Dari Finlandia hingga Kanada, Ini 5 Negara Pencinta Kopi

04 October 2025   |   08:00 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara
Dari Finlandia hingga Kanada, Ini 5 Negara Pencinta Kopi

Kopi. (Sumber foto: Unsplash/Nathan Dumlao)


Kopi bukan sekadar minuman, tapi juga bagian penting dari gaya hidup dan budaya di banyak negara. Dari pagi hari sebelum bekerja hingga waktu bersantai bersama teman, secangkir kopi kerap menjadi teman setia yang menghadirkan semangat maupun kehangatan.

Menariknya, ada negara-negara dengan tingkat konsumsi kopi jauh lebih tinggi dibanding yang lain. Hal ini mencerminkan betapa besarnya peran kopi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di sana, sekaligus menunjukkan bagaimana minuman ini telah melampaui fungsinya sebagai pelepas dahaga dan menjadi bagian dari identitas sosial.

Baca juga: New Wave, Kebangkitan Specialty Kopi Indonesia di Ranah Global

Melansir dari Rise Coffee Box, pada 2025, tercatat sejumlah negara menonjol sebagai penggemar kopi terbesar di dunia, dengan kebiasaan minum kopi yang unik, mulai dari tradisi turun-temurun hingga tren modern yang terus berkembang.

Berikut adalah daftar beberapa negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia per 2025.


1. Finlandia

Melansir dari Corner Coffee Store, Finlandia menempati posisi pertama sebagai negara dengan konsumsi kopi terbanyak. Rata-rata, setiap orang menghabiskan empat cangkir per hari atau sekitar 26 pon kopi per tahun. Namun, angka ini hanya rata-rata.

Banyak orang Finlandia yang minum delapan hingga sembilan cangkir sehari, bahkan ada yang bisa mencapai tiga puluh cangkir! Kopi begitu melekat dalam budaya mereka sampai ada aturan resmi bahwa pekerja berhak mendapat setidaknya dua kali istirahat kopi saat jam kerja. Dengan suhu yang bisa turun hingga minus 40 derajat, kopi hangat jadi kebutuhan utama. 


2. Norwegia

Norwegia berada di posisi kedua. Rata-rata orang Norwegia minum sekitar tiga cangkir kopi per hari, sementara penggemar beratnya bisa lima hingga enam cangkir. Budaya “kaffepause” atau jeda kopi juga menjadi bagian penting dalam keseharian mereka, baik saat kerja maupun setelah makan. Dengan iklim dingin yang mirip Finlandia, kopi hangat terasa sangat pas untuk menemani aktivitas sehari-hari.


3. Denmark

Di Denmark, kopi tidak hanya sekadar minuman, tapi juga sarana bersosialisasi. Mereka memiliki tradisi bernama “kaffeslabberas,” yaitu berkumpul bersama teman sambil menikmati kopi dan kue, baik di kafe maupun di rumah. Ada juga “bryllupskaffe” atau resepsi pernikahan dengan kopi sebagai sajian utama.


4. Belanda

Orang Belanda lebih memilih kesederhanaan dalam menikmati kopi. Tidak perlu kafe mewah atau minuman berlebihan, secangkir kopi hangat ditemani obrolan ringan bersama teman sudah cukup. Sikap praktis ini mungkin karena sejarah panjang Belanda dalam perdagangan kopi. Bahkan, bangsa Belanda termasuk yang pertama kali membawa tanaman kopi dari Timur Tengah ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.


5. Kanada

Menariknya, satu-satunya negara non-Eropa dalam daftar ini adalah Kanada. Kopi merupakan minuman paling banyak dikonsumsi di sana, rata-rata mencapai 14 pon per orang per tahun. Cuaca dingin dan musim dingin yang panjang membuat kopi semakin populer. Kanada dipenuhi toko kopi besar maupun kafe kecil independen.

Meskipun waralaba besar terkenal di sana, banyak orang Kanada yang kini lebih memilih kafe lokal dengan racikan kopi spesial. Kebiasaan minum kopi juga lebih banyak dilakukan di rumah, baik pagi hari, setelah makan malam, maupun kapan pun mereka butuh penghangat tubuh.

Dari daftar ini, terlihat jelas bahwa kopi bukan hanya soal rasa, tapi juga budaya, tradisi, dan cara hidup. Baik di Eropa Utara yang dingin maupun Kanada yang bersalju, kopi selalu punya tempat spesial di hati masyarakatnya.
 
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Chef Martin Praja Ungkap Trik Sederhana Mengolah Dada Ayam Anti Kering

BERIKUTNYA

Rayakan Budaya Anggur, Produsen Wine Italia Bawa Sejarah Romawi ke Gelas Konsumen Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


Kopi. (Sumber foto: Unsplash/Nathan Dumlao)

Dari Finlandia hingga Kanada, Ini 5 Negara Pencinta Kopi

04 October 2025   |   08:00 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara
Dari Finlandia hingga Kanada, Ini 5 Negara Pencinta Kopi

Kopi. (Sumber foto: Unsplash/Nathan Dumlao)


Kopi bukan sekadar minuman, tapi juga bagian penting dari gaya hidup dan budaya di banyak negara. Dari pagi hari sebelum bekerja hingga waktu bersantai bersama teman, secangkir kopi kerap menjadi teman setia yang menghadirkan semangat maupun kehangatan.

Menariknya, ada negara-negara dengan tingkat konsumsi kopi jauh lebih tinggi dibanding yang lain. Hal ini mencerminkan betapa besarnya peran kopi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di sana, sekaligus menunjukkan bagaimana minuman ini telah melampaui fungsinya sebagai pelepas dahaga dan menjadi bagian dari identitas sosial.

Baca juga: New Wave, Kebangkitan Specialty Kopi Indonesia di Ranah Global

Melansir dari Rise Coffee Box, pada 2025, tercatat sejumlah negara menonjol sebagai penggemar kopi terbesar di dunia, dengan kebiasaan minum kopi yang unik, mulai dari tradisi turun-temurun hingga tren modern yang terus berkembang.

Berikut adalah daftar beberapa negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia per 2025.


1. Finlandia

Melansir dari Corner Coffee Store, Finlandia menempati posisi pertama sebagai negara dengan konsumsi kopi terbanyak. Rata-rata, setiap orang menghabiskan empat cangkir per hari atau sekitar 26 pon kopi per tahun. Namun, angka ini hanya rata-rata.

Banyak orang Finlandia yang minum delapan hingga sembilan cangkir sehari, bahkan ada yang bisa mencapai tiga puluh cangkir! Kopi begitu melekat dalam budaya mereka sampai ada aturan resmi bahwa pekerja berhak mendapat setidaknya dua kali istirahat kopi saat jam kerja. Dengan suhu yang bisa turun hingga minus 40 derajat, kopi hangat jadi kebutuhan utama. 


2. Norwegia

Norwegia berada di posisi kedua. Rata-rata orang Norwegia minum sekitar tiga cangkir kopi per hari, sementara penggemar beratnya bisa lima hingga enam cangkir. Budaya “kaffepause” atau jeda kopi juga menjadi bagian penting dalam keseharian mereka, baik saat kerja maupun setelah makan. Dengan iklim dingin yang mirip Finlandia, kopi hangat terasa sangat pas untuk menemani aktivitas sehari-hari.


3. Denmark

Di Denmark, kopi tidak hanya sekadar minuman, tapi juga sarana bersosialisasi. Mereka memiliki tradisi bernama “kaffeslabberas,” yaitu berkumpul bersama teman sambil menikmati kopi dan kue, baik di kafe maupun di rumah. Ada juga “bryllupskaffe” atau resepsi pernikahan dengan kopi sebagai sajian utama.


4. Belanda

Orang Belanda lebih memilih kesederhanaan dalam menikmati kopi. Tidak perlu kafe mewah atau minuman berlebihan, secangkir kopi hangat ditemani obrolan ringan bersama teman sudah cukup. Sikap praktis ini mungkin karena sejarah panjang Belanda dalam perdagangan kopi. Bahkan, bangsa Belanda termasuk yang pertama kali membawa tanaman kopi dari Timur Tengah ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.


5. Kanada

Menariknya, satu-satunya negara non-Eropa dalam daftar ini adalah Kanada. Kopi merupakan minuman paling banyak dikonsumsi di sana, rata-rata mencapai 14 pon per orang per tahun. Cuaca dingin dan musim dingin yang panjang membuat kopi semakin populer. Kanada dipenuhi toko kopi besar maupun kafe kecil independen.

Meskipun waralaba besar terkenal di sana, banyak orang Kanada yang kini lebih memilih kafe lokal dengan racikan kopi spesial. Kebiasaan minum kopi juga lebih banyak dilakukan di rumah, baik pagi hari, setelah makan malam, maupun kapan pun mereka butuh penghangat tubuh.

Dari daftar ini, terlihat jelas bahwa kopi bukan hanya soal rasa, tapi juga budaya, tradisi, dan cara hidup. Baik di Eropa Utara yang dingin maupun Kanada yang bersalju, kopi selalu punya tempat spesial di hati masyarakatnya.
 
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Chef Martin Praja Ungkap Trik Sederhana Mengolah Dada Ayam Anti Kering

BERIKUTNYA

Rayakan Budaya Anggur, Produsen Wine Italia Bawa Sejarah Romawi ke Gelas Konsumen Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.