut, manisnya pas, dan cocok dijadikan teman kopi atau oleh-oleh. Dalam waktu singkat, kelezatannya menjadi favorit warga lokal dan juga wisatawan. Jangkauan konsumen Bolu Jadul Bali semakin luas setelah melakukan digitalisasi.
“Banyak yang baru pertama kali mencoba bolu kami di festival ini, dan mereka langsung memborong untuk oleh-oleh. Itu jadi validasi bahwa cita rasa nostalgia memang selalu dicari,” ujar Devi Chen, pemilik Bolu Jadul Bali.
Kehadiran tiga kuliner tersebut dalam festival gastronomi menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Bali bukan hanya ada pada lanskap dan budaya, melainkan juga di dapur dan meja makan.
“Warung Nasi Ayam Bu Oki, Bolu Jadul Bali, dan Pie Susu Asli Enaaak menunjukkan bagaimana UMKM bisa berkembang pesat ketika dipadukan dengan teknologi digital,” ujar Richard Aditya, Director of Outer Jabodetabek, Grab Indonesia
Dengan luasnya jangkauan bisnis tersebut maka dapat membantu membuka lapangan kerja baru sehingga para pelaku usaha tersebut makin percaya diri menampilkan kekayaan kuliner nusantara, yang pada akhirnya ikut memperkuat daya tarik pariwisata Indonesia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kekuatan kuliner Bali inilah yang ditampilkan dalam Wonderful Indonesia Gourmet: Festival of Gastronomy di Denpasar, 30 September – 1 Oktober 2025. Dalam gelaran ini, tiga kuliner legendaris hadir mewakili cita rasa autentik Pulau Dewata yakni Warung Nasi Ayam Bu Oki, Pie Susu Asli Enaaak, dan Bolu Jadul Bali.
Baca juga: Bali Jadi Pusat Wisata Gastronomi, Kemenpar Kenalkan Wonderful Indonesia Gourmet
Ketiganya tak hanya populer di kalangan wisatawan, tetapi juga punya kisah perjalanan panjang yang menarik.
1. Nasi Ayam Bu Oki: Pedas, Gurih, dan Melegenda
Berdiri sejak 2011, Warung Nasi Ayam Bu Oki telah menjelma menjadi destinasi wajib bagi pecinta kuliner. Racikan ayam betutu, sate lilit, telur, dan sambalnya yang pedas khas membuat banyak wisatawan rela antre.Dari warung kaki lima di Jimbaran, kini outletnya sudah tersebar di Jimbaran, Nusa Dua, Ungasan, Kuta/Tuban, dan Sanur. “Awalnya kami hanya melayani driver-driver lokal di Nusa Dua. Tidak disangka kini nasi ayam kami dikenal wisatawan dari berbagai negara,” tutur Ni Luh Sri Maryawati, pemiliknya.
2. Pie Susu Asli Enaaak: Ikon Oleh-oleh Sejak 1989
Bicara oleh-oleh khas Bali, hampir semua wisatawan pasti mengenal pie susu. Salah satu pionirnya adalah Pie Susu Asli Enaaak, yang sudah menjadi ikon oleh-oleh Pulau Dewata sejak 1989.Putu Ariani Agustine, pengelola usaha Pie Susu Asli Enaaak, menjelaskan bahwa usaha ini bermula dari kebiasaan ibunya, membuat camilan untuk anak-anaknya. Bahkan saat itu, produksinya sangat terbatas karena awalnya untuk menambah penghasilan keluarga.
“Produksinya hanya sekitar 25 buah per hari yang dititipkan di toko-toko kue di Denpasar,” ucapnya.
Berkat konsistensi dan keuletan, Pie Susu Asli Enaaak semakin berkembang. Pada 2019, Pie Susu Asli Enaaak bergabung sebagai Mitra Merchant Grab yang akhirnya memiliki beberapa cabang dengan lebih banyak varian serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Resep klasik buatan ibu saya bertahan lintas generasi dan tetap digemari hingga sekarang,” ujar Putu Ariani Agustine.
3. Bolu Jadul Bali: Rasa Nostalgia dalam Gigitan Manis
Berbeda dari dua legenda lama, Bolu Jadul Bali baru hadir pada 2018. Namun, dalam waktu singkat, bolu ini jadi favorit wisatawan. Mengusung konsep back to basic, bolu jadul ini menawarkan cita rasa klasik dengan sentuhan tradisional.Teksturnya lembut, manisnya pas, dan cocok dijadikan teman kopi atau oleh-oleh. Dalam waktu singkat, kelezatannya menjadi favorit warga lokal dan juga wisatawan. Jangkauan konsumen Bolu Jadul Bali semakin luas setelah melakukan digitalisasi.
“Banyak yang baru pertama kali mencoba bolu kami di festival ini, dan mereka langsung memborong untuk oleh-oleh. Itu jadi validasi bahwa cita rasa nostalgia memang selalu dicari,” ujar Devi Chen, pemilik Bolu Jadul Bali.
Kehadiran tiga kuliner tersebut dalam festival gastronomi menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Bali bukan hanya ada pada lanskap dan budaya, melainkan juga di dapur dan meja makan.
“Warung Nasi Ayam Bu Oki, Bolu Jadul Bali, dan Pie Susu Asli Enaaak menunjukkan bagaimana UMKM bisa berkembang pesat ketika dipadukan dengan teknologi digital,” ujar Richard Aditya, Director of Outer Jabodetabek, Grab Indonesia
Dengan luasnya jangkauan bisnis tersebut maka dapat membantu membuka lapangan kerja baru sehingga para pelaku usaha tersebut makin percaya diri menampilkan kekayaan kuliner nusantara, yang pada akhirnya ikut memperkuat daya tarik pariwisata Indonesia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026